Amazingfacts.id: Ada sebuah kisah tentang seorang anak laki-laki yang membuat perahu layar mainan dan kehilangannya di sebuah danau besar di tengah kota besar. Beberapa minggu kemudian, ia melihat perahu itu, perahunya di etalase sebuah toko, tetapi, meskipun ia memohon kepada pemiliknya, ia harus mengumpulkan setiap sen yang dimilikinya untuk membeli apa yang dibuat oleh tangannya sendiri. “Sekarang kamu, dua kali menjadi milikku,” kata anak itu kepada perahu itu saat ia berjalan keluar dari toko. “Pertama, aku yang membuatmu, lalu aku membayar untuk mendapatmu kembali!”
Kamu bisa melihat analoginya, kan? Allah menciptakan kita, tetapi dosa menempatkan kita di etalase toko Setan. Untuk menebus umat manusia yang jatuh, harga harus dibayar atas dosa, harga tertinggi, yaitu kematian Yesus, Anak Tunggal Allah, di kayu salib yang memalukan.
Keadilan Allah harus dipenuhi, tetapi jika Allah hanya menghancurkan setiap pendosa, tidak akan ada yang tersisa. “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” (Roma 3:10).
Biaya penebusan melampaui segala yang dapat dibayangkan oleh akal manusia. Bukan hanya Yesus harus datang ke bumi sebagai manusia, tetapi Ia menanggung dosa-dosa kita dan pemisahan yang diperlukan dari Allah selama penyaliban yang menyakitkan. Coba pikirkan: Yesus, yang menciptakan dunia dengan firman-Nya “Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.” (Kolose 1:16) harus mati untuk menebus manusia yang Dia ciptakan.
Sama seperti anak kecil itu, Yesus dapat berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Aku yang menciptakanmu terlebih dahulu, lalu Aku menebusmu!” Ketika seorang pendosa menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dosanya dihapuskan, hutangnya dilunasi. Dan pahalanya jauh lebih baik daripada sekadar kembali ke rak mainan anak kecil itu!
Terapkan: Hari ini, katakan kepada seseorang yang Anda kenal atau seseorang yang baru saja Anda temui bahwa Allah sangat mengasihi mereka sehingga Ia ingin menyebut mereka “dua kali milik-Ku.”
Pelajari Lebih Dalam: Keluaran 29:18; Imamat 1:9; Efesus 5:2.
Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (Roma 3:25).
– Doug Batchelor –






