Kuis singkat:
Manakah dari hal-hal berikut yang merupakan “kebangunan rohani”?
A) Sebuah konser penyembahan dengan mesin asap dan tagar yang menjadi viral.
B) Sebuah khotbah yang luar biasa dan menyanyikan lagu “Side by Side” bersama teman-teman di sekitar api unggun.
C) Sekelompok orang biasa yang memuji Tuhan karena kasih-Nya dan berdoa memohon pengampunan.
Jika kamu memilih A atau B, kamu tidak sendirian—tetapi jawaban itu salah. Kebangunan rohani yang sejati mungkin terlihat kurang menarik dan tidak semeriah itu, tetapi kuasanya jauh lebih besar daripada yang mungkin kamu bayangkan.
Jadi, apakah sebenarnya kebangunan rohani itu? Dan mengapa hal itu penting?
Cara terbaik untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah melalui sebuah kisah. Dalam perjalanan cerita ini, saya akan menunjukkan ciri-ciri dari kebangunan rohani yang sejati (karena memang ada kebangunan rohani palsu yang berjalan berdasarkan suasana dan perasaan, bukan berdasarkan kuasa Tuhan).
Inilah kisahnya:
Perang Dunia II baru saja berakhir, dan kehidupan mulai kembali normal di pulau-pulau hijau Skotlandia. Keluarga-keluarga mulai kembali menangkap ikan, memotong gambut, dan merawat kebun mereka.
Namun, dua orang saudari lanjut usia merasa bahwa ada sesuatu yang tidak benar. Peggy dan Christine Smith melihat bahwa gereja-gereja tidak lagi seramai sebelumnya. Anak-anak muda tampaknya lebih tertarik mendengarkan radio dan pergi berdansa daripada mendengarkan Firman Tuhan dan hidup bagi Yesus.
Karena hati mereka terbeban melihat kurangnya kasih kepada Tuhan, kedua saudari ini mulai berdoa dari pukul 10 malam hingga pukul 3 pagi, dua sampai tiga malam setiap minggu. Mereka berpegang pada janji Tuhan dalam Yesaya 44:3:
“Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu.”
(Yesaya 44:3, TB)
Ciri Kebangunan Rohani Sejati #1:
Kebangunan rohani adalah pemberian Tuhan ketika kita menginginkan Dia lebih daripada apa pun juga.
Mereka meminta pendeta dan para penatua gereja untuk berdoa setiap Selasa dan Jumat malam demi kebangunan rohani. Sekelompok pendeta di daerah itu juga mulai berdoa untuk kebangunan rohani.
Mereka mencetak pemberitahuan di dua surat kabar yang mengundang orang-orang percaya untuk berdoa bagi sebuah “roh pertobatan.”
Kelompok-kelompok doa mulai bermunculan di seluruh pulau. Banyak dari mereka berkumpul dan berdoa hingga larut malam.
Ciri Kebangunan Rohani Sejati #2:
Kebangunan rohani datang ketika kita sungguh-sungguh berdoa dan mencari Tuhan.
Kebangunan rohani yang mereka doakan dimulai di sebuah gudang pada suatu malam, ketika sekelompok orang sedang berdoa.
Seorang diaken muda berdiri dan berdoa:
“Ya Tuhan, apakah tanganku bersih? Apakah hatiku murni?”
Tiba-tiba, perasaan yang luar biasa akan kehadiran Tuhan memenuhi semua orang yang berada di gudang itu. Mereka mulai mengakui dosa-dosa mereka.
Ketika akhirnya mereka meninggalkan gudang itu pada pukul 3 pagi, mereka mendapati bahwa orang-orang di seluruh desa masih terjaga dan sedang memohon pengampunan kepada Tuhan.
Ciri Kebangunan Rohani Sejati #3:
Kebangunan rohani terjadi ketika Tuhan menyatakan kehadiran dan kuasa-Nya dengan cara yang tidak dapat disangkal.
Seorang pendeta bernama Duncan Campbell datang untuk berbicara di gereja tersebut, dan pada malam pertama sekitar 300 orang berkumpul untuk mendengarkan khotbahnya.
Namun, diaken muda itu belum merasa puas. Setelah semua orang pulang, ia tetap tinggal di gereja dan memohon kepada Tuhan agar melakukan lebih banyak lagi.
Tengah malam tiba, hampir 800 orang kembali memenuhi gereja.
Tidak ada seorang pun yang mengundang mereka. Mereka datang karena mereka tertarik oleh kuasa Tuhan.
Di dekat tempat itu, anak-anak muda sedang berdansa di sebuah aula. Tiba-tiba kehadiran Tuhan memenuhi tempat itu, dan anak-anak muda tersebut meninggalkan aula karena hati mereka ditegur dan disadarkan akan dosa mereka.
Ratusan orang lainnya berkumpul di kantor polisi, mengakui dosa-dosa mereka dan menangis memohon belas kasihan Tuhan.
Di seluruh wilayah pedesaan, orang-orang terbangun dan mulai mencari Tuhan.
Ciri Kebangunan Rohani Sejati #4:
Kebangunan rohani membawa orang-orang untuk berbalik meninggalkan dosa.
Kebangunan rohani itu terus berlangsung selama beberapa tahun, dan ribuan orang di pulau-pulau tersebut bertobat serta menerima Tuhan.
Suasana seluruh wilayah itu berubah. Tuhan menjadi prioritas utama dalam kehidupan orang-orang. Gereja-gereja kembali dipenuhi oleh jemaat. Anak-anak muda pergi menghadiri pertemuan doa daripada pergi berdansa.
Tempat-tempat hiburan dan pub mulai tutup karena kekurangan pelanggan. Keluarga-keluarga mulai mengadakan ibadah pagi dan malam bersama-sama.
Ciri Kebangunan Rohani Sejati #5:
Kebangunan rohani mengubah kehidupan manusia dalam jangka panjang, bukan hanya selama beberapa hari.
Selama masa kebangunan rohani tersebut, sejumlah orang merasakan panggilan untuk melayani Tuhan.
Sebagian menjadi pendeta. Sebagian lainnya pergi sebagai misionaris. Banyak orang datang kepada Kristus sebagai hasil dari kebangunan rohani itu.
Jadi, Sebenarnya Apakah Kebangunan Rohani Itu?
Kitab Kisah Para Rasul (pasal 1–4) menggambarkan kebangunan rohani yang terjadi setelah Yesus kembali ke surga.
Berikut adalah versi singkat dari kisah tersebut:
Para murid menyadari apa yang telah Yesus lakukan bagi mereka melalui salib. Mereka berdoa selama sepuluh hari dan mengakui dosa-dosa mereka.
Roh Kudus turun atas mereka dengan kuasa. Para murid pergi memberitakan tentang Yesus. Ribuan orang menjadi pengikut Kristus.
Kebangunan rohani bukanlah sekadar tentang perasaan yang menyenangkan atau suasana yang menggugah hati.
Sebaliknya, kebangunan rohani adalah tentang orang-orang yang bertemu dengan Yesus dan mengalami perubahan hidup melalui kebenaran-Nya.
Kebangunan rohani adalah pemberian Tuhan kepada kita.
Dia memberikan kehidupan rohani yang baru dan membangkitkan kembali kerinduan yang lebih besar kepada-Nya.
Alkitab menjadi hidup. Kebenaran menjadi sesuatu yang sangat penting. Gereja menjadi tempat yang ingin kita datangi.
Dosa tiba-tiba terlihat sebagai sesuatu yang sangat mengerikan dan serius sebagaimana adanya, karena kita menyadari bahwa dosa-dosa kitalah yang menempatkan Yesus di kayu salib.
Namun, Tuhan tidak pernah memaksakan diri-Nya kepada kita, sehingga Dia tidak akan datang jika tidak diundang.
Jika kamu menginginkan kebangunan rohani—kebangunan rohani yang sejati dan bertahan lama—mintalah kepada Tuhan agar Dia membuatmu lebih lapar akan Dia daripada segala sesuatu yang ada di dunia ini.
Mulailah berdoa dengan sungguh-sungguh, seolah-olah kamu benar-benar merindukannya.
Doa untuk kebangunan rohani adalah doa yang Tuhan senang untuk jawab:
“Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
(Yeremia 33:3, TB)




