Amazingfacts.id: Pada tahun 1628, dokter Inggris William Harvey menemukan sirkulasi darah dalam tubuh manusia. Tak lama setelah itu, upaya transfusi darah pertama yang tercatat dilakukan. Transfusi pertama yang berhasil dilakukan oleh Richard Lower, yang menyelamatkan nyawa anjing-anjing dengan mentransfusikan darah dari anjing lain.
Seorang dokter Amerika, Philip Physick, melakukan transfusi darah manusia pertama pada tahun 1795, namun ia tidak mempublikasikan hasil penelitiannya. James Blundell, seorang dokter kandungan Inggris, berhasil melakukan transfusi darah manusia pada tahun 1818 untuk mengobati perdarahan pasca persalinan. Ia menggunakan suami pasien sebagai donor dan menyelamatkan nyawa wanita tersebut. Transfusi darah telah berkembang pesat sejak saat itu, dengan identifikasi golongan darah, penggunaan antibiotik untuk mengendalikan infeksi selama transfusi, penyimpanan darah, dan pendirian bank darah.
Darah memainkan peran sentral dalam pelayanan di tempat suci yang ditetapkan oleh Allah untuk menebus dosa melalui pengorbanan hewan. Bahkan, Israel diperintahkan untuk tidak lagi melakukan pengorbanan darah di luar bait suci kepada dewa-dewa lain, jika tidak, “orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.” (Imamat 17:9). Darah melambangkan kehidupan dan bahkan tidak boleh dimakan (ayat 10); jika binatang buruan dibunuh di ladang, darahnya harus dituangkan ke tanah dan ditutupi (ayat 13).
Darah dalam upacara-upacara Perjanjian Lama menunjuk ke depan kepada darah kurban yang ditumpahkan oleh Kristus di kayu salib. Alkitab menjelaskan, “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Ibrani 9:14).
Kita diselamatkan oleh darah Kristus “telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.” (Roma 3:25). Darah Yesus telah memenuhi tuntutan hukum Taurat sehingga kita dapat hidup selamanya.
Terapkan: Pernahkah Anda mendonorkan darah? Apakah Anda mengenal seseorang yang hidupnya diselamatkan oleh transfusi darah?
Pelajari Lebih Dalam: Matius 26:28; Yohanes 6:53–58; 1 Yohanes 4:10.
Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. (Imamat 17:11).
– Doug Batchelor –






