renungan berkat

DISUCIKAN MELALUI PENURUTAN

Renungan Harian
Penyucian
Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, sebab Akulah Tuhan, Allahmu. Demikianlah kamu harus berpegang pada ketetapanku dan melakukannya; Akulah Tuhan yang menguduskan kamu. Imamat 20:7, 8

Adam dan Hawa telah berani melanggar syarat-syarat yang ditentukan Tuhan, sehingga akibat dosa mereka yang mengerikan harus menjadi suatu amaran kepada kita agar tidak mencontoh ketidaktaatan mereka. . . . Tidak ada penyucian yang tulen kecuali penurutan kepada kebenaran. Mereka yang mengasihi Allah dengan segenap hati akan menyukai seluruh hukum-hukumNya juga‘ Hati yang disucikan serasi dengan sifat hukum Allah yang suci; benar dan baik.

Tidak ada orang yang sungguh-sungguh mengasihi dan takut akan Allah akan terus melanggar hukum dalam cara yang khusus. Bilamana manusia melanggar ia ada di bawah hukum, maka baginya hukum itu menjadi suatu kuk perhambaan. Apapun yang jabatannya mungkin la belum dibenarkan, yang berarti diampuni.

”Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa.” Melalui penurutan datang penyucian tubuh, jiwa dan roh. Penyucian ini adalah suatu pekerjaan yang menuju kemajuan, langkah maju dari satu tingkat penyempurnaan ke tingkat yang berikut.

Hendaklah iman yang hidup itu bergerak ibarat benang emas itu melalui pelaksanaan dari kewajiban yang terkecil sekalipun. Kemudian pekerjaan sehari-hari akan membantu dalam pertumbuhan kekristenan. Akan terjadi pandangan yang terus-menerus kepada Yesus. Cinta kepada-Nya akan memberikan tenaga yang amat penting kepada segala sesuatu yang diperbuat. Oleh sebab itu melalui penggunaan yang benar dari talenta-talenta kita, kita dapat menghubungkan diri kita dengan sebuah rantai emas kepada dunia yang lebih tinggi. Ini adalah penyucian yang benar, sebab penyucian terdiri dari melaksanakan kewajiban setiap hari dengan penuh kegembiraan dalam penurutan yang sempurna kepada kehendak Allah.

Bilamana di dalam hati ingin menurut Allah, bilamana usaha dilaksanakan sampai pada akhirnya, Yesus akan menerima persembahan dan usaha Ini sebagal pelayanan manusia yang terbaik, dan la akan mengisi kekurangan dengan jasa ilahi-Nya sendiri.

Hidupku Kini, hal. 252

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *