Misteri Dibalik Mumi (2)

Pendalaman Alkitab

Dalam artikel nubuatan sebelumnya—Misteri Dibalik Mumi (1),” kita mengetahui bahwa yang disebut jiwa atau manusia yang hidup adalah perpaduan dari debu tanah dan roh/ ARUS LISTRIK  atau nafas hidup. Sebuah perpaduan dari unsur bumi dengan nafas hidup menghasilkan makhluk hidup. Suatu “jiwa yang hidup” itu berarti “orang yang hidup”.

Sedangkan jika seseorang telah mati maka tubuhnya kembali ke debu tanah dari mana ia dibuat, dan nafas hidupnya kembali kepada Allah yang mengaruniakannya.

Namun sekarang yang menjadi pertanyaan adalah dimana orang mati berada? Mari kita dapatkan jawabannya dari Yesus. Yohanes 5:28,29, “Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang (mati) yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit; untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”

Kita akan mempelajari dua kebangkitan dalam artikel-artikel yang akan datang. Banyak dari Anda mungkin belum pernah mendengar tentang kebangkitan ini dari para pengkhotbah atau pendeta. Itu karena kebanyakan pendeta hanya memberikan penjelasan bahwa orang-orang akan langsung pergi ke surga  ( KITA BISA EDIT INI LEBIH Baik tidak di masukan), atau neraka ketika mereka mati. Ini bukan yang Alkitab ajarkan. Jadi dimana orang mati berada? Di KUBURAN.

Alkitab mengajarkan bahwa orang yang mati tidak pergi ke surga, atau neraka, dan juga tentu saja tidak pergi juga ke purgatori (api penyucian). Sebaliknya, orang-orang mati berada di dalam kubur menanti saat kebangkitan.

“Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa.” Pengkhotbah 9:5. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa orang mati itu seperti tidur; sedikitnya 53 ayat mengatakan tentang hal ini.

Sama seperti saat Anda tidur, Anda tidak tahu apa yang terjadi di sekitar Anda. Dan orang yang sudah mati juga tidak tahu apa-apa yang terjadi di sekitar mereka. Kalau boleh tahu, ketika Anda tidur, berapa lama yang Anda rasakan saat tidur? Hanya sesaat. Yah, hanya seperti sesaat saja. Ketika seseorang meninggal, saat berikutnya, Yesus datang kembali dan kebangkitan terjadi.

Mari kita baca ayat lainnya yang akan memberitahukan kepada kita apa yang terjadi pada seseorang yang sudah meninggal. Ayub 14:12, “Demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun dari tidurnya.” Kematian adalah seperti tidur dan tidak bangun sampai saat kebangkitan.

Yesus sendiri mengatakan bahwa kematian adalah seperti tidur. Mari kita baca dalam Yohanes 11:11-14:

“Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.” Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati.”

Latar belakang cerita ini Yesus memiliki 3 orang teman dekat—Maria, Marta dan Lazarus. Dan satu hari Lazarus mendapatkan sakit yang sangat serius. Jadi Maria dan Marta mengirimkan pesan kepada Yesus memohon supaya Dia datang untuk menyembuhkan Lazarus. Tetapi Yesus terlambat datang dan Lazarus mati. Yesus berkata Lazarus telah tertidur dan dia juga berkata Lazarus sudah mati. Jelaslah, Kristus menganggap kematian adalah seperti tertidur.

 

Mari kita lompat ke ayat 21, 23: “Maka kata Marta kepada Yesus: “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.” Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.””  Ketika Yesus tiba, Marta menemui Dia.

 

Sekarang mari kita baca ayat 24: “Kata Marta kepada-Nya: ‘Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman.’”  Kapan saat kebangkitan orang mati? Di akhir zaman.

Tidak ada cerita atau bahkan para rasul dalam Alkitab yang bersukacita dan mengatakan kepada orang yang sudah sekarat hampir meninggal bahwa mereka akan berada di surga ketika meninggal, tetapi sama seperti Marta berharap bertemu dengan saudaranya saat kebangkitan. Dan kapan saat kebangkitan itu? Di akhir zaman.

Yesus sendiri mengajarkan bahwa orang mati akan dibangkitkan untuk hidup dalam kebangkitan di akhir zaman. Yohanes 5:28,29:

“Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”

 

Tetapi Yesus memiliki sesuatu yang spesial untuk Marta. Disini mereka pergi ke kuburan dimana ada batu besar yang menutupi pintu masuk (Yohanes 11:39).
“Kata Yesus: “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.”” Perhatikan, dia mulai bau, berapa lama dia sudah meninggal? Empat hari.

Perhatikan Yohanes 11:43 sekarang, Berserulah Ia dengan suara keras: “Lazarus, marilah ke luar!””  Dan Lazarus pun keluar. Perhatikan: Yesus tidak berkata ”Lazarus turunlah!” Jika Lazarus meninggal dan langsung ke surga, apakah ada gunanya Yesus membangkitkan dia? Tidak ada gunanya karena di surga lebih nyaman dari pada dunia  ini. Berapa banyak di antara Anda mau turun lagi ke sini kalau Anda sudah ada di surga? Saya pikir Anda tidak akan mau.

Jika Yesus berkata kepada kita untuk turun dari surga ke bumi, pasti kita akan katakan, “Hah, ada apa Tuhan, kenapa saya disuruh turun lagi?

Jika Lazarus benar-benar sudah berada di surga adalah tidak ada gunanya Yesus membangkitkan dia. Tetapi dimana Lazarus saat mati? Di kubur. Dia tidur setidur-tidurnya dalam kematiannya.

Kemana jiwanya? Jiwanya tidak pergi kemana-mana. Dia sudah tidak memiliki jiwa, sampai nanti dia dibangkitkan. Dan ketika Lazarus keluar dari dalam kubur, tidak ada kisah yang dia ceritakan seperti apa itu kehidupan setelah kematian; tidak ada cerita bertemu malaikat yang berkilau-kilauan, musik surgawi, atau jalan-jalan emas. Karena berapa banyak yang orang mati ketahui? Orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.” Pengkhotbah 9:5.

Kita bisa melihat bahwa Yesus setuju dengan semua penulis Alkitab bahwa kematian adalah seperti tidur.

Beberapa ayat yang lain menjelaskan berikut ini: Mazmur 115:17; Yesaya 38: 18, 19; Mazmur 6:5; Mazmur 146:4 (Anda bisa membuka dan membacanya dari Alkitab Anda).

Berikut ini ada yang menarik: Beberapa orang berpikir bahwa orang-orang mati tahu lebih banyak dari mereka yang hidup. Bagaimana itu mungkin?

Coba bayangkan ada seseorang berbaring tertidur di dekat Anda. Berapa banyak hal yang orang  tidur itu ketahui untuk yang Anda sedang lakukan? Tidak ada. Dia tidak tahu bahwa Anda sedang berbicara tentang dia. Sama seperti ketika Anda tidur, Anda tidak tahu dengan apa yang orang lain bicarakan.

Sekarang anggaplah seseorang tiba-tiba meninggal dalam tidurnya—apakah sekarang dia tahu segalanya? Apakah itu benar? Jika dia tidak tahu apa-apa dalam tidur, bagaimana ia bisa tahu segalanya ketika dia meninggal? Alkitab sangat jelas mengajarkan bahwa orang mati tidak tahu apa-apa.

Sekarang beberapa dari Anda mungkin berpikir, bagaimana dengan pencuri di kayu salib? Bukankah dia yakin bahwa dia akan pergi ke surga pada hari ia meninggal? Nah, mari kita pergi membaca bagian itu.

Sebagian besar dari Anda tentu sudah tau ceritanya. Kristus disalibkan diantara 2 orang pencuri. Yang satu bertobat, sedang yang lainnya tidak. Lukas 23:42,43, Alkitab katakan:
“Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.””

Mungkin ada yang berpikir ini seperti bertentangan dengan apa yang sudah kita pelajari dari awal. Jika Anda berpikir itu adalah masalah, ada masalah yang lebih besar: Yesus sendiri tidak pergi ke surga pada saat dia meninggal. Darimana kita tahu?

Kedua pencuri itu disalibkan bersama dengan Yesus di hari Jumat, hari persiapan. Pada Hari Sabat Yesus berada dalam kubur dan hari Minggu Yesus bangkit dari kubur. Perhatikan apa yang Yesus katakan kepada Maria pada hari Minggu saat kebangkitan-Nya dalam Yohanes 20:17:
“Kata Yesus kepadanya [Maria] “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa.”

Jadi Yesus katakan kepada Maria setelah Dia bangkit dan sebelum naik bertemu dengan Bapa-Nya di surga.

Kita tahu bahwa takhta Allah ada di Sorga (ika Anda mau tahu ayatnya Anda bisa membacanya dalam Wahyu 2:7 dan Wahyu 22:1,2). Tetapi disini, 3 hari setelah percakapannya dengan pencuri itu, Yesus berkata kepada Maria: “Aku belum pergi kepada Bapa.”

Nah pertanyaanya sekarang, Apakah Yesus berbohong kepada pencuri tersebut? TIDAK. Yesus tidak mungkin berbohong. Jadi bagaimana kita menjelaskan ayat ini? Kita perlu berhati-hati memeriksa ayat ini dan melihatnya kembali jika kita tidak dapat menyelaraskan dengan ayat yang lain.

Tahukah Anda, Alkitab dalam bahasa aslinya tidak terdapat tanda baca. Ini ditambahkan beratus-ratus tahun kemudian oleh para penerjemah. Berikut adalah contoh bilamana terjemahan bahasa Indonesia disamakan kondisinya dengan Alkitab dalam bahasa aslinya: KATAYESUSKEPADANYAAKUBERKATAKEPADAMUSESUNGGUHNYAHARIINIJUGAENGKAUAKANADABERSAMASAMA DENGANAKUDIDALAMFIRDAUS

Dapatkah Anda membacanya? Dan ini adalah bagaimana ayat ini dalam bahasa aslinya—Yunani: Καιειπεναυτωοιησουςαμηνλεγωσοισημερονμετεμουεσηεντωπαραδεισω

Dapatkah Anda membacanya? Mungkin Anda bisa menjadi sarjana Alkitab.

