Amazingfacts.id: Bayangkan membersihkan debu dari sebuah potongan tembikar kuno dan menemukan sebuah ukiran yang menyebutkan nama tokoh Alkitab yang keberadaannya dipertanyakan oleh para kritikus Alkitab. Arkeologi telah berulang kali membuktikan keandalan historis Firman Allah, meskipun beberapa sarjana berargumen bahwa catatan Alkitab tidak dapat dipercaya.
Salah satu penemuan arkeologi tertua yang berkaitan dengan Alkitab adalah batu basalt hitam besar yang disebut Batu Moab. Ditemukan pada tahun 1868, stele setinggi tiga kaki tiga inci ini memperingati pemberontakan sukses raja Moab melawan kekuasaan Israel. Batu ini memberikan informasi yang tidak dijelaskan dalam Alkitab tentang peran Omri (1 Raja-raja 16:21–28) dalam merebut kembali kendali atas kerajaan ini.
Pada tahun 1935, James Starkey menemukan 21 ostraka (potongan tembikar tanah liat dengan tulisan) dalam penggalian di Lachish, sebuah kota di dataran rendah Yehuda. Ostraka-ostraka ini merupakan serangkaian surat yang ditulis selama pengepungan Nebukadnezar dan menunjukkan harapan penulis untuk bantuan dari Mesir. Surat-surat Lachish memberikan beberapa kata-kata terakhir Yehuda saat berusaha bertahan dari serangan Babel. Kota tersebut akhirnya jatuh, begitu pula Yerusalem.
Salah satu penemuan manuskrip terbesar yang membuktikan keakuratan Alkitab adalah Gulungan Laut Mati pada tahun 1948. Gulungan-gulungan ini berasal dari satu abad sebelum zaman Yesus dan berisi semua kitab Perjanjian Lama (kecuali Ester). Dibandingkan dengan manuskrip-manuskrip yang lebih baru, gulungan-gulungan ini menunjukkan pelestarian teks Alkitab yang luar biasa.
Benda-benda bersejarah telah membuktikan berulang kali bahwa Alkitab akurat dan benar. Bukti manuskrip yang mendukung Alkitab juga menunjukkan bahwa Kitab Suci adalah buku yang paling tercatat dengan baik di dunia kuno.
Terapkan: Bacalah atau tontonlah kisah penemuan Gulungan Laut Mati dan pelajari bagaimana manuskrip-manuskrip ini membuktikan transmisi yang teliti dari Alkitab sepanjang masa.
Pelajari Lebih Dalam: Yeremia 34:1–7; Yohanes 7:17; 2 Timotius 2:15.
Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Mazmur 12:6.
– Doug Batchelor –






