Sebuah Pencarian Gereja Yang Benar

Sebuah Pencarian Gereja Yang Benar

Bank Pustaka


the truftOleh: Joe Crews
Sebuah Pencarian

Adakah sebuah gereja yang sejati di dunia ini sekarang? Dan jika ada, bagaimanakah cara mengenalinya? Dari seluruh pertanyaan di hadapan seorang pencari kebenaran modern, ini tentunya adalah yang paling merepotkan dan membingungkan. Suara-suara yang bertentangan dari segala penjuru menyatakan bahwa mereka memiliki jawabannya. Denominasi-denominasi, sekte-sekte, dan kultus-kultus membuat pernyataan lantang berdasarkan interpretasi emosional akan ayat-ayat Alkitab yang tersendiri.

Orang Kristen rata-rata sekarang sudah begitu muak dengan sesumbar yang berlebihan sehingga banyak sudah menghilangkan kemungkinan bahwa “gereja sejati” apa saja dapat benar-benar ada. Yang lain mempertanyakan syarat yang mana gereja mana saja dapat diuji dan dinilai sebagai “lebih sejati” dari yang lain.

Sangatlah penting untuk menyadari bahwa tidak ada gereja yang dapat dibuktikan lebih unggul karena anggota-anggotanya didapati tanpa dosa. Manusia adalah manusia, dan semua memiliki kerapuhan yang sama dari sifat manusia. Tetapi, adalah benar juga bahwa setiap orang Kristen memiliki akses kepada kuasa Tuhan yang dahsyat yang sama untuk mengatasi kerapuhan-kerapuhan itu. Sebab itu, setiap gereja sekarang ini pastilah dibentuk dari pribadi-pribadi, yang berada pada tingkatan berbeda-beda dari penyucian pribadinya. Gandum dan lalang akan masih bercampur bersama, dan tidak ada gereja yang terbentuk dari suatu umat yang seluruhnya sempurna.

Tetapi pertanyaannya tetap ada: Adakah suatu cara yang absah untuk mengenali gereja yang paling dekat kepada ukuran kebenaran yang alkitabiah? Beberapa merasa bahwa nama organisasi yang khusus akan menunjukkannya sebagai gereja yang benar. Jelas saja, ini tidaklah mungkin menjadi ujian yang akurat, karena pemilihan sebuah nama tidak menyatakan apapun tentang sifat kerohanian dari gereja itu. Pernyataan yang dangkal seperti itu hanyalah akan melemahkan pencari-pencari kebenaran yang rajin.

Haruslah nyata kepada semua bahwa jika Tuhan memiliki sebuah gereja yang istimewa di dunia sekarang ini, Dia akan menyatakannya dengan jelas dan eksplisit dalam Firman-Nya yang Kudus. Informasi itu haruslah dibesut dalam bahasa yang menarik penalaran manusia dan harus berisi lebih dari pada sekedar hal-hal umum  atau siratan yang kabur.

Saya enggan untuk membuat pernyataan apapun tentang apa yang anda akan sementara baca, meskipun saya tahu dengan jelas bahwa itu akan merevolusi hidup anda. Jangan mengamati selintas atau membaca singkat materi yang berikut-berikut ini. Saya hanya meminta supaya anda mempelajarinya dengan penuh doa dan pikiran yang terbuka. Lalu timbanglah ini berdasarkan Kitab Suci dan keyakinan rohani anda sendiri. Jika ini adalah kebenaran, Roh Kudus akan menuntun anda ke dalam suatu kesadaraan yang penuh sukacita atasnya. Perasaan pribadi saya adalah bahwa anda akan mendapati pengalaman ini menjadi sebuah petualangan yang paling seru yang anda pernah miliki dalam Firman Allah.

Perjalanan kita mecari kebenaran akan berfokus kepada pasal keduabelas dari kitab Wahyu. Waktu dan tempat yang terbatas tidak memungkinkan untuk suatu pembelajaran yang menyeluruh, tetapi dua prinsip akan mendapatkan prioritas – akurasi dan kesederhanaan. Lebih dari seribu dua ratus tahun sejarah harus ditangani hanya sepintas saat kita mengikuti kisah yang menggairahkan tentang gereja yang sejati sampai pada klimaks mengejutkannya. Bukti-bukti meneguhkan lebih lanjut atas bagian sejarah dari nubuatannya tersedia dalam buku saya yang berjudul “The Beast, the Dragon, and the Woman” (Binatang, Naga, dan Wanita).

Wanita Melambangkan Gereja

Wahyu 12 pada dasarnya adalah catatan kisah tentang seorang wanita yang cantik berselimutkan matahari dan keturunan-keturunannya. “Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan dibawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya” (Wahyu 12:1)

Di sini kita diperkenalkan kepada salah satu simbol yang paling dikenal dalam Alkitab. Baik dalam Perjanjian Lama dan Baru, Tuhan melambangkan umat-Nya dengan seorang perempuan. Sebagai mempelai pria, Dia menikah dengan Gereja. Paulus menulis kepada umat di Korintus, “Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus” (2 Korintus 11:2).

Di sepanjang Alkitab kita dapat mengikuti catatan dari perlambangan ini. Tuhan berkata dalam Perjanjian Lama, “Adakah puteri Sion sama seperti padang (wanita) yang paling disukai” (Yeremia 6:2). Dan lagi, “Dan berkata kepada Sion: Engkau adalah umat-Ku” (Yesaya 51:16). Gereja disebut sebagai Sion dan Tuhan membandingkannya dengan seorang wanita yang cantik. Dalam Perjanjian Lama, Israel adalah bangsa pilihan yang sering digambarkan sebagai dalam pernikahan dengan Tuhan.

Dalam Perjanjian Baru, Israel sejati Tuhan tidak lagi berupa sebuah bangsa tetapi sebuah gereja berisi orang Yahudi dan bangsa-bansa lain yang menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka. Karena itu, wanita dalam Wahyu 12 menerangkan kepada kita sebuah gambaran kisah dari gereja pada masa Kristus. Pakaian dari sinar matahari melambangkan Perjanjian yang Baru dari kasih karunia yang mulia, dan dua belas bintang-bintang melambangkan dua belas rasul. Bulan di bawah kakinya menunjukkan kemuliaan Perjanjian yang Lama yang mulai hilang dalam hadirat dari Anak Domba Allah yang sejati.

Sekarang dimulai bagian yang serunya! Kita akan mengikuti penyingkapan masa depan dari gereja yang sejati dari Yesus Tuhan kita. Ayat-ayat berikutnya secara nyata menggambarkan alur dari kebenaran sepanjang masa. Kita mau mengetahui dimana wanita itu dapat ditemukan SEKARANG! Jangan kehilangan selangkah pun dari nubuatan saat kita menapaki jatuh-bangunnya dari gereja yang sejati sampai kepada hari ini!

Hal pertama yang kita dapati adalah bahwa wanita itu sementara akan melahirkan seorang bayi. “Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota… Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya” (Wahyu 12:2-5).

Siapakah anak laki-laki ini yang ditakdirkan untuk memerintah semua bangsa dan yang dibawa naik ke surga? Hanya satu orang yang dapat memenuhi ciri-ciri ini – Yesus Kristus. Dan siapakah perlambangan dari pada naga ini, yang mencoba membunuh Kristus pada kelahiran-Nya? Adalah Herodes, perwakilan Roma, yang mengirim perintah agar semua bayi berumur dua tahun kebawah dibantai. Biasanya, naga digunakan sebagai lambang dari Setan, tetapi pada kasus ini, iblis bekerjasama begitu dekat dengan kekuasaan Roma untuk membunuh Yesus sehingga naga itu juga melambangkan Roma.

Bagaimanakah Yesus lolos dari perintah mengerikan Herodes? Yusuf dan Maria diperingati akan bahaya tersebut dalam sebuah mimpi dan kabur ke Mesir dengan sang bayi. Kemudian, setelah kematian tiran itu, mereka kembali dan menetap di kota Nazaret.

Meski pun iblis digagalkan dalam rencana awalnya untuk membunuh Yesus, ia tidak meninggalkan tujuannya. Berulang kali, ia mencoba untuk mengambil nyawa Yesus, dan akhirnya, ia berhasil membawanya kepada pengadilan yang merupakan olok-olokan itu dimana ia disiksa, disalibkan, dan dikubur. Tetapi kubur tidak dapat menahan Anak Allah, dan pada hari yang ketiga Ia keluar dari makam. Kemudian, Ia naik kepada Bapa-Nya di surga.

Penganiayaan Gereja

Dengan tidak ada akses yang langsung kepada Yesus, naga itu (Roma) sekarang mengalihkan kemarahannya kepada pengikut-pengikut Kristus, gereja: “Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu” (Wahyu 12:13).

Kata-kata ini hanya memberikan sedikit petunjuk akan kengerian daripada kekerasan yang dilepaskan terhadap gereja kerasulan. Pada kenyataannya semua dari murid yang mula-mula dan pemimpin-pemimpin gereja mati sahid untuk iman mereka. Kaisar-kaisar pagan yang kejam mengubah arena olahraga dan coliseum menjadi panggung kematian bagi mereka yang mengikuti injil yang benar.

Segera Roma paganisme menyerah kepada Roma kepausan, dan penganiayaan berlanjut dengan kuasa yang lebih besar. Jutaan mati dalam inkuisisi yang mengerikan yang mencoba untuk memusnahkan semua perlawanan terhadap sistem kepausan. Para sejarawan mengira-ngira bahwa selama Abad Kegelapan lebih dari lima puluh juta orang menyerahkan nyawa mereka dari pada menyerahkan iman Protestan mereka.

Tapi marilah kita melanjutkan kisah stragis dalam garis besar nubuatan kita. Wahyu 12:14 menceritakan kepada kita apa yang gereja yang sejati lakukan saat tekanan penganiayaan menanjak sampai pada klimaksnya: “Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.”

Untuk meloloskan diri dari kepunahan, pengungsi Protestan yang setia melarikan diri jauh ke pegunungan dan lembah Alpine dan bertahan pada doktrin sejati yang diberikan oleh Yesus. Satu buku Kisah yang lain dapat dituliskan mengenai kepahlawanan dari kaum Waldensia, Huguenot, dan Albigensia yang menolak untuk menyerahkan iman mereka selama abad-abad dari penindasan yang ganas itu. Allah berperkara bagi mereka, dan kadang-kadang tentara pengejar Roma dihambat jalurnya oleh longsor salju dan batu yang misterius. Pada waktu-waktu lain, sungai-sungai pegunungan itu dibuat merah oleh darah dari para umat yang setia itu yang memateraikan pengabdian mereka atas kebenaran dengan hidup mereka. Nubuatan Wahyu memberikan gambaran simbolis dari usaha-usaha yang mati-matian yang dibuat untuk membinasakan umat Kristen minoritas itu yang sekarang dalam persembunyian demi kelangsungan hidup mereka: “Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu” (Wahyu 12:15).

Berapa lama gereja yang benar itu harus tinggal tersembunyi di luar pandangan dalam padang gurun? Nubuatan menyatakan itu akan selama “satu masa, dua masa, dan setengah masa.” Betapa misterius! Apa yang dimaksudkan oleh penggambaran yang aneh ini mengenai selang waktu ini? Kapan kah ini akan berakhir? Jawabannya ada dalam ayat 6: “Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.”

Sekarang gambarnya mulai jelas. Satu ayat mengatakan bahwa wanita itu akan tinggal di padang gurun selama 1,260 hari dan ayat lain mengatakan bahwa ia akan berada di sana selama “satu masa, dua masa, dan setengah masa.” Kedua selang waktu ini sama. Artinya bahwa sebuah “masa” haruslah berupa satu tahun dalam perlambangan nubuatan, “dua masa” adalah dua tahun, dan “setengah masa” adalah setengah tahun. Ketika kita menambahkan satu, dua, dan setengah, kita mendapatkan tiga setengah tahun. Dan itu sama dengan tepat 1.260 hari, dengan menggunakan perhitungan Alkitab bahwa 30 hari dalam satu bulan.

Ada satu lagi prinsip tafsiran nubuat yang harus diperhatikan di sini. Dalam nubuatan simbolis Alkitab satu hari selalu berarti satu tahun. Anda akan temukan kunci dari prinsip itu dalam Yehezkiel 4:6: “Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun.” Itu juga terletak di tempat lain dalam kata-kata ini: “… empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun” (Bilangan 14:34).

Mohon catat bahwa ini diterapkan hanya untuk nubuatan simbolis, dan tidak dapat digunakan pada bagian lain dari Kitab Suci. Satu hari dihitung sebagai satu tahun hanya dalam latar akan sebuah konteks nubuatan yang jelas. Ini menempatkan wanita dalam persembunyian padang gurunnya selama selang penuh dari 1.260 tahun harfiah.
Kesimpulan kita haruslah, jadi, bahwa gereja yang sejati tidak dapat muncul di dunia sampai akhir dari masa 1.260 tahun. Apakah hal yang seperti itu terjadi bagi umat sejati Allah? Berapa lamakah kekuasaan kepausan terus menganiaya doktrin-doktrin yang benar oleh penggunaan otoritas keagamaan-politiknya?

Di sini adalah titik yang menarik dalam sejarah. Pada 538M sebuah dekrit dari Kaisar Justinian mulai berlaku yang memberikan keutamaan kerohanian mutlak kepada gereja Roma. Perlahan, tirani keagamaan ini menggeser kepada persatuan dengan kekuasaan sipil sampai akhirnya raja-raja dipaksa untuk meminta izin dari paus sebelum mereka dapat memulai kekuasaan mereka. Wewenang ini tetap dilakukan sampai tahun 1798 ketika Eropa diguncang oleh Revolusi Perancis. Dalam pemberontakan berikutnya dari petani yang tertindas terhadap kepastoran yang memiliki hak-hak istimewa, paus ditangkap pada tahun 1978. Harta benda dari kepausan disita, dan pemerintahan Direktori Perancis mendekritkan bahwa tidak akan ada lagi Bishop Roma. Kekuasaan yang menindas dari kepausan berakhir tepat 1.260 tahun setelah itu diresmikan pada tahun 538 M.

Tiga Tanda dari Gereja yang Sejati

Ini membawa kita kepada pengamatan yang paling penting: GEREJA YANG SEJATI TIDAK DAPAT MUNCUL DI DUNIA SAMPAI SETELAH TAHUN 1798. Gereja tersebut harus tinggal dalam persembunyian sampai akhir dari 1.260 tahun, dan bahwa masa itu berakhir pada tahun 1798. Kita miliki di hadapan kita sekarang salah satu tanda yang paling menakjubkan untuk mengenali gereja yang sejati. Itu bukanlah berdasarkan suatu perasaan emosional atau atas sebuah tafsiran yang dipaksakan dari satu ayat Alkitab. Ini berakar pada wahyu nubuatan dari suatu masa waktu yang spesifik yang dapat diperiksa oleh sejumlah catatan sejarah. Wanita (gereja) itu sederhananya tidak dapat muncul sampai kuasa yang mengekang dari perlawanan kepausan sudah disingkirkan. Kejadian yang dinubuatkan itu terjadi tahun 1798, dan kebenaran yang sudah ditutupi pakaian berkabung sekarang mulai keluar dari ketidakjelasan, segera muncul sebagai umat sisa yang mulai dari wanita itu.

Sekarang kita dibawa kepada sebuah penggambaran langsung dari wanita itu saat ia akan muncul di hadapan dunia beberapa waktu setelah tahun 1798: “maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Wahyu 12:17).

Ayat ini adalah salah satu yang paling penting yang perlu didapati dari seluruh Alkitab. Tidak ada tempat lain yang begitu singkat menggambarkan umat sisa zaman akhir dari iman kerasulan yang mula-mula seperti yang sudah disimpan sepanjang zaman. Di sini adalah definisi verbal aktual dari gereja bagi zaman sekarang. Ini adalah sangat penting sehingga kita akan menganalisa setiap kata dengan tujuan untuk mendapatkan seluruh artinya. Jika gereja yang sejati dapat ditemukan sama sekali dalam Alkitab, ini adalah ayat yang dapat menyatakannya.

“NAGA ITU…” Siapakah sang naga? Tidak akan ada pertanyaan lagi pada titik ini. Dalam Wahyu 12:9 sang naga disebut “Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia.”

“MAKA MARAHLAH…” Apakah artinya itu? “Marah” (Wroth) adalah kata Inggris Kuno bagi “murka.” Itu secara sederhana bahwa Setan sedang marah. Kepada siapakah ia marah? “MARAHLAH…KEPADA PEREMPUAN ITU…” Siapakah sang perempuan? Kita sudah mendapati bahwa ia adalah gereja kerasulan yang sejati, yang mewakili pengajarang agung dan asli dari Yesus. “LALU PERGI MEMERANGI KETURUNANNYA YANG LAIN…” Di sini adalah sebuah kata baru yang diperkenalkan ke dalam gambaran ini. Setan akan pergi memerangi KETURUNAN dari gereja yang sejati. Apakah keturunan/umat yang sisa itu? Ini adalah potongan akhir dalam sebuah gulungan kain. Itu seperti potongan pertama yang berasal dari gulungan, tetapi adanya pada bagian yang paling akhir dan selalu sebuah potongan yang kecil.

Apa yang ini katakan mengenai keturunan dari perempuan itu? Itu adalah bagian terakhir dari gereja yang sejati, pada ujung akhir zaman, yang akan bertahan pada doktrin-doktrin yang sama persis dengan gereja kerasulan yang mula-mula. Tetapi marilah kita lanjutkan.

“YANG MENURUTI HUKUM-HUKUM ALLAH…” Hukum-hukum yang manakah yang dirujuk di sini? Ini menunjuk kepada hukum moral agung yang dituliskan oleh jari Allah pada loh batu. Sepuluh Hukum memantulkan karakter Allah, menunjukkan kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan membentuk dasar dari seluruh moralitas dan penyembahan sejati.

Di sini kita dihadapkan dengan tanda menarik kedua dalam mengenali gereja yang sejati. Bukan hanya itu harus timbul beberapa waktu setelah tahun 1798, tetapi dengan wewenang Firman Allah, gereja itu akan haruslah memelihara SEMUA dari Sepuluh Hukum Allah.

Tetapi sekarang marilah kita menyelesaikan bacaan ayat yang fantastis ini. “DAN MEMILIKI KESAKSIAN YESUS KRISTUS.” Di sini adalah karakteristik lain dari keturunan yang sejati. Bukan saja gereja zaman akhir ini akan timbul setelah tahun 1798 dan memelihara seluruh Sepuluh Hukum, tetapi akan memiliki kesaksian Yesus. Tetapi apakah kesaksian Yesus itu? Itu adalah frase yang tidak biasa, dan kita perlu lebih dari hikmat manusia untuk menyingkap maknanya.

Perhatikan bagaimana Alkitab secara spesifik mendefinisikan istilah ini bagi kita. Jika ayat ini benar-benar memuat jantung dari kebenaran yang sejati bagi kita, Firman Allah harus mengklarifikasi setiap bagian dari padanya. Definisi ini disediakan oleh firman dari seorang malaikat yang dikirim dari surga untuk menjelaskannya kepada Yohanes. “Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat” (Wahyu 19:10).

Itu dia! Kita tahu sekarang tanpa ragu lagi bahwa kesaksian Yesus adalah ROH NUBUAT. Dan ini adalah tanda besar ketiga untuk mengenali gereja akhir zaman yang sejati!

Coba saya tanya anda sesuatu: Apakah semangat yang bergairah timbul pada anda saat pernyataan-pernyataan alkitabiah yang sederhana ini merumus kepada rahasia yang paling dicari dalam Firman Allah? Kita semakin mendekat dan mendekat dalam mengenali umat khusus Allah pada zaman kita dan pekabaran khusus mereka. Dan kita melakukannya dengan membiarkan Alkitab untuk membuat pengenalannya. Kita tidak memalsukan satu pun dari tiga karakteristik definitif ini. Tidak ada seorang pun yang dengan jujur dapat menentang penerapan mereka kepada gereja zaman akhir dari Yesus Kristus. Gereja yang umat yang sisa itu akan harus memiliki ketiga dari tanda alkitabiah identitasnya:

1.    MUNCUL SETELAH 1798
2.    MEMELIHARAH SELURUH SEPULUH HUKUM
3.    MEMILIKI ROH NUBUAT

Saya tahu bahwa ada beberapa yang sudah mereka-reka akan tanda yang ketiga itu. “Roh nubuat” adalah sama tidak dapat dimengertinya dengan “kesaksian Yesus.” Tetapi bertahanlah dengan saya dan kita akan mendapatkan penjelasan dari poin itu segera.

Karakteristik Pengenalan yang Keempat

Sekarang saya mau menambah tanda penting keempat dari pengenalan ini dalam daftar kita. Kita sudah menemukan bahwa gereja ini adalaha potongan terakhir dan ujung dari sejarah kebenaran. Gereja ini akan menyatakan pekabaran terakhir dari Allah sebelum Yesus kembali. Bahkan, jika Allah memiliki suatu jenis nasehat atau peringatan khusus bagi dunia pada zaman akhir, Dia tentunya akan memberikan pekabaran itu melalui gereja zaman akhir yang sisa milik-Nya. Saya pikir kita semua dapat melihat penalaran dari kesimpulan ini.

Apakah Allah benar-benar memiliki pekabaran seperti itu, dan dapat dikenali secara jelas dalam Alkitab? Yesus menunjukkan bahwa pemberitahuan akan sebuah kebenaran yang khusus akan dengan segera mengawali penutupan sejarah umat manusia. Dengarkanlah firman-Nya: “Dan injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Matius 24:14).

Tanda terakhir dari kedatangan Kristus adalah pemberitaan yang mendunia akan “injil kerajaan.” Setelah itu, tibalah kesudahannya. Sekarang ikuti saya dengan seksama. Yohanes sang Pewahyu sesungguhnya melihat dalam khayal penggenapan akan kata-kata Kristus. Ia menulis, “terbang6Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring…” (Wahyu 14:6-7).

Beberapa ayat berikutnya menggambarkan dengan tepat apakah isi dari pemberitaan khusus injil terakhir itu. Kemudian segera sesudah itu Yohanes berkata, “Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya… Dan Ia, yang duduk di atas awan itu mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah (Wahyu 14:14-16).

Apakah anda menangkap hal itu? Kesudahannya datang segera setelah pekabaraan“injil” yang khusus ini sudah dibawakan kepada setiap bangsa di bumi. Yesus mengatakan hal yang sama, “injil ini… akan diberitakan di seluruh dunia … sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Saya menyampaikan kepada anda bahwa apapun pekabaran ini, ini haruslah yang paling genting dan mendesak yang telinga manusia pernah dengar. Baik Yohanes maupun Yesus mewartakan bahwa setelah selesainya itu akan membawa kepada kerajaan Kristus yang mulia.

Dapatkah kita mengetahui apa yang akan terkandung dalam peringatanan terakhir itu? Yohanes menyebutkannya dengan sangat sederhana sehingga tidak ada seorangpun yang perlu ragu. “dan ia berseru dengan suara nyaring, “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya” (Wahyu 14:7). Perhatikan bahwa satu bagian dari panggilan terakhir Allah ini akan mengumumkan bahwa penghakiman sudah di mulai. “TELAH TIBA,” bukan, “akan tiba.” Kita harus melihat dan mendengar akan pemberitaan pekabaran sebelum kedatangan kepada seluruh bangsa di bumi.

Bagian berikut dari pekabaran malaikat yang pertama adalah ini: “dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air” (Wahyu 14:7). Apakah itu terdengar tidak asing? Seharusnya lah begitu, karena itu dikutip hampir kata per kata langsung dari hukum yang keempat dari sepuluh hukum, yang dengan kuat menyatakan bahwa Sabat akan menjadi sebuah bagian dari pewartaan “injil” yang harus disampaikan ke seluruh dunia sebelum kesudahannya.

Bagaimanakah anda menyembah Allah sebagai Pencipta? Tepat di jantung dari Sepuluh Hukum Allah menulis jawabannya: “Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” (Keluaran 20:11).

Penyembahan yang sejati bermula dari sebuah kesadaran akan kuasa penciptaan dan wewenang Allah, dan Sabat adalah tanda yang Allah sendiri dirikan bahwa Ia adlaah pencipta dari segalanya. Berulang kali di sepanjang Alkitab Allah menuntut penyembahan KARENA Ia menciptakan segala sesuatu. “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujiandan hormat dan kuasa; SEBAB ENGKAU TELAH MENCIPTAKAN SEGALA SESUATU” (Wahyu 4:11).

Allah menantang ilah-ilah palsu berulang kali karena mereka tidak dapat mencipta. “Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi… TUHANlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya” (Yeremia 10:11,12). “Dialah Allah… membentuk bumi dan menjadikannya.. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain” (Yesaya 45:18).

Hari Sabat diresmikan oleh Allah sebagai suatu pengingat agung – tanda atas kedaulatan wewenang-Nya sebagai satu-satunya Allah yang patutu disembah. Pencipta memulai suatu siklus yang sekonyong-konyong dari tujuh hari dalam satu pekan untuk menandai Sabat yang sejati, sehingga seluruh dunia akan tanpa alasan untuk mengetahui siapa yang harus disembah dan kapan. Demikianlah pekabaran malaikat pertama memanggil manusia untuk “sembahlah dia yang menjadikan langit dan bumi, dan laut” – sebuah panggilan untuk pemeliharaan Sabat yang sejati.

Pekabaran malaikat yang kedua dan ketiga yang digambarkan oleh Yohanes dapat dirangkum secara singkat: “Sudah rubuh Babel… Jikalau seorang menyembah binatang… dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah” (Wahyu 14:8-10). Berlawanan dengan pendapat kebanyakan orang, pemberitaan yang sederhana dan berani atas pekabaran binatang ini termasuk di dalam injil kekal kerajaan Allah. Bahkan peringatan terhadap tanda binatang akan dibawa kepada segala bangsa, suku, bahasa, dan kaum. KEMUDIAN TIBALAH KESUDAHANNYA!

Kita sekarang siap untuk menambahkan karakteristik keempat kepada ketiga yang lain dlaam daftar. Gereja sisa yang sejati pada akhir zaman tentulah akan dipakai Allah untuk membawa pekabaran peringatan terakhir-Nya kepada seluruh penghuni planet bumi. Pekabaran itu akan meliputi (a) saat penghakiman sudah tiba, (b) penyembahan Sabat yang sejati, (c) rubuhnya Babel rohani, dan (d) tanda dari binatang.

Ini melengkapkan rangkaian karakteristik yang menakjubkan dari gereja sejati masa kini:

1.    MUNCUL SETELAH 1798
2.    MEMELIHARAH SELURUH SEPULUH HUKUM
3.    MEMILIKI ROH NUBUAT
4.    MEMBERITAKAN PEKABARAN TIGA MALAIKAT (Wahyu 14) DALAM SKALA YANG MENDUNIA

Dapatkah setiap orang yang berpikir menjadi acuh terhadap apa yang sudah kita termukan sejauh ini? Kita memiliki dalam tangan kita sekarang ini kunci untuk membuka salah satu rahasia rohani yang paling fantastis di dunia. Allah sudah memusatkan seluruh petunjuk-petunjuk dalam satu pasal nubuatan yang luar biasa dari Wahyu ini. Lihatlah kepada tanda-tanda pengenalannya. Ini adalah daftar milik Allah, bukan milik saya. Saya hanyalah mengangkat mereka dari lembaran-lembaran inspirasi dari Kitab Allah. Apa yang mereka katakan mengenai gereja yang sejati hari ini?

Pertama-tama, itu tidaklah dapat muncul sebelum tahun 1798. Ini menghapus kebanyakan dari gereja-gereja Protestan yang besar dan tenar di  dunia. Praktisnya seluruh dari mereka dibentuk sebelum tahun 1798. Kedua, itu haruslah sebuah gereja yang memelihara seluruh Sepuluh Perintah. Pada pandangan pertama ini sepertinya adalah ujian yang lemah dalam menemukan gereja yang benar. Tentunya semua dari mereka akan mengajarkan dan mempraktekan ketaatan kepada hukum moral dari Allah – atau benarkah mereka demikian? Faktanya adalah bahwa sangat sedikit dari denominasi kontemporer yang bahkan berani mengaku memelihara seluruh Sepuluh Hukum. Kebanyakan dari mereka mengakui dengan bebas bahwa mereka tidak memelihara Sabat hari ketujuh yang diperintahkan oleh hukum keempat. Mereka memelihara hari pertama dalam pekan gantinya hari Sabat.

Roh Nubuat

Dibawah ilham Allah, Yohanes menyatakan bahwa keturunan dari perempuan itu akan memiliki “kesaksian Yesus.” Karena istilah ini sedikit banyak rancu, Yohanes kemudian memberikan klarifikasi yang masih juga tetap meninggalkan pertanyaan. Ia mengatakan bahwa “Kesaksian Yesus adalah roh nubuat” (Wahyu 19:10).

Paling tidak itu sudah bergerak ke arah yang benar, tetapi kita sekarang harus menemukan apa yang Yohanes maksudkan dengan istilah itu, “roh nubuat.” Apa pun juga itu, itu berada dalam urutan yang tinggi di mata Allah, karena Ia menunjuknya sebagai salah satu cara untuk mengenali gereja-Nya yang sejati dalam zaman akhir.

Gambarannya mulai menjadi jelas ketika kita menelaah konteks keseluruhan dari pernyataan tersebut. Seorang malaikat muncul di hadapan Yohanes, dan Yohanes rebah ke tanah karena takjub dan penghormatan. Kata sang Pewahyu, “Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah eberbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat” (Wahyu 19:10). Dalam ayat ini, mohon perhatikan siapakah yang digambarkan sebagai memiliki kesaksian Yesus, atau roh nubuat. Hanya “saudara-saudara” Yohanes yang disebut memilikinya. Sekarang kita harus mencari informasi lebih lanjut tentang siapakah saudara-saudara Yohanes itu. Firman tidak mengecewakan kita. Dalam Wahyu 22:8,9 Yohanes mengulangi kisah dari sang malaikat dan menambahkan sedikit rincian. “Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi … Sembahlah Allah!” Saudara-saudara Yohanes adalah para nabi, dan mereka sajalah yang disebut memiliki roh nubuat.

Seketika, seluruh teka-tekinya terpecahkan. Mereka yang memiliki roh nubat adalah para nabi sendiri. Jika sekadar mengetahui nubuatan dan memberitakannya dapat disebut sebagai “roh nubuat,” maka banyak dari pengajar-pengajar dan penginjil-penginjil modern dapat memenuhinya. Tetapi Alkitab membuatnya sangatlah jelas bahwa ini adalah kemampuan riil untuk bernubuat. Dengan kata lain, ini adalah karunia bernubuat. Hanya para nabi yang memilikinya.

Fakta ini disokong oleh rasul Paulus. “Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal; dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus (roh nubat), yang telah diteguhkan di antara kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan pernyataan Tuhan kita Yesus Kristus (1 Korintus 1:5-7).

Disini kesaksian Yesus disebut sebagai sebuah “karunia” atau kemampuan dalam umat-Nya di bumi. Dan implikasinya sangatlah kuat bahwa karunia itu akan bekerja pada saat kembalinya Juruselamat kita.

Dengan pandangan yang diilhamkan dari Paulus kita kembali kepada wilayah yang lazim lagi. Kita tidak memiliki masalah dengan istilah “karunia nubuatan.” Surat-surat Perjanjian Baru dipenuhi dengan rujukan kepada semua karunia-karunia rohani, termasuk karunia nubuatan. Paulus mengatakan kepada jemaat di Efesus tentang bagaimana karunia-karunia itu diberikan: “Tatkalah Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” (Efesus 4:8).

Sedikit komentar diperlukan di sini. Ini adalah fakta yang dikenal luas bahwa ketika Yesus kembali ke surga Ia meninggalkan suatu “karunia” khusus yang tertentu atau kemampuan-kemampuan dalam umat-Nya di bumi. Bahkan, mereka disebutkan: “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabinabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar” (Efesus 4:11).

Untuk alasan apakah Yesus memberikan orang-orang tertentu dalam gereja dengan karunia rohani yang tepat? “Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Efesus 4:13).

Jika bahasa memiliki makna apa pun, kata-kata ini menyampaikan satu pemikiran dengan sangat jelas. Seluruh karuna yang Kristus tempatkan dalam gereja-Nya adalah untuk terus dierjakan sampai akhir zaman. Mereka perlu membawa gereja sampai kepada kesempurnaan dan kepenuhan akan Kristus.

Apakah kita berani menanyakan pertanyaan berikutnya yang sangat jelas? Kemana kah karunia-karunia itu sekarang? Jika mereka ditujukan bagi Tuhan kita untuk melakukan pekerjaan menyucikan mereka sekarang ini pada akhir zaman, maka mereka haruslah dpaat dilihat sedang bekerja dalam gereja-gereja di sekeliling kita. Marilah menyelediki apakah mereka memang demikian. Apakah kita mendapati pengajar-pengajar di kebanyakan gereja sekarang? Jawabannya adalah ya. Bagaimana dengan pendeta dan penginjil? Praktisnya seluruh denominasi memiliki mereka. Apa yang dapat kita katakan mengenai rasul-rasul? Karena arti dari kata ini secara harfiahnya adalah “misionaris,” (diambil dari kata Yunani yang berarti “seseorang ang diutus”), sekali lagi kita dapat mengatakan bahwa kebanyakan gereja modern memenuhi karunia khusus ini.

Sejauh ini baik. Tetapi kita memiliki satu penyelidikan lagi – bagaimana dengan para nabi? Dari bagian-bagian yang paling rohani tidak ada jawaban yang siap sedia bagi pertanyaan ini. Praktisnya tidak ada gereja yang menuntut bahwa hal seperti itu sudahlah menjadi bagian dari pelayanannya.

Tetapi kenapa? Jika karunia-karunia yang lain juga dibutuhkan, mengapa para nabi tidak diperlukan juga? Tentu nya dianggap demikian dalam gereja mua-mula. Bahkan, semua karunia rohani sementara tampak nyata, sesuai dengan buku Kisah Para rasul. “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu Barnabas dan Simeon…” (Kisah 13:1) Di sini kita memiliki bukti bahwa dua dari karunia-karunia, pengajar dan nabi-nabi, adalah bagian dari jemaat di Antiokhia. Kemudian dalam Kisah 21:9 Kita membaca bahwa “seorang pria memiliki empat anak dara yang beroleh karunia untuk bernubuat.” Perhatikan bahwa keempat perempuan dalam satu keluarga ini ditunjuk oleh Roh untuk menjadi nabiah-nabiah. Mereka memiliki roh nubuat.

Kenapa Para Nabi Menghilang dari Gereja?

Sangatlah jelas bahwa semua karunia-karunia itu bekerja dengan setara pada zaman kerasulan dan segera sesudahnya. Tetapi mengapakah karunia nubuatan sepertinya lenyap dari pandangan setelah dua atau tiga ratus tahun masa Kekristenan? Kita tidak memiliki catatan yang sama sepanjang zaman-zaman seperti yang kita miliki mengenai karunia-karunia yang lain. Mengakaha kita tidak mendapati nabi-nabi di semua gereja-gereja sekarang ini bersama-sama dengan pendeta-pendeta, pengajar-pengajar, dll?

Kita tidak berani menghindari pertanyaan itu sama seperti begitu banyak jutaan orang Kristen yang sementara lakukan. Firman Allah menjawab perihal ini secara langsung dan tidak menahan-nahan diri dalam prosesnya. Adalah sungguh mudah untuk melihat mengapa kebanyakan gereja-gereja mencoba untuk mengabaikan ketidakhadiran dari karunia ini di tengah-tengah mereka, khususnya ketika kita menemukan alasan bagi ketidakhadirannya.

Periode sesudah kerasulan itu bukanlah kali pertama roh nubuat dicabut dari antara umat Allah. Nyatanya adalah Allah menghadapi gereja pada saat itu dengan cara yang sama yang Ia lakukan dalam menghadapi umat-Nya. Di sepanjang Perjanjian Lama Allah memimpin dan menuntun mereka melalui dua agen ilahi – hukum Taurat dan para nabi. Melalui nabi Yeremia Allah berbicara kepada bangsa Israel, “Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para Nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu… maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo dan Kkota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi” (Yeremia 26:4-6).

HUKUM TAURAT DAN PARA NABI! Keduanya berjalan bersama-sama. Bukan hanya mereka merujuk kepada tulisan-tulisan Kitab Suci, tetapi mereka juga merujuk kepada dua cara dari anjuran ilahi. “Peliharalah hukum-Ku dan dengarkanlah nabi-nabi-Ku” adalah tuntutan dari Allah. Dan catatan kudus menunjukkan bahwa jika mereka menolak salah satu dari agen ilahi itu, Allah juga akan mencabut yang lainnya juga, karena mereka sebenarnya sedang menolak kepemimpinan-Nya. Dalam banyak kesempatan bangsa Israel berbalik dari pada hukum Allah, dan mendapati bahwa suara kenabian disunyikan juga.

Yeremia menulis: “Tak ada petunjuk dari TUHAN, bahkan nabi-nabi tidak menerima lagi wayu dari pada-Nya” (Ratapan 2:9).Yehezkiel menuliskannya demikian: “Mereka akan menginginkan suatu penglihatan dari nabi, pengajaran hilang lenyap dari imam, dan nasihat dari tua-tua” (Yehezkiel 7:26). Sang orang yang berhikmat menuturkan prinsip yang sama: “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum (Amsal 29:18).

Dalam masa pemberontakan terbuka atas hukum-Nya, Allah menggunakan para nabi untuk menegur dan memanggil kembali, bukan untuk nasehat atau tuntunan. Ketika mereka berbalik dari hukum, mereka mengerti bahwa mereka juga melepaskan jalan lain satu-satunya yang olehnya mereka dapat menerima tuntunan ilahi. Dalam kemurtadannya Saul berseru, “Allah telah undur daripadaku. Ia tidak menjawab aku lagi, baik dengan perantaraan nabi maupun dengan mimpi” (1 Samuel 28:15).

Kita memiliki contoh yang sempurna akan hal ini dalam Yehezkiel 20:3 ketika bangsa itu datang untuk mencari petunjuk Allah. “Hai anak manusia, berbicaralah kepada tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Apakah kamu datang untuk meminta petunjuk dari pada-Ku? Demi Aku yang hidup, Aku  tidak mau kamu meminta ptunjuk dari pada-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” Mengapakah Dia tidak mau menjawab mereka dalam kasus ini? Ayat-ayat 11-13 memberi jawabnya: “Di sana Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka. Teapi kaum Israel memberotnak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketatapn-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar keudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka.”

Tentunya kita dapat melihat alasan Allah tidak memberikan tuntunan ilahi adalah karena mereka telah meninggalkan hukum-Nya dan mencemarkan Sabat-Nya. Itu adalah pelanggaran dari hukum keempat yang secara khusus menimbulkan amarah Allah.

Sekarang kita siap untuk menjawab pertanyaan mengenai para nabi di Perjanjian Baru, dan mengapa mereka telah menghilang setelah dua atau tiga abad. Apakah yang terjadi kepada hukum Allah pada saat yang bersamaan dengan menghilangnya karunia nubuatan dari gereja? Sejarah dari periode awal itu menunjukkan bahwa Sabat disingkirkan demi memilih hari paganisme dari matahari. Sebuah kompromi yang memalukan dengan penyembah matahari yang kafir telah membuka jalan kepada penolakan terbuka akan Sabat hari ketujuh yang sejati. Dan ketika ini terjadi, Allah melakukan tepat seperti apa yang Dia selalu lakukan sebelumnya ketika umat-Nya berpaling dari hukum kudus-Nya; Dia menarik tuntunan dari roh nubuat. Para nabi menghilang dari gereja. Ini membawa kita muka-dengan muka dengan sebuah pertanyaan yang menarik dan menantang. Adakah alasan untuk percaya bahwa ketika gereja memulihkan hukum dan mulai memelihara Sabat lagi, bahwa Allah juga akan memulihkan karunia nubuatan kepada gereja? Ini memimpin kita kembali kepada nubuatan dinamis dari Wahyu 12 dan gambaran Allah akan keturunan (umat sisa) yang sejati. Sekarang, untuk pertama kalinya, kita dapat melihat signifikansi penuh dari ayat yang ketujuhbelas itu: “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksia Yesus.”

Apakah anda melihatnya? Hukum, begitu lama ditelantarkan, kembali ke tempat yang seharusnya – di dalam gereja. Dan berdampingan dengan hukum adalah kesaksian Yesus, yang adalah roh nubuat. Pikirkanlah itu! Hukum dan para nabi kembali bersama lagi dalam potongan yang sisa terakhir dari gereja kerasulan Allah yang sejati! Seluruh karunia-karunia itu bekerja kembali seperti pada hari-hari sebelum kemurtadan.

Ingat bahwa yang sisa haruslah tepat seperti yang aslinya kecuali bahwa itu berada di bagian akhirnya, dan adalahsebuah potongan yang kecil. Nubuatan fantastis ini menyingkapkan bahwa akan ada pemulihan zaman akhir dari iman dari rasul-rasul. Sabat yang sama akan dipulihkan. Karunia-karunia yang sama dari roh akan ditunjukkan, dan semua doktrin kerasulan yang agung akan dilucuti dari pengaruh dari 1,260 tahun penyimpangan kepausan.

Sebuah gereja, disebut sebagai umat yang sisa, harus muncul di panggung beberapa waktu setelah tahun 1798. Gereja itu akan memulihkan dasar pondasi dari banyak generasi dengan memelihara hari Sabat, yang sama yang Yesus jadikan untuk manusia pada pekan penciptaan, dan Sabat yang sama yang Ia pelihara selama Dia ada di bumi. Dalam gereja itu akan ditunjukkan karunia nubuatan yang sejati. Di bawah urapan dari berkat dan kuasa rohani yang tidak biasa gereja yang sisa itu akan membawa pekabaraan peringatan terakhir khusus dari Wahyu 14 kepada seluruh bangsa di dunia. Seperti yang kita sudah temukan, injil mulia dari tiga malaikat ini meliputi penghakiman pada zaman sekarang, hari Sabat, kerubuhan Babilon, dan pekabaran binatang.

Gereja ini kembali diidentifikasi oleh Yohanes melalui kata-kata ini: “Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus” (Wahyu 14:12). Janganlah melewatkan fakta bahwa orang-orang kudus yang memelihara hukum ini dikuatkan untuk melakukan apa yang mereka lakukan hanya dengan mempercayai Yesus. Ketika anda menemukan mereka, mereka tidak akan memegahkan kebenaran mereka sendiri, atau bergantun kepada perbuatan-perbuatan baik mereka untuk menyelamatkan mereka. Di atas semua orang mereka akan memiliki hubungan pribadi yang penuh kasih dengan Juru Selamat yang mereka sembah. Penurutan mereka akan didasarkan hanya atas jasa dari kebenaran Kristus yang diperhitungkan dan diberikan. Mereka akan memelihara perintah-perintah karena mereka sudah diselamatkan oleh kasih karunia dan bukan untuk memperoleh jasa dengan Allah.

Pada saat ini anda mungkin berada dalam keadaan keingintahuan yang teratarik mengenai apakah ada gereja yang ada sekarang ini memenuhi persyaratan-persyaratan yang luar biasa yang dituturkan dalam Alkitab. Banyak yang mengaku sebagai gereja yang sejati, tetapi pengakuan mereka bukanlah berdasarkan atas tuntutan dari Firman Allah. Hanya mereka yang memnuhi keempat tanda spesifik yang dijabarkan dalam buku Wahyu dapat lolos untuk dipertimbangkan. Andai saja kita dapat mendapati hanya satu gereja di dunia sekarang ini yang memenuhi semua ujian alkitabiah ini. Dapatkah kita mengharapkannya untuk menjadi gereja yang sempurna dengan anggota-anggota yang tidak bercacat-cela dalamnya? Atau sebaliknya, itu tentunya akan terdiri dari pria dan wanita rata-rata, yang juga diliputi kekurangan sama seperti umat manusia lain. Itu haruslah adalah gereja yang relatif kecil untuk memenuhi syarat sebagai “umat sisa.” Yesus berkata bahwa jalan kebenaran adalah sempit dan “sedikit orang yang mendapatinya” (Matius 7:14). Lagi Dia menyatakan, “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia” (Lukas 17:26). Tidak seorang pun harus dikelabui oleh mempercai jumlah yang besar, mayoritas. Mereka yang diselamatkan akan sebanding dengan delapan jiwa yang dibawa masuk ke dalam bahtera pada saat air bah. Kebenaran tidaklah pernah populer, danitu akan bahkan lebih kurang lagi dalam zaman akhir dari kepelisiran sensual dan materialisme. Gereja yang sisa tidak akan didapati di antara gereja-gereja yang besar dan populer dengan gaya hidupnya yang bermewah-mewah. Kata Yesus, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku” (Matius 16 24).

Nasehat Paulus adalah: “Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan” (2 Korintus 6:17). Kepada Titus ia menuliskan, “Karna kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah… suatu umat kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Titus 2:11-14).

Ayat-ayat ini dan banyak ayat-ayat lain yang berhubungan sepertinya menunjukkan bahwa gereja sejati di akhir zaman akan dipandang oleh dunia dalam sikap yang sama seperti bagaimana Yesus dan para pengikutnya dianggap pada masa mereka. Karena umat yang sisa ini hanyalah sebuah lanjutan dari yang agung aslinya, ia akan dibenci oleh mayoritas, dihitung sebagai aneh, dan akhirnya, seperti gereja mula-mula, dianggap patut mati. Buku Wahyu menyingkapkan rencana mengerikan dari kekuasaan “binatang” akhir zaman untuk memaksakan sebuah tanda pada setiap pribadi, dan mereka yang tidak menerima tanda itu akan dihukum mati. Sama seperti yang mungkin anda kira pada titik ini, mereka yang menolak tanda binatang itu adalah mereka yang “menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus (Wahyu 14:12). Dengan kata lain, gereja yang sisa.

Lagi, haruslah ditekankan bahwa semua mereka yang termasuk dalam gereja yang sisa tidaklah serta merta akan diselamatkan. Seperti semua gereja-gereja yang lain, ini juga terdiri dari orang-orang biasa dan harus menjaga sebuah hubungan penyelamatan yang konstan dengan Yesus Kristus. Adalah tepat tanpa ragu bahwa akan ada umat yang selamat dan yang hilang dari seluruh denominasi dan sekte. Setiap orang akan dihakimi menurut kebenaran yang sudah dibukakan, dan bagaimana ia menaati apa yang sudah ia ketahui. Anggota-anggota dari gereja yang benar akan memiliki terang yang besar, dan mereka akan dihakimi sesuai hal itu. Banyak yang gagal dalam ujian, karena mereka bergantung kepada pengetahuan mereka akan kebenaran dan bukannya kepada jasa kebenaran kristus yang menyelamatkan. Inilah mengapa sangatlah mungkin bagi banyak orang bahkan dalam gereja “yang sisa” untuk terhilang. Orang-orang lain yang tidak memiliki terang sebesar itu akan diterima jika mereka mengenal Yesus dan berjalan dalam segala terang yang sudah disingkapkan.

Tetapi setelah membuat pengamatan-pengamatan itu, ita harus juga mengakui bahwa Allah memiliki sebuah gereja yang khusus dengan sebuah pekabaran istimewa yang dirancang sebagai “keturunan/umat yang sisa” dari perempuan itu. Akan muncul dekat kesudahannya, memegang doktrin-doktrin yang seperti dipegang oleh gereja kerasulan, memelihara seluruh Sepuluh Hukum (termasuk Sabat), memiliki karunia nubuatan, dan mewartakan Wahyu 14 ke seluruh dunia.

Apakah Ada Gereja yang Memenuhi Keempat Ujian Tersebut?

Adakah sebuah gereja di dunia sekarang ini yang memenuhi semua dari tuntutan dari tulisan-tulisan alkitabiah ini? Allah tidak membiarkan kita untuk bertanya-tanya. Dia telah membuat tanda-tandanya begitu unik dan jelas dan sederhana di dalam Alkitab sehingga semua dapat mengetahui apa yang harus diperhatikan. Apakah itu sulit untuk mencocokkan keempat tanda-tanda yang membedakan ini dengan ratusan nama-nama dan badan gereja yang membingungkan? Tidak sama sekali.

Berapa dari gereja-gereja tersebut muncul setelah tahun 1798? Sekumpulan minoritas kecil. Dan berapa banyak dari minoritas ini yang memelihara Sepuluh Hukum, termasuk Sabat? Sangat sedikit. Mereka dapat dihitung dengan jari dalam satu tangan. Berapa banyak dari yang sedikit ini juga memiliki roh nubuat? Dan terakhir, berapa banyak yang memberitakan pekabaran tiga malaikat dari Wahyu 14 kepada semua bangsa dan bahasa di bumi?

Penyaringan dan pemisahan ini sudah menuntun kita sampai kepada hanya satu gereja saja, percaya atau tidak. Adalah sebuah ketidakjujuran untuk membiarkan anda menggantung begitu saja dalam persimpangan ini, bertanya-tanya jika Allah telah menggambarkan sebuah gereja gabungan yang mustahil yang tidak dapat ada. Dari semua sistem gerejani yang ada sekarang ini, hanya ada satu yang sepenuhnya memenuhi syarat alkitabiah dari umat yang sisa.

Ini haruslah kesimpulan kita berdasarkan fakta sejarah dan bukan karena kita memiliki kepentingan dengan suatu gereja tertentu. Catatan ilham dari Wahyu 12 tidak memiliki kecenderungan emosional apa pun terhadap gereja mana pun yang ada. Seorang yang paling acuh pun haruslah sampai kepada kesimpulan yang sama setelah memeriksa gambaran penuh nubuatan. Ini tidak menyediakan ruang untuk bermegah atau berbangga. Rahasia ini tidaklah diungkapkan oleh manusia mana pun tetapi melalui Firman Allah.

Satu-satunya gereja yang memenuhi gambaran nubuatan dari umat yang sisa yang sejati adalah Gereja Masehi Adventh Hari Ketujuh. Muncul sekitar tahun 1844 pergerakan takdir ini memulai program pemulihan yang sudah diperkirakan atas kebenaran yang sudah hilang atau menyimpang selama Abad Kegelapan. Satu demi satu doktrin asli dari Kristus dan gereja mula-mula dikembalikan kepada terang dan keindahannya yang semula. Dengan diteguhkan kembalinya wewenang dari hukum dan hari Sabat, Allah melakukan apa yang dia sudah janjikan untuk lakukan: Dia memulihkan roh nubuat yang indah bagi gereja yang sisa ini. Karunia itu ditunjukkan melalui kehidupan dan pengajaran dari Nyonya Ellen G. White. Wanita muda ini, dengan hanya pendidikan sekolah dasar, menerima pewahyuan yang istimewa yang berlangsung dalam selang lebih dari enam dasawarsa. Dari pena yang diilhaminya tertuang lebih dari tujuh puluh buku-buku, banyak dari mereka yang diakui oleh kritisi sekuler tertinggi sebagai tanpa bandingan dalam bentuk dan isi.

Meskipun karunia nubuatan bekerja dalam cara yang penuh kuasa untuk memberikan dorongan terhadap pergerakan baru uni, itu diakui hanya sebagai “terang yang lebih kecil” terhadap wewenang kedaulatan dari Kitab Suci. Selaras dengan aturan Alkitab untuk “menguji setiap roh,” setiap manifestasi harus diuji oleh Firman Allah. “Carilah pengajaran dan kesaksian!” siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar” (Yesaya 8:20). Seandainya tulisan-tulisannya tidak setuju dengan Alkitab dalam setiap bagiannya, mereka akan ditolak sebagai kepalsuan, tetapi mereka berbicara dalam persetujuan yang sempurna dengan Kitab Suci. Tidak dalam jalan apa pun mereka dianggap sebagai bagian dari kanon kudus dari Kitab Suci. Walaupun diinspirasikan oleh Roh yang sama, mereka tidak menambah atau mengurangi dari Tulisan Kudus, tetapi seperti kaca pembesar mereka memperjelas keindahan dan kebenaran dari Firman.

Mungkin keheranan terbesar adalah bagaimana kemunculan dari gereja yang sisa, dalam penyediaan Allah, tertambat kepada doktrin yang sama yang terdapat dalam Wahyu 14 – yang disebutkan oleh Yesus dan Yohanes sebagai pekabaran terakhir – sebagai intisari dari pengajarannya. Tetapi ada sebuah mukjizat yang lain! Bagaimana mungkin gereja yang baru terbentuk itu, dengan hanya beberapa ratus anggota pada tahun 1860, menjangkau keluar dengan pekabarannya yang tidak populer dan menginjili setiap negara di dunia? Tetapi, itulah tepat yang sudah terjadi! Pekerjaan Masehi Advent Hari Ketujuh sudah berdiri di negara-negara yang mewakili hampir 100 persen dari populasi dunia. Dan setiap bagian dari doktrin unik dari Wahyu 14, termasuk penghakiman, hari Sabat, dan pekabaran binatang, sedang disaksikan kepada bangsa-bangsa tersebut.

Ada beberapa gereja yang lolos dari tahap pertama titik identifikasinya, dan ada sedikit yang juga memenuhi yang kedua juga; tetapi, adalah fakta yang tunggal bahwa hanya satu gereja yang memenuhi dengan sempurna keempat poinnya. Dengan kesederhanaan dan logika yang menarik kepada penalaran manusia, Allah sudah memenuhi janji-Nya untuk menuntun kita kepada semua kebenaran. Langkah berikutnya adalah terserah kita. Apakah yang akan kita lakukan terhadap kesimpulan persuasif yang kepadanya kita sudah dituntun?

Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari dalam membuat keputusan tentang kebenaran yang seperti ini. Kita dapat memutuskan untuk menerimanya, atau menolaknya. Kita dapat memilih untuk taat atau tidak taat. Tetapi satu hal yang pasti – anda tidak dapat menjadi sam kembali, tidak peduli keputusan yang mana yang anda buat. Keyakinan memiliki caranya sendiri untu terus bertahan dalam diri kita bahkan ketika kita mencoba mengacuhkan atau bahkan mengusirnya. Anda tidak akan pernah dapat melupakan hal-hal yang sudah anda pelajari mengenai gereja yang sejati. Anda sekarang memiliki sebuah rahasia yang paling dicari dari seluruh Alkitab.

Saya akan mendesak anda untuk tidak membuat keputusan untuk menerimanya hanya karena itu sudah meyakinkan anda secara intelektual. Tidak ada seorang pun harus bergabung dengan gereja, yang adalah tubuh Kristus, kecuali jika mereka sudah ditarik secara rohani ke dalam suatu hubungan dengan Yesus.

Dibalik nubuatan yang fantastis akan umat sisa yang sejati, saya ingin anda melihat Anak Domba Allah yang mati di kayu salib menggantikan diri anda. Ia tergantung di sana oleh karena dosa – karena seseorang tidak cukup mengasihi-Nya untuk menuruti-Nya. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15).

Kita tidak  dapat menuruti-Nya sampai kita sudah berlutut, dengan hati yang hancur karena dosa kita, dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kasih bagi-Nya menyediakan baik motif dan juga kuasa untuk memenuhi Firman-Nya. Jika anda belum menerima-Nya, buatlah itu sebagai keputusan pertama anda. Lalu dalam kekuatan dari hubungan kasih yang baru itu mengikuti-Nya dalam pelayanan sebagai anggota dari gereja yang sisa yang sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *