
Beberapa waktu yang lalu ada perhelatan besar di dunia yaitu Piala Dunia yang diikuti beberapa peserta dari beberapa negara di dunia ini. Masing-masing negara memiliki tujuan yang sama yaitu kemenangan, tak jarang mereka melakukan berbagai strategi untuk bisa memenangkan pertandingan tersebut.
Pertandingan bukan hanya terjadi di dunia olah raga saja, tetapi sebagai umat Tuhan, kita juga sedang berada di area pertandingan dan targetnya harusnya menang.
“Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” 1 Korintus 9:24.
Sebagai seorang umat Tuhan hidup keimanan kita seperti sebuah pertandingan yang tentu saja tujuan akhirnya adalah kemenangan. Lalu bagaimana supaya kita memperoleh kemenangan tersebut?
1. Persiapkan Diri
“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.” 1 Timotius 6:12.
Persiapan diri artinya kita harus mengenali diri kita secara menyeluruh diantaranya adalah dengan memahami kekuatan dan kelemahan kita. Untuk sampai dalam tahap itu kita memerlukan pelatih atau guru yang sanggup membantu kita untuk meraih kemenangan.
A. Kekuatan
“Syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Korintus 15:57.
Satu-satunya sumber kekuatan yang akan memampukan kita meraih kemenangan adalah ketika hidup kita, kita bawa dalam kebenarannya Tuhan Yesus Kristus. Yesus adalah sumber kemenangan dan Guru Besar (Pelatih) kita. Selama kita bersama Yesus maka jaminan kemenangan itu pasti menjadi milik kita.
B. Kelemahan
“Yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Yesaya 59:2.
Sumber satu-satunya penghalang bagi kita untuk mendapatkan kemenangan dalam perlombaan iman kita adalah segala dosa-dosa kesayangan kita. Hanya dengan melepaskan semua bentuk dosa-dosa kesayangan kita saja maka kita akan mampu lepas darinya.
2. Strategi Bertahan Sampai Akhir
“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis” Efesus 6:10-11.
Apa itu senjata Allah yang sanggup membuat kita bertahan melawan tipu muslihat Iblis?
“Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya.” Efesus 6:14-18.
3. Musuh Atau Tantangan Terberat
“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal.” 1 Korintus 9:25.
Musuh utama kita bukanlah orang lain tetapi diri kita sendiri melalui pikiran-pikiran kita, dosa-dosa kesayangan kita, kemarahan, rasa khawatir, iri dengki, kesombombongan dan keangkuhan hidup dalam diri kita itu adalah musuh terbesar kita. Untuk itu kita perlu untuk menang terhadap segala jenis keinginan daging kita.
Lalu bagaimana supaya kita dapat mengalahkan musuh terbesar kita?
A. Segera Tinggalkan Dan Bertobat
“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi. Amsal 28:13.
Pengakuan dari kita akan segala dosa-dosa kita itu penting karena dengan demikian akan membantu menyadarkan bahwa kita memiliki kelemahan-kelemahan yang harus dengan segera diatasi.
B. Meminta Roh Kudus Membantu Kita
“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Roma 8:13.
Melalui Roh Kudus itu akan membantu kita untuk mematikan segala kelemahan-kelemahan diri kita (musuh kita) karena hanya dengan itu kita bisa menang, bukan oleh kekuatan diri kita sendiri.
4. Juara Sejati
Pertandingan yang kita lakukan bukanlah pertandingan yang hanya terjadi dalam waktu tertentu saja tetapi pertandingan yang kita hadapi adalah pertandingan seumur hidup kita, maka ketika kita telah menang terhadap satu atau dua perkara dalam kehidupan kita, jangan langsung puas atau sombong, tetapi jadikan itu sebagai kekuatan untuk dapat terus bertahan dalam menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Dengan Tuhan dan melalui Roh Kudus yang terus kita pegang, maka kita akan dimampukan bertahan dalam setiap pertandingan iman kita.

“Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.” Wahyu 3:11.




