Amazingfacts.id: Cermin memantulkan gambar atau objek yang ada di depannya dengan gambar yang sempurna. Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata, “Dia persis seperti ayahnya”? Dari mana asal ungkapan itu? Ada beberapa teori. Sebagian orang percaya bahwa ungkapan tersebut awalnya adalah “spitting image” dan berasal dari dua potongan papan kayu yang dibelah dan saling cocok. Gambaran cermin dari serat kayu yang serupa sering digunakan dalam pembuatan furnitur dan alat musik. Dan begitu “spitting image” menjadi berarti “kemiripan yang persis.”
Yang lain berpendapat bahwa jika seseorang (atau sesuatu) begitu mirip dengan yang lain, seolah-olah orang (atau benda) itu diludahkan dari mulutnya. Sebuah drama tahun 1689 mengatakan, “Anak malang! Dia begitu mirip dengan ayahnya sendiri seolah-olah dia diludahkan dari mulutnya.” Penggunaan yang lebih tepat pertama kali dikutip dalam karya A. H. Rice, *Mrs. Wiggs*, pada tahun 1901. Ia menulis: “Dia persis seperti ayahnya, sangat mirip sekali dengannya!”
Frasa dalam Ibrani yang menggambarkan Yesus sebagai “gambaran yang sempurna” dari Allah jauh melampaui ungkapan “spitting image.” Bahkan idiom “spitting image” tidak menangkap sifat ilahi Yesus, karena Dia bukan “sebagian” Allah tetapi setara dengan Allah. Semua sifat Allah ada dalam Yesus; Dia berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30).
Yesus tidak hanya sekadar mirip dengan Allah di permukaan. Keilahian-Nya merasuk hingga ke inti keberadaan-Nya. Ia berkata kepada Filipus, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Yesus menyatakan kesetaraan-Nya dengan Allah ketika Ia mengidentifikasi diri-Nya sebagai “Aku telah ada” (Yohanes 8:58) dari Perjanjian Lama.
Kristus tidak hanya menuntun kita kepada Bapa, tetapi Dia sendiri adalah Allah. Orang-orang menyembah Yesus setelah kebangkitan-Nya (Matius 28:17). Alkitab berkata, “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” (Ibrani 1:6). Suatu hari nanti setiap lutut akan bertelut dan “mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan” (Filipi 2:10, 11).
Terapkan: Pikirkan dua kerabat dekat yang Anda kenal yang sangat mirip. Renungkan bagaimana mereka berbeda. Bahkan kembar identik pun tidak persis sama dalam segala hal.
Pelajari Lebih Dalam: Matius 1:23; Yohanes 1:1, 14; Roma 9:5.
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi. (Ibrani 1:1).
– Doug Batchelor –






