PELAYANAN YANG PENUH SUKACITA

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Amazingfacts.id: Tuhan mengangguk setuju melihat hasil pelayanan yang penuh sukacita bagi pekerjaan para hambaNya yang setia. 

tugas umat allah

Menjadi tugas umat pilihan Allah untuk bekerja dengan tak mementingkan diri sendiri.

Tetapi beberapa orang lalai melakukan pekerjaan yang harus mereka lakukan, dan orang lain terbebani untuk menutupi kekurangan mereka.

Jika semua orang bekerja dengan sukacita melakukan bagian mereka, maka mereka akan bertahan; tetapi mereka yang mengeluh dan bersungut-sungut pada setiap langkah tidak akan menerima bantuan ataupun upah.

Tuhan tidak senang karena anak-anak Israel bersungut-sungut terhadap Dia dan terhadap Musa, yang diutusNya untuk menjadi pelepas mereka.

Dalam cara yang ajaib, Ia telah membawa mereka keluar dari perbudakan di negeri Mesir, agar Ia dapat meninggikan dan mengagungkan mereka, dan memuji mereka di bumi.

allah melayakkan kita

Tetapi ada kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi, dan keletihan dan kekurangan yang harus ditahankan. Penting bagi mereka untuk menanggung kesukaran ini.

Allah membawa mereka dari keadaan buruk dan melayakkan mereka untuk menduduki tempat terhormat di antara bangsa-bangsa, dan untuk menerima kepercayaan penting dan suci.

Mereka melupakan kebaikan dan kekuatan yang Allah tunjukkan demi mereka dalam kelepasan mereka dari perbudakan. Mereka melupakan bagaimana anak-anak mereka selamat ketika malaikat maut melewati Mesir.

Mereka lupa pertunjukan agung dari kuasa Ilahi di Laut Merah, ketika Yahweh menyatakan, “Di sini kau akan membelah air,” dan air bergulung, membentuk satu dinding kokoh.

damai dan kepuasan hati

Mereka lupa bahwa ketika mereka telah menyeberang dengan aman di jalur yang telah terbuka bagi mereka, para tentara musuh, yang mencoba mengikuti mereka, tercampak oleh lautan.

Allah tidak menaruh beban pada siapa pun yang begitu berat sehingga setiap langkah ia harus mengeluhkan beban yang wajib ia pikul.

Gesekan, dan bukan gerakan yang konstan, yang membuat mesin menjadi aus. Kekhawatiran yang terus-menerus, dan bukan pekerjaan yang mereka lakukan, yang membunuh orang-orang ini.

Ada kedamaian dan kepuasan hati dalam pelayanan Kristus. Saat Ia hendak meninggalkan para muridNya, Ia membuat janji perpisahan ini:

“Damai sejahtera Aku tinggalkan bersamamu, damai sejahtera Kuberikan kepa- damu: bukan seperti yang dunia berikan, apa yang Aku berikan padamu.”

Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya. Ibrani 6:11.

 

-Suara Hati Nurani, Hlm. 153 –


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *