KUASA DOA

Belajar Alkitab
Mari bagikan artikel ini

Permohonan seorang yang rendah hati dan menyesal tidak akan dipandang hina. Membukakan hati kepada Bapa kita yang di sorga, pengakuan kebergantungan kita, ungkapan keperluan kita, pengabdian kita, berasal dari kasih penuh syukur – inilah doa yang sejati.

Malaikat-malaikat mencatat setiap doa yang dilayangkan dengan sungguh-sungguh dan tekun. Lebih baik kita mengurangi kepuasan untuk diri sendiri dari pada melalaikan hubungan dengan Allah. Kemiskinan yang hebat, penyangkalan diri yang terbesar, jika itu berkenan kepada-Nya adalah lebih baik dari pada kekayaan, kehormatan, kesenangan dan persahabatan tanpa diperkenan. Kita harus menyediakan waktu untuk berdoa. Jika kita mengizinkan pikiran kita diserap oleh kesenangan-kesenangan duniawi, maka Tuhan memberi kita kesempatan oleh menyingkirkan dari kita ilah-ilah emas, rumah dan tanah yang subur.

Orang-orang muda tidak akan tergoda ke dalam dosa jika mereka enggan masuk suatu jalan kecuali jalan di mana mereka dapat memohon berkat Allah. Jika pesuruh-pesuruh yang membawa amaran terakhir pada dunia ini mau berdoa memohon berkat Allah, bukannya dengan cara yang dingin,  dengan cara yang tidak peduli, malas, tetapi sungguh-sungguh di dalam iman, sebagaimana yang dilakukan Yakub, maka mereka akan mendapat banyak suasana dimana mereka dapat berkata, ”Aku telah melihat wajah Allah muka dengan muka, dan hidupku terpelihara”. Mereka akan dianggap oleh sorga sebagai anak-anak raja sorga, yang memiliki kuasa untuk menang dengan Allah dan dengan manusia.

Doa yang tekun, yang dipersembahkan oleh iman, adalah satu kuasa bagi si pemohon. Doa, apakah dipersembahkan dalam perhimpunan umum, pada mezbah keluarga, atau di tempat tersembunyi, menempatkan manusia langsung di hadirat Allah. Oleh doa yang terus-menerus, orang muda dapat memperoleh azas-azas yang demikian teguh nya sehingga pencobaan-pencobaan yang amat hebat pun tidak akan menarik mereka dari kesetiaannya terhadap Allah.

Kemenangan terbesar pada sidang Kristus atau kepada orang Kristen secara perorangan adalah kemenangan-kemenangan yang diperoleh dalam bilik pertemuan dengan Allah, pada saat iman yang sungguh-sungguh, dan yang mengalami pergumulan memegang teguh tangan kuasa yang kuat itu.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *