MAHKOTA PENGORBANAN

Blog AFI
Mari bagikan artikel ini

the-crown-of-sacrifice-large

Empat penerjemah Alkitab belakangan ini dibunuh di Timur Tengah. Minggu lalu 16 pekerja Kristen dibunuh di rumah pensiunan mereka di Yemen. Dua minggu lalu seorang pendeta Kristen dibunuh di Guatemala. Apakah Tuhan peduli pada umat-Nya?

Kamis lalu sekretaris negara Amerika Serikat John Kerry mengatakan bahwa tindakan ISIS terhadap Yazidis, orang-orang Kristen, dan kelompok minoritas lain di Irak dan Syria merupakan pembunuhan masal. Setahun yang lalu Kerry berbagi bahwa ISIS menjebak, membunuh dan memperbudak ribuan wanita dan gadis, menjual mereka di pelelangan, memperkosa mereka dan menghancurkan komunitas mereka. Orang-orang Kristen dieksekusi “sepenuhnya karena iman mereka” dan wanita serta gadis Kristen dipaksa menjadi budak. Ini adalah deklarasi pembunuhan masal resmi yang pertama semenjak tindakan orang-orang Sudan di Darfur tahun 2004.

Tentu saja Tuhan sepenuhnya tahu akan kekejaman mengerikan ini, dan Tuhan tidak menulikan telinga pada seruan korban-korban yang menderita bagi iman mereka. Akan tetapi, laporan semacam itu dapat dilihat menyebabkan kebingungan di pikiran banyak orang yang tidak dapat memahami mengapa Tuhan tidak bertindak lebih segera lagi untuk mengakhiri ketidakadilan tersebut. Untungnya Alkitab tidak meninggalkan kita dalam kegelapan. Teladan umat saleh yang telah menderita membantu menjawab pertanyaan kita saat ini.

Di hadapan para pengeksekusinya iman Yohanes pembaptis tidak tergoyahkan. Kesaksian Kristus mengenai martir ini memberikan keberanian pada kita saat ini – “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.” (Matius 11:11,12).

Setan sedang memerangi umat Tuhan. Serangannya yang ganas melawan mereka yang hidup dengan motif tak mengenal egois dari kerajaan surga. Dunia dan pikiran karnalnya sederhananya tidak dapat memahami mereka yang memilih untuk mengikuti Kristus dan mengenakan sebuah mahkota pengorbanan. Umat Tuhan tahu bahwa salib datang duluan sebelum upah surga. Kematian datang sebelum kehidupan kekal, serta pengharapan setelah kekecewaan.

Yesus berkata pada kita, “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Matius 5:10). Juga, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (ayat 44,45).

Sebagaimana banyak orang berpikir kebangkitan Kristus datang akhir pekan ini, janganlah pernah kita lupakan bahwa jalan penderitaan akan datang pada semua yang mencoba hidup saleh. Kita berduka atas saudara-saudari Kristen di seluruh dunia yang telah kehilangan orang yang mereka sayangi kepada tangan jahat agen Setan. Marilah kita berdoa bagi mereka untuk berpegang pada janji akan suatu hari dimana semua penderitaan akan berakhir selamanya – dan mendukung pelayanan yang mencoba meringankan beban mereka.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.