Hanya Sekedar Permainan ?

Blog AFI

Just-a-Game-large

Inilah yang sesungguhnya. “Pertandingan yang ditunggu-tunggu dari National Football League musim 2015-2016. Minggu ini Carolina Panthers akan menghadapi Denver Broncos di Super Bowl 50, menampilkan seorang gelandang muda yang sedang naik daun di Cam Newton dan seorang yang sedang terpuruk, superstar yang kini sudah tua, Peyton Manning. Ini disebut “Pertandingan untuk berbagai usia” yang akan menarik jutaan pemirsa baru.”

Ketertarikan yang selalu meningkat dalam pertandingan yang isinya adalah “Bentrokan helm” yang diadakan tiap tahun perlu untuk ditinjau lebih jauh. Contohnya, pada tahun 2015 Super Bowl dapat menarik pemirsa TV sehingga memecahkan rekor yaitu sebesar 114 juta pemirsa. Harga rata-rata tahun lalu untuk iklan 30 detik yang ditayangkan selama Super Bowl mencapai US $ 4.5 juta, tahun ini $ 5 juta dan itu mengejutkan. Super Bowl berharap pengeluarannya dapat mencapai $ 14 milyar melalui fans yang membeli junk food, minuman, tiket, wisata, televisi, furnitur, pakaian, dekorasi, taruhan, dan banyak lagi.

Salah satu sisi gelap dari Football adalah bahaya cedera besar untuk para pemain, risiko yang meningkat secara signifikan ini terjadi sepanjang musim. Memang, tahun ini kita telah melihat peningkatan kerusakan otak yang dilaporkan, dan yang lebih mengkhawatirkan lagi, pemain yang mengalami cedera otak ingin segera bermain di pertandingan kejuaraan untuk meraih kemenangan. Beberapa dokter percaya cedera otak ini dapat menyebabkan Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE), penyakit otak degeneratif yang berhubungan dengan kehilangan memori, kebingungan, gangguan penilaian, masalah kontrol impuls, agresi, depresi, dan akhirnya demensia. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa 87 dari 91 mantan pemain NFL yang telah meninggal dinyatakan positif CTE.

Sementara ini banyak pekerjaan yang datang dengan risiko fisik yang besar, mungkin orang-orang Kristen harus bertanya pada diri sendiri: “Apakah Yesus menonton Super Bowl?” Kita perlu bertanya seperti ini untuk membayangkan bahwa apakah Kristus akan menikmati menonton permainan di mana pemain dibayar untuk menimbulkan kerusakan fisik pada satu sama lain untuk tujuan kemenangan? Alkitab mengatakan, “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat” (Roma 13:10).

Tentu saja, ada setumpuk masalah lain yang ingin kita lupakan sehingga sulit untuk mengabaikan program-program TV di akhir pekan yang akan memuliakan seksualitas yang tidak pantas, ejekan dan sorak-sorai yang datang saat lawan terjatuh, serta penyembahan berhala dan iklan berbau sensual yang terus ditampilkan. Hal ini terus terjadi bukan?

Kami di sini bukan untuk menghakimi penggemar Football yang beragama Kristen, dan setiap orang harus bebas untuk menimbang segala sesuatu dalam pikiran mereka sendiri. Adalah hak setiap orang Kristen untuk menentukan apakah Super Bowl layak atau tidak.

Tetapi tidak pernah ada kata salah atau terlambat untuk mempertimbangkan lagi menonton ritual tahunan ini dan memikirkan kembali kehidupan kita dengan Tuhan. Hendaklah kita selalu melakukan yang terbaik agar hidup kudus bagi Allah dan mengikuti nasehat dari Alkitab: “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam diri orang itu” (1 Yohanes 2:15).

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang kekuatan sejati tentang kehidupan kekristen, dengarlah khotbah Pastor Doug, “Power di Purity.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *