Close Menu
    What's Hot
    Apakah Jiwa Tetap Hidup Setelah Kematian?

    Apakah Jiwa Tetap Hidup Setelah Kematian?

    Tanda-Tanda Kiamat Dalam Kristen

    Tanda-Tanda Kiamat Dalam Kristen

    Apakah Hari Sabat Hanya Untuk Orang Yahudi?

    Apakah Hari Sabat Hanya Untuk Orang Yahudi?

    BELAJARALKITAB.ID
    AFINDOSTORE.COM
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
    • Tentang Kami
      • Awal Mula
      • Kepercayaan Kami
      • Hubungi Kami
      • Permohonan Doa
      • Tanya Jawab Alkitab
      • Kirim Kesaksian
    • Berita & Artikel
      • Blog AFI
      • Berita AFI
      • Hidup Baru
      • Kesehatan
      • Rumah Tangga
      • Ayat Menakjubkan
    • Belajar Firman
      • Mengenal Yesus
      • Pendalaman Alkitab
      • Seri Pelajaran Nubuatan
      • Seri Belajar Alkitab
      • Renungan Harian
    • Media
      • Media Center
      • Bank AUDIO
      • Bank PUSTAKA
      • Bank VIDEO
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
    Amazing Facts Indonesia
    BELAJARALKITAB.ID
    HOT TOPICS
    • Donasi
    • AFIndoSTORE
    • Belajaralkitab.id
    Amazing Facts Indonesia
    You are at:Home»Renungan Harian»Kristus Yang Bijaksana
    Renungan Harian

    Kristus Yang Bijaksana

    AndreasBy Andreas27 February 2020062 Mins Read
    Share WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
    “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” (Yesaya 50:4).

    Betapa seringnya kata-kata kita menghalangi jalannya rencana Allah. Pedasnya kata-kata yang tajam, sindiran cerdik yang menyengat, ejekan yang jahat—kita jatuh dan jatuh lagi. Tidak heran Rasul Yakobus mengatakan kepada kita bahwa jika ada seseorang yang tidak pernah tersandung dengan kata-katanya, maka orang itu adalah orang yang sempurna (Yakobus 3:2).

    “Anak-anak lelaki menerbangkan layang-layang dengan menarik burung-burung mereka yang bersayap putih itu. Anda tidak dapat melakukan hal seperti itu kalau Anda menerbangkan kata-kata,” tulis Will Carleton. Kata-kata kita keluar dari diri kita dan, sebanyak yang kita ingin menariknya, maka kata-kata itu telah keluar di luar kendali kita. Walau kemudian kita dapat meminta maaf, dapat mengoreksi kesalahan, kita telah melukai seseorang—mungkin seorang yang sangat kita cintai, dan goresannya tetap ada meskipun luka itu telah sembuh.

    Tidak demikian dengan Yesus. Kata-kata-Nya membawa harapan dan kesembuhan. Kata-kata-Nya mengangkat pendengar-Nya; kata-kata-Nya tidak pernah menyebabkan ketakutan. Kata-kata yang memberikan dorongan. Kata-kata yang memberikan inspirasi. Kata-kata yang memberikan motivasi.

    “Juruselamat tidak pernah memaksakan kebenaran itu, tetapi Ia mengucapkannya selalu dengan kasih,” tulis Ellen White. “Dalam pergaulan-Nya dengan orang lain, Ia menggunakan kebijaksanaan yang paling agung, dengan selalu ramah dan penuh pertimbangan. Ia tidak pernah kasar, tidak pernah mengucapkan suatu perkataan dengan keras dan sia-sia, tidak pernah melukai jiwa yang peka. Ia tidak mengecam kelemahan manusia. Dengan tidak gentar Ia menegur kemunafikan. Ketidakpercayaan, dan kejahatan, tetapi dengan air mata Ia mengucapkan teguran-Nya yang pedas. Ia tidak pernah membuat kebenaran kejam, tetapi selalu menyatakan suatu kelemahlembutan yang dalam untuk manusia. Setiap jiwa indah pada pemandangan-Nya. Ia menampilkan diri-Nya dengan keagungan Ilahi; namun Ia tunduk dengan kasih sayang yang paling lembut dan menghormati setiap anggota keluarga Allah. Ia melihat pada semua orang, jiwa-jiwa yang menjadi tujuan tugas penyelamatan yang diadakan-Nya. (Pelayanan Injil, hlm. 102).

    Bagaimana mungkin Yesus sanggup memelihara kelembutan dan belas kasih di tengah-tengah tekanan yang sedemikian hebat dari misi-Nya? Yesaya mengatakan kepada kita: Setiap pagi Yesus bangun untuk mendengarkan perintah dari Bapa. Dia berbalik untuk mendekat kepada Allah dan menjauh dari diri-Nya sendiri. Dia keluar untuk menghadapi setiap hari yang baru yang dibentengi dengan kebijaksanaan yang agung.

    Dan alangkah berbeda jadinya!

    Ps. William G. Johnsson – Hati yang Berlimpah Kasih Karunia, hlm.  63
    Hati yang Berlimpah Kasih Karunia Renungan Harian
    Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKebutaan Ilahi
    Next Article Ketika Kehidupan Berubah Menjadi Getir
    Andreas

      Related Posts

      Apakah Jiwa Tetap Hidup Setelah Kematian?

      Apakah Jiwa Tetap Hidup Setelah Kematian?

      16 July 2026
      Apakah Hari Sabat Hanya Untuk Orang Yahudi?

      Apakah Hari Sabat Hanya Untuk Orang Yahudi?

      15 July 2026
      Berjaga-Jaga Menjelang Kedatangan Kristus Kedua Kali

      Berjaga-Jaga Menjelang Kedatangan Kristus Kedua Kali

      14 July 2026
      Ikuti Youtube kami
      https://www.youtube.com/watch?v=mck2kNMvLvs
      Kategori
      • Ayat Menakjubkan (83)
      • Bank Audio (3)
      • Bank Pustaka (58)
      • Bank Video (95)
      • Belajar Alkitab (177)
      • Belajar Firman (43)
      • Berita & Artikel (36)
      • Berita AFI (83)
      • Blog AFI (275)
      • Fakta dan Peristiwa (55)
      • Featured (12)
      • Hidup Baru (55)
      • Kesehatan (146)
      • Media (11)
      • Mengenal Yesus (72)
      • Pendalaman Alkitab (181)
      • Renungan Harian (3,590)
      • Rumah Tangga (44)
      • Uncategorized (77)
      RSS Amazing Facts Blog
      Top Posts

      10 Ayat Alkitab Yang Menolong Kita Saat Menghadapi Kesulitan Hidup

      16 May 202210,190 Views
      Ayat Alkitab tentang Uang

      10 Ayat Alkitab Tentang Uang Dan Keuangan

      27 December 20184,827 Views

      10 Ayat  Alkitab Tentang Kedamaian

      1 December 20212,683 Views
      Dapatkan Majalah Kami!
      Demo
      Follow Us
      • Facebook
      • YouTube
      • TikTok
      • WhatsApp
      • Twitter
      • Instagram

      Artikel Populer

      Apakah Jiwa Tetap Hidup Setelah Kematian?

      Apakah Jiwa Tetap Hidup Setelah Kematian?

      16 July 20260 Views
      Tanda-Tanda Kiamat Dalam Kristen

      Tanda-Tanda Kiamat Dalam Kristen

      15 July 20262 Views
      Apakah Hari Sabat Hanya Untuk Orang Yahudi?

      Apakah Hari Sabat Hanya Untuk Orang Yahudi?

      15 July 20262 Views

      Our Picks

      Merasa Takut? 10 Ayat-ayat Alkitab Untuk Membantu Menghalau Rasa Takut Anda…

      21 June 201641 Views

      8 Ayat Alkitab Untuk Mengurangi Kegelisahan Anda

      23 March 20161,018 Views

      Apakah Beban Anda Berat? 10 Ayat Alkitab Untuk Meringankan Beban Tersebut

      14 April 20161,664 Views

      AFI Blog

      2026: Pemicu Kemarahan … atau Kebahagiaan yang Tak Terlukiskan?

      Neraka dan Mr. Cameron

      Patung Maria Menjadi Daya Tarik Ribuan Orang

      Apakah Kita Sedang Menyucikan Dosa?

      Mesin Kemarahan Di Media Sosial

      Charlie Kirk dan Pengharapan Sejati Akan Kebangkitan

      © 2026 Powered by Amazing Facts Indonesia.
      • Home
      • AFIndoStore

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

      Anda rindu Didoakan dan Bertanya?