Amazingfacts.id: Ketika kita ditanya soal kemerdekaan, tentu masing-masing kita memiliki versi kemerdekaan yang berbeda-beda, lalu apakah kemerdekaan dari sudut pandang Alkitab?

1. Merdeka Dalam Pandangan Alkitab
Kemerdekaan berasal dari kata merdeka yang berarti bebas dari belenggu penjajahan atau perhambaan. Dari sudut pandang kekristenan kemerdekaan adalah lepas atau kebebasan dari belenggu atau perhambaan dosa. Kita memperoleh hidup baru, lepas dari kutuk hamba (dosa).
“Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak (Yesus) itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.’” Yohanes 8:34-36.
2. Tidak Hidup Dalam Perhambaan Dosa
“Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” 1 Yohanes 3:4.
Tuhan telah memberikan firman-Nya sebagai penuntun dalam kehidupan kita supaya kita bisa terlepas dari kuasa jahat. Maka mari kita terima kemerdekaan yang telah diberikan kepada kita dengan terus menjaganya, hidup dalam kebenaran-Nya Tuhan dengan berpegang pada tuntunan firman-Nya.
3. Berasal Darimanakah Kemerdekaan Sejati?
Ketika kita hidup dalam perhambaan dosa menjadikan kita terkena kutuk dosa yaitu kematian, dan untuk bisa lepas dari kutuk dosa maka kita perlu mendapatkan kehidupan. Alkitab sendiri menyatakan bahwa kehidupan hanya dapat kita peroleh dari Tuhan saja sebagaimana tertulis:
“Kata Yesus kepadanya: ‘Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.’” Yohanes 14:6.
4. Cara Mempertahankan Kemerdekaan
Kemerdekaan haruslah selalu dijaga, karena setan selalu bekerja untuk dapat kembali meletakkan kutuk dosa dalam hidup umat manusia. Lalu bagaimana caranya supaya kita dapat menjaga kemerdekaan yang Tuhan sudah berikan kepada kita?
- Mengakui kelemahan kita dan meninggalkannya: “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.” Amsal 28:13
- Jangan memberikan kesempatan bagi dosa untuk masuk tetapi selalu berbaliklah ke jalan Tuhan: “Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” Yesaya 55:7.
- Yang terpenting diantara semuanya ini adalah memiliki hubungan yang berkesinambungan (secara terus menerus) dengan Tuhan kita sebagaimana ranting pada pokok anggur supaya bukan hanya sekedar bisa hidup tetapi juga berbuah.
- Pergunakan waktu yang ada untuk melayani: dengan melayani atau mengabarkan Injil, itu bukan hanya sekedar kita membagikan Injil, tapi disaat yang sama itu dapat membantu pertumbuhan dalam keimanan kita

“Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” Yohanes 15:6.


