12 Langkah Menuju Kebangunan

DUA BELAS LANGKAH MENUJU KEBANGUNAN

Bank Pustaka

Oleh Doug Batchelor

Dua Juara Besar

Sebuah Fakta Menakjubkan : Ilmuwan memberitahu kepada kita bahwa gelombang suara yang kita buat dari suara kita berlangsung dalam sebuah perjalanan panjang yang tiada akhir melewati angkasa, dan jika kita memiliki kekuatan untuk berdiri di beberapa planet bertahun-tahun setelah itu dengan instrument yang cukup lembut, kita mungkin dapat menemukannya kembali dan menciptakan kembali kata-kata yang kita katakan di bumi.

Dalam masa gereja yang suam-suam kuku dan ketidakpatuhan anak-anak Tuhan, orang-orang membutuhkan pahlawan, pria dan wanita hebat dapat dipandang sebagai panutan dan penasehat untuk membawa keinginan sebenarnya kita kembali kepada hubungan kita dengan Allah. Nabi-nabi Alkitab yang membawa pesan spesial dan memancarkan iman adalah pahlawan yang sempurna yang dapat kita teladankan, dan dua pemenang terbesar dalam Kitab suci yang dapat kita lihat adalah Elia dan Yohanes Pembaptis.

Tuhan memakai kedua orang ini untuk mepengaruhi kebangunan yang sangat hebat dalam masa mereka, dan Dia ingin melakukan hal yang sama hari ini dalam kehidupanmu dan dalam gereja. Maleakhi 4:5,6 berkata, “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

Mungkin pertama-tama kita dapat menyiapkan waktu kita untuk memahami apa maksud dari ayat ini. Dalam masa Yesus, banyak kepercayaan bahwa Elia akan hidup dan datang kembali kedunia ini, atau kemungkinan dapat dilahirkan kembali sebagai manusia yang baru. Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” (Lukas 9:18,19).

Orang Yahudi hidup dengan pendirian pengharapan bahwa Elia akan datang kembali untuk memberitakan kedatangan Mesias. Tetapi nubuatan dalam kitab Maleakhi tidak secara terang-terangan mengimplikasikan bahwa nabi perjanjian lama akan datang kembali ke dunia. Sebaliknya, itu adalah semangat kebangunan dan reformasi Elia yang di perkirakan akan kembali. Berbicara mengenai kelahiran Yohanes Pembaptis, malaikat Gabriel berkata kepada Zakharia, “dan ia akan berjalan mendahului TUHAN dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi TUHAN suatu umat yang layak bagi-Nya” (Lukas 1:17).

Malaikat Gabriel pertama yang menunjukan bahwa Yohanes Pembaptislah yang menggenapi nubuatan dalam kitab Maleakhi. Yohanes yang mendahului kedatangan Allah untuk mengerjakan pekerjaan spesial dari kebangunan dan reformasi. Yesus kemudian menetapkan kebenaran ini ketika Dia berkata, “Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan – jika kamu mau menerimanya – ialah Elia yang akan datang itu” (Matius 11: 13,14).

Bagaimanapun juga, kegenapan nubuatan dalam kitab Maleakhi bukan hanya sampai pada Yohanes pembaptis. Disana juga ada pemenuhan penggenapan sampai pada zaman modern sekