PRINSIP TIDAK AKAN DIKORBANKAN UNTUK MENDAPAT DAMAI SEJAHTERA

Renungan Harian

Hidup oteh Prinsip, Bukan oleh Kecenderungan Hati

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Yohanes 14:27

Sampai akhir zaman di dunia ini akan selalu terdapat dua golongan manusia—orang-orang yang percaya kepada Yesus, dan orang-orang yang menolak Dia. Orang-orang berdosa, betapapun jahatnya, jijiknya dan busuknya, oleh iman kepadaNya akan disucikan, dibersihkan dengan melakukan firmanNya. . . . Mereka yang menolak Kristus dan tidak mau meyakini kebenaran akan dipenuhi dengan kebencian terhadap mereka yang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi. Akan tetapi mereka yang menerima Kristus dihancurkan dan ditaklukkan oleh bukti-bukti kasihNya dan kerendahan hatiNya, menderita, dan mati demi kepentingan mereka. . . .

Damai sejahtera yang diberikan Kristus kepada murid-muridNya, dan untuk mana kita berdoa, adalah damai sejahtera yang lahir dari kebenaran, suatu damai yang tidak akan dipadamkan sebab perpecahan. Di luar mungkin akan timbul perang dan perkelahian, kecemburuan, dengki, kebencian, perselisihan; dan damai sejahtera dari Kristus bukanlah yang diberikan atau yang diambil oleh dunia ini. Damai sejahtera itu dapat tahan di tengah-tengah buruan mata-mata dan di tengah-tengah perlawanan musuh-musuhNya yang paling gaIak . . . Kristus sejenak pun tidak terdesak berusaha membeli damai sejahtera dengan suatu pengkhianatan terhadap kepercayaan yang kudus. Damai sejahtera tidak akan diperoleh melalui kompromi dengan prinsip. . . . Sikap seperti itu merupakan kesalahan besar pada pihak anak-anak Allah yang berusaha menjembatani jurang yang memisahkan anak-anak terang dengan anak-anak kegelapan dengan jalan mengorbankan prinsip, mengadakan tawar-menawar dengan kebenaran. ltu berarti mengorbankan damai sejahtera Kristus hanya sekedar untuk berbasa-basi dengan dunia ini. Bagi anak-anak Allah pengorbanan yang demikian terlalu mahal, mengorbankan prinsip kebenaran hanya sekedar berdamai dengan dunia. . . . Biarlah para pengikut Kristus menentukan dalam pikiran mereka bahwa mereka tidak akan pernah menawar-nawar kebenaran, tidak akan pernah mengorbankan satu titikpun dari prinsip itu demi dunia ini. Biarlah mereka berpegang teguh pada damai sejahtera Kristus itu.

Hidupku Kini, hal. 79

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *