Amazingfacts.id: Saat kita mempertimbangkan aspek-aspek keliru dari ajaran “sekali diselamatkan, selamanya diselamatkan,” kita harus ingat bahwa meskipun Yesus tidak akan pernah melepaskan kita, kita justru bisa melepaskan-Nya. Bahaya dari ajaran yang menyatakan bahwa begitu seseorang diselamatkan, ia tidak mungkin terhilang, adalah bahwa ajaran tersebut merampas kehendak bebas kita. Kita selalu bebas memilih untuk mengasihi atau menolak Tuhan. Allah tidak menghilangkan kebebasan kita begitu kita menerima-Nya. Perhatikan contoh ini dalam tulisan rasul Paulus:
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:24–27).
Paulus mengatakan bahwa bahkan sebagai rasul Yesus, ia bisa kehilangan keselamatannya. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” (Matius 7:21). Perhatikan bagaimana tanggapan sebagian orang: “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (ay. 22, 23).
Mereka yang datang kepada Kristus dan bergabung dengan gereja belum tentu terus berjalan di jalan menuju surga. Beberapa orang yang mengaku Yesus dan bahkan melakukan perbuatan-perbuatan besar dalam nama Kristus akan binasa. Mengucapkan pengakuan iman, seperti, “Saya telah diselamatkan,” tidak menjamin adanya hubungan yang sejati dan hidup dengan Yesus.
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:27).
– Doug Batchelor –