Sekarang apa yang terjadi bila kita memindahkan koma dalam Lukas 23:43. Berikut ini ayat yang biasa kita baca dalam Alkitab yang kita gunakan: “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’” Sekarang mari kita pindahkan tanda baca koma (kita bukan sedang menambahkan/mengurangi Alkitab, kita hanya mengubah tanda baca, yang tidak diinspirasikan). “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu sesungguhnya hari ini juga, engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.’”

Ada perbedaan yang terjadi oleh pemindahan koma ini. Anda lihat, tanda baca koma yang kecil bisa mengubah arti dari keseluruhan kalimat.

Contohnya: “A woman without her man is nothing [Wanita tanpa laki-lakinya tidak ada artinya].” Apakah para wanita menyukai kalimat ini?

Tapi mari kita tambahkan koma: “A woman, without her, man is nothing  [Wanita, tanpanya, laki-laki tidak ada artinya].” Sekarang mungkin para wanita menyukai kalimat ini.

Jadi, tanda baca membuat perbedaan arti dari suatu kalimat.

Jika kita membaca Lukas 23:43 dengan tanda koma yang sudah kita perbaiki penempatannya, maka Yesus jujur ​​kepada pencuri tersebut pada hari Jumat, dan jujur ​​kepada Maria pada hari Minggu. Sekarang kita melihat bahwa ayat ini selaras dengan seluruh Alkitab.

Alkitab mengatakan kepada kita dalam Pengkhotbah 9:5, Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.” Itulah yang Alkitab ajarkan tentang kematian.

Mumi dan piramida Mesir (dalam artikel MISTERI DIBALIK MUMI 1) berbicara kepada kita bahwa ada harapan akan kehidupan setelah kematian. Tetapi Alkitab mengatakan kepada kita bahwa orang mati tidak tahu apa-apa, menunggu satu pengharapan terbesar dari kebangkitan.

JADI DIMANA POSISI KITA? MENGIKUTI KEBENARAN FIRMAN ALLAH, atau TRADISI DARI MESIR atau DUNIA?

Antikristus telah menerima kepercayaan dari Mesir tentang kematian, dan sekarang mengajar hal itu kepada dunia. Kita akan mempelajari tentang Antikristus jilid II dalam beberapa artikel nubuatan ke depan.

Sebagai seorang Kristen yang percaya Alkitab, pengharapan kita setelah kematian adalah adanya kebangkitan. Alkitab katakan dalam 1 Tes 4:16,17:
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”

 

Alkitab mengajarkan bahwa kematian adalah peristirahatan yang tenang.

 

Mungkin di antara kita ada yang telah kehilangan seseorang yang dikasihi. Kabar baiknya adalah bahwa kematian telah kehilangan sengat. 1 Korintus 15:55 berkata, “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?“

 

Karena Kristus menggantikan kematian kita dengan diri-Nya, kita dapat yakin akan adanya harapan kepada kehidupan setelah kematian. Yesus akan datang. Bumi ini akan diterangi dengan kemuliaan Allah. Bayangkan kemuliaan-Nya! Kemudian, dengan suara nyaring, Yesus akan membangunkan tidur anak-anak-Nya dan memberi mereka tubuh baru yang abadi. Dan Anda akan melihat orang yang Anda kasihi sambil berlinang air mata yang ada jauh di makam—jika dia meninggal dalam Tuhan.

Bersama kita akan diangkat untuk bertemu dengan Kristus di langit. Oh, satu hari mulia yang kita nanti-nantikan! Bahkan dalam menghadapi kematian kita bisa berpegang pada Kristus. Kita benar-benar bisa mempercayai juruselamat kita yang sudah bangkit. Suatu hari nanti, dan itu tidak lama lagi.

Yesus yang sama yang berseru dengan suara nyaring “Lazarus keluarlah”. Yesus yang sama yang pada awalnya menghembuskan nafas hidup kepada debu Adam untuk menjadi jiwa yang hidup. Yesus yang sama yang akan berbicara kepada debu di dalam kubur memanggil nama dari mereka yang  Anda kasihi, “Keluarlah, saatnya pulang ke rumah.”

Kemudian semua yang mati dalam Kristus akan bangkit, dan kita akan bersama selama-selamanya, tidak pernah lagi berpisah, atau untuk merasakan sengatan yang menyakitkan dari kematian! Apakah Anda juga merindukan hal yang sama? Berapa banyak yang rindu bersedia untuk hari kebangkitan?

Jika itu kerinduan Anda, biarlah lirik lagu di bawah ini menjadi doa dan pengharapan kita.

Ada negri yang amat senang, kita lihatnya oleh iman;

Bapa kita menunggu sebrang, menyediakan tempat yang aman.

Darat mas amat jauh, kita akan berkumpul sebrang.

 

Kita akan menyanyi sebrang, lagu surga yang amat merdu.

Jiwa kita selalu senang, kar’na habislah mati itu.

Darat mas amat jauh, kita akan berkumpul sebrang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *