TAMBAHKAN KEBAJIKAN KEPADA KEMURAHAN

Renungan Harian

Pertumbuhan Kristen

Tetapi engkau ini, hai hamba Allah, . . . tuntut olehmu kebenaran, ibadat, iman, kasih, sabar dan hati yang lemah lembut. (Terjemahan lama) 2 Timotius 6:11.

Kita harus mempunyai suatu hubungan yang erat dan mesra dengan sorga, jika kita memiliki kasih karunia ibadat. Yesus harus menjadi seorang tamu ke dalam rumah tangga kita, menjadi seorang anggota keluarga kita, jika kita memantulkan gambarNya, serta menunjukkan bahwa kitalah putera puteri Yang Mahatinggi. Agama adalah suatu hal yang indah dalam rumah tangga. Jika Tuhan tinggal bersama-sama kita, kita akan merasa bahwa kita adalah anggota-anggota keluarga Kristus di dalam sorga. Kita akan menyadari bahwa malaikat-malaikat sedang mangawasi kita, dan tabiat kita akan menjadi lemah lembut dan sabar.  Kita akan layak masuk ke dalam istana sorga dengan memelihara sopan santun dan kebajikan. . . .

Henokh berjalan dengan Allah. la menghormati Allah dalam setiap urusan kehidupannya. Dalam rumah tangganya dan dalam urusan pekerjaannya ia bertanya, ”Akankah hal ini berkenan kepada Tuhan?” Dengan mengingat Allah serta menurut nasihatNya, tabiatnya dibaharui, dan ia menjadi seorang yang saleh yang cara hidupnya berkenan kepada Tuhan. Kepada kita diberi nasihat supaya menambah kesalehan kepada kasih akan saudara-saudara. Oh, betapa banyak kita harus mengikuti langkah ini, menambahkan sifat ini kepada tabiat kita! . . . Kita harus mengasihi orang-orang lain sebab Kristus telah mengasihi kita. Orang dinilai oleh Tuhan dengan harga yang sebenarnya. Jika ia bersikap tidak ramah di dalam rumah tangga dunia ini, ia tidak layak masuk rumah yang di sorga. Jika ia mau menurut jalannya sendiri, tidak peduli siapa yang didukakannya, ia ndak akan merasa puas di dalam sorga, kecuali la yang memerintah di sana. Kasih Kristus harus mengendalikan hati kita. . . . Carilah Allah dengan hati yang menyesal dan hancur, dan engkau akan dilebur dengan kasih sayang terhadap saudara-saudaramu. Engkau akan tersedia untuk menambah keramah-tamahan akan saudara-saudara, kemurahan hati, atau kasih. . . .

Hal itu akan membawa sorga lebih dekat kepada kita. Kita akan memiliki damai yang teduh dan penghiburan dari Allah dalam melakukan pekerjaan ini. Langkah-langkah ini akan membawa kita ke dalam suasana sorga.

Hidupku Kini, hal. 100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *