Antikristus  & 666 Diungkap (3)

Featured Pendalaman Alkitab

Dalam artikel sebelumnya kita  telah melihat kesebelas petunjuk yang mengarah kepada Vatikan sebagai antikristus. Sekarang kita masuk kepada petunjuk ke-12, tentang angka yang selama ini sangat misterius, yaitu 666.

Mari kita membaca tentang 666 ini dari Wahyu 13:18, “Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”
Apa angka binatang itu? 666. Jadi, 666 adalah Angka dari binatang. Identitas binatang antikristus (Wahyu 13:17).

Ada lima paus yang menamakan diri mereka Sixtus (yang berarti “enam”). Di atas adalah makam salah satu dari mereka, dan gambar di atas adalah bagian mahkota di kepalanya. Seperti yang Anda lihat, makam itu  tampak sangat rumit. Pada mahkota Paus ini melilit enam ular di bawah piramida gaib. Apakah Anda bisa melihatnya? Jika Anda perhatikan dengan teliti, Anda bisa.

Sebelum lanjut, ular melambangkan apa dalam Alkitab? Iblis. Sekarang mengapa ada enam ular pada mahkota seorang paus yang menamai dirinya enam (sixtus)?  666 adalah angka keramat bagi agama-agama kuno dunia, yang mana simbol ini berarti bahwa ia adalah pemimpin agama pagan (palsu) untuk memimpin seluruh dunia.

Berikut ini adalah beberapa koin tata surya kuno.

Anda dapat melihat ada matahari dan bulan. Itu disebut solis e lun. Dan di bagian belakang koin ini adalah sekumpulan angka. Bisakah Anda melihat bahwa ada enam kolom disini? Jika Anda menjumlahkannya ke segala arah, akan didapatkan jumlah 111.  Dijumlahkan secara vertikal, akan berjumlah 111. Dijumlahkan secara horizontal, akan berjumlah 111. Dijumlahkan secara diagonal, akan berjumlah 111. Dan ada enam kolom

Enam kolom jika dikalikan 111 hasil  adalah 666. Dan total 666 tertulis di sini dibagian bawah koin. Itu adalah angka keramat dalam agama kuno—yang berhubungan dengan penyembahan matahari.

Berikut ini ada sebuah patung wanita.

Dan Anda dapat melihat bahwa kakinya bertumpu pada bumi—yang menunjukkan dominasinya di seluruh bumi. Anda juga dapat melihat bahwa dia menggendong sesuatu. Apa itu? Mari kita lihat pada foto yang di close-up (perbesar.)

Itu adalah matahari. Anda akan menemukan simbol-simbol pemujaan matahari dimana-mana di Vatikan. Itu karena Gereja Roma telah mengubah kesucian Sabat (Sabtu) ke hari Minggu—Sunday, hari matahari.

Berikut ini adalah pernyataan yang luar biasa dari mantan paus Joseph Ratzinger. Dia berkata, “Gereja Katolik Roma lebih bijaksana daripada Alkitab (firman Tuhan) dan mampu membantah itu.” Akan tetapi Alkitab berkata, “Firman-Mu itu benar sejak mulanya”(Mazmur 119:160, KJV). Allah tidak akan mengubah Firman-Nya. Ini berdiri teguh sepanjang kekekalan. Kita harus memilih apa yang akan menjadi penuntun kita: Alkitab atau tradisi. Kami memilih untuk menjadikan Alkitab sebagai penuntun. Dan kami mendorong Anda, apakah Anda Katolik atau Protestan, jadikan Alkitab penuntun Anda dan Yesus pemimpin Anda.

Ada banyak umat Katolik yang mengikuti Alkitab, dan mengaku dosa mereka secara langsung kepada Yesus. Tetapi mereka tidak berada dalam “kerajaan” yang tepat, “kerajaan” itu tidak menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dari ajarannya, mereka perlu melakukan perubahan.

Alkitab mengatakan dalam Ayub 5:17, “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.”

Yohanes 8:32: “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan  memerdekakan kamu. Kami ingin mengikuti kebenaran, bagaimana dengan Anda? Berapa banyak diantara kita yang ingin mengikuti kebenaran? Apa yang seharusnya menjadi reaksi kita dalam mendengar kebenaran Firman Allah? Rasul Paulus dalam Ibrani 3:15 berkata: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman.”

Jika menjadi keinginan Anda untuk tidak mengeraskan hati, mari akhiri pelajaran nubuatan kita dengan berlutut dan berdoa sehingga Tuhan akan menguatkan kita untuk mengikuti kebenaran firman Allah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *