Tidak Ada Waktu untuk Takut

Blog AFI


Blog_NoTimeFearDia membawa kemana-mana semprotan merica “untuk berjaga-jaga”, kata teman sekamar Jon Meis. Tahun lalu seorang penembak masuk ke Miller Hall di kampus universitas Seattle Pacific, dan menciderai parah seorang mahasiswa dan melukai dua orang lainnya. Saat itulah Meis membuat keputusan segera…

Saat si penembak berhenti untuk mengisi pelurunya di Miller Hall yang bersimbah darah, Meis seorang mahasiswa teknik berusia 22 tahun dari Renton, melihat kesempatan, kata teman sekamarnya pada hari Kamis malam. Meis yang pada waktu itu sedang bekerja sebagai pengawas yang duduk di meja lobby, dekat pintu depan hall, dengan segera masuk ke dalam untuk menyemprotkan semprotan merica kepada si penembak, lalu dia jatuhkan si penembak itu ke lantai. Lalu saat polisi tiba mereka memborgol dan menahan si tersangka, kata saksi lainnya.

Banyak orang menyebut Jon sebagai seorang pahlawan, tapi dia tidak hanya menolak menerima penghargaan, dia bahkan tidak ingin diwawancarai oleh media masa. Dia digambarkan oleh teman-temannya sebagai seorang yang pendiam, lembut dan pecinta alam. Tindakannya tidaklah mementingkan diri. Dia siap diwisuda, menikah dan memulai hidup setelah lulus universitas.

Hampir tidak pernah terpikirkan Meis seorang pemuda dengan iman Kristen yang dalam, memasuki sebuah situasi kekerasan dimana dia dapat kehilangan hidupnya. Akankah Anda menyangka dia sebagai seorang ksatria pemberani dari penampilannya? Dalam sebuah kutipan di NPR oleh Laurel Dalrymple, dia menyatakan: “Kalian tidak dapat mengidentifikasi seorang pahlawan dari penampilan luarnya. Anda mungkin tidak menyangka bahwa Jon Meis… yang digambarkan sebagai seorang yang pendiam dan lemah lembut akan menjatuhkan dan mengalahkan seorang penembak pada hari Kamis itu, menginspirasi yang lain untuk membekap si penyerang sampai polisi tiba. Akankah mahasiswa yang lain bertindak apabila Meis tidak melakukan sesuatu?

Seiring kita mendekati kedatangan kedua Kristus, Alkitab menubuatkan sebuah peningkatan jumlah kriminalitas brutal yang tanpa pengendalian diri (2 Timotius 3:3). Yesus juga mengatakan bahwa pada zaman kita orang-orang akan mati ketakutan karena kecemasan (Lukas 21:26). Tetapi Tuhan berkata kepada kita untuk tetap kuat dan meneguhkan hati serta jangan kecut dan tawar hati (Yoshua 1:9). Sungguh menginspirasi melihat pahlawan yang tidak mementingkan diri dan tidak kenal takut berdiri menantang bahaya.
Saat Yesus turun ke dalam dunia, Dia hadapi kejahatan muka dengan muka, dan Dia kehilangan nyawa-Nya oleh karena itu. Seiring peristiwa-peristiwa akhir di planet kita terjadi, dan kita terus mendengar kejadian penembakan-penembakan brutal di Seattle, Las Vegas, Karachi, atau Santa Barbara, marilah kita ingat pengorbanan yang Yesus telah lakukan bagi kita, sehingga kita tidak hidup dalam ketakutan.

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita (1 Yohanes 3:16).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *