CLARE SANG ILMUWAN BUDDHIS – BAGIAN 1

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Amazingfacts.id: Clare menelusuri video-video di YouTube-membosankan, membosankan, membosankan.

hidup tanpa keluhan

Kehidupannya tidak buruk. Malah, dalam banyak hal cukup baik. Dia tinggal bersama pacarnya di sebuah rumah yang bagus di Tiongkok; dia memiliki pekerjaan yang mudah di supermarket dan hampir menyelesaikan sekolah farmasi.

Dia berprestasi di kelasnya, memiliki keuangan yang baik, dan memiliki hubungan yang baik. Semua kotak centangnya sudah ditandai, semua bebek (alat tanda) sudah berjajar. Dia tidak memiliki keluhan. Apa lagi yang bisa dia minta dalam hidup?

Namun sebenarnya, sepanjang hidupnya, Clare berharap akan ada yang lebih dari sekadar “baik-baik saja”, lebih dari sekadar “baik-baik saja”. Dia menatap layar dengan lelah. Apa yang sebenarnya dia cari?

tuhan itu ada

Sesuatu menarik perhatiannya. Dia mengklik video tersebut dan menonton semuanya. Video itu tentang alasan di balik kematian seorang selebriti. Setelah video itu berakhir, Clare duduk, tertegun. Ada sesuatu yang berbunyi di benaknya.

Dengan cepat, dia mulai mencari di Internet. Jam berganti menjadi hari, yang kemudian menjadi bulan. Enam bulan kemudian, ia sampai pada sebuah kesimpulan yang akan mengubah hidupnya selamanya: Tuhan itu ada.

tiga tipu daya iblis

Suatu malam, dia menemukan dirinya di YouTube lagi. Kali ini, video yang menarik perhatiannya adalah sebuah wawancara dengan seorang pria bernama Roger Morneau. Dia menceritakan kisah bagaimana dia menjadi seorang Kristen.

Dia berbicara banyak tentang bagaimana iblis mencoba menghentikannya untuk mengenal Allah yang benar di dalam Alkitab. Clare tercengang. Dalam video tersebut Roger Morneau telah menyebutkan reinkarnasi, teori evolusi, dan ibadah hari Minggu sebagai tiga tipu daya utama iblis.

Clare menjelaskan, “Sebagai seorang penganut Buddha, saya percaya pada reinkarnasi. Sebagai seorang mahasiswa sains, saya percaya pada evolusi. Hal-hal ini sebenarnya tidak benar. Jadi, ini adalah momen ‘Aha!’ yang besar bagi saya. Saya tahu bahwa Tuhan sedang berbicara kepada saya melalui video itu.”

Renungkan: Pikirkanlah suatu saat dalam hidup Anda ketika Anda mengalami momen “Aha!” yang besar, suatu saat ketika Allah berbicara kepada hati Anda. Apa yang Anda pelajari? Ceritakanlah kepada orang lain.

Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap. Pengkhotbah 9:5.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *