Amazingfacts.id: Singa Lydian dianggap oleh banyak orang sebagai koin tertua di dunia. Koin ini dicetak di Lydia, Asia Kecil (sekarang Turki), dari paduan emas dan perak sekitar 2.700 tahun yang lalu (600 SM). Koin Lydian menampilkan kepala singa yang mengaum. Koin ini hanya memiliki desain di satu sisi karena metode pencetakan koin yang primitif pada masa itu.
Ada perdebatan mengenai apakah koin ini digunakan untuk transaksi moneter atau sekadar lencana atau benda upacara yang digunakan oleh imam di kuil. Mata uang Romawi digunakan pada masa Yesus. Denarius Romawi pertama dicetak pada tahun 211 SM. Koin perak kecil ini merupakan salah satu yang paling umum beredar.
Yesus pernah menggunakan salah satu koin ini untuk mengajarkan suatu pelajaran. Mata-mata berusaha menjebak Kristus agar membuat pernyataan yang dapat membuat-Nya bermasalah dengan otoritas Romawi. “Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” (Lukas 20:22). Itulah jawaban bijak Yesus. “‘Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar; gambar dan tulisan siapakah ada padanya?’ Jawab mereka: ‘Gambar dan tulisan Kaisar.’ Lalu kata Yesus kepada mereka: ‘Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!’” (ay. 23–25).
Kristus tidak dapat dijebak. Yesus mengubah jebakan para mata-mata menjadi khotbah tentang mendukung pemerintah yang berkuasa. Tentu saja, ada batas bagi kesetiaan kita terhadap hukum manusia. Kesetiaan pertama kita adalah kepada hukum Allah. Ketika kedua hukum bertentangan, kita harus menghormati pemerintahan Allah di atas segalanya.
Sayangnya, bangsa Yahudi tidak terlebih dahulu taat kepada Allah, dan hal ini menyebabkan mereka menjadi tunduk pada kekuasaan asing yang diwakili oleh lambang dan gambar denarius biasa.
Dan mereka tidak dapat menjerat Dia dalam perkataan-Nya di depan orang banyak. Mereka heran akan jawab-Nya itu dan mereka diam. (Lukas 20:26).
– Doug Batchelor –






