Merajalelanya Pelanggaran Hukum

Blog AFI
Mari bagikan artikel ini

Blog_LawlessnessLebih dari 200 anak gadis telah diculik dari sebuah sekolah menengah wanita di Timur Laut Nigeria oleh kelompok Islam militan BoHaram. Penculikan dan tindakan kekerasan lainnya dari kelompok teroris ini mengingatkan kita kembali bahwa kita hidup di masa penuh dengan bahaya.

Orang tua para anak yang diculik terus menantikan dikembalikannya anak mereka dan menyerukan untuk tindakan pemerintah yang lebih tegas. Baru-baru saja, pemimpin kelompok Boko Haram Abubakar Shekau menyatakan keterlibatannya atas penculikan-penculikan tersebut. “Saya culik putri-putri Anda. Saya akan jual mereka di pasaran” ancamnya. Kecuali dibebaskan, hampir semua akan dijual sebagai “mempelai” pada anggota organisasinya untuk 12 dollar per orang.

Boko Haram menyatakan bahwa pendidikan dunia barat penuh dosa, dan kelompok itu mencoba mendirikan sebuah negara Islam di bawah hukum syariah, menghentikan apa yang sering disebut “westernisasi.” Kelompok ini dikenal sering menyerang orang-orang Kristen dan pemerintahan, meledakkan gereja, menyerang sekolah dan kantor polisi, menculik turis dari dunia barat, tetapi juga membunuh anggota yayasan Islam. Tindakan kekerasan yang terkait dengan pemberontakan Boko Haram diperkirakan sampai 10.000 kematian antara 2002 sampai 2013.

Sebuah kekuatan yang mendorong dibelakang kelompok extrimis ini, yang dikutuk oleh banyak organisasi Islam di luar, adalah kombinasi dari agama dan kekerasan. Tidak mempedulikan hukum pemerintah untuk kebebasan beribadah dan pendidikan, mereka memakai kekerasan untuk menekankan pandangannya. Itu menghancurkan kebebasan beragama, menciptakan ketakutan dan pelanggaran-pelanggaran hukum. Alkitab menubuatkan meningkatnya jumlah tindakan-tindakan semacam itu di hari-hari akhir. Yesus memperingatkan, “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin” (Matius 24:12).

Paulus memberikan gambaran jelas atas apa yang akan terjadi. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik” (2 Timotius 3:1-3). Tentunya kita melihat jelas ini terjadi di Timur Laut Nigeria.

Beberapa dari kita hidup di negara yang cukup aman, tidak mempedulikan kerusakan brutal yang terus merasuk di seluruh dunia. Di sarang kita yang aman, kita lupa mengenai darah saudara-saudari Kristen kita yang tertumpah setiap hari, atas gadis-gadis yang tidak bersalah yang dijual sebagai budak seks, atas desa-desa dan gereja-gereja yang dibakar, atas wanita dan anak-anak yang dibunuh atas nama agama. Kita harus berduka dan berdoa agar pembunuhan-pembunuhan itu dapat segera berhenti.

Saat Kristus datang kembali, hamba-hamba kejahatan ini akan dihentikan. Penghakiman tidak akan ditunda, dan “maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi” (Matius 24:50,51).

Yesus segera datang kembali. Semua kebrutalan akan berakhir. Hukum akan kembali dipulihkan. Kedamaian akan bertakhta. Akankah Anda bersiap?

 Apabila Anda ingin mempelajari lebih lagi mengenai hukum Tuhan, Klik di sini


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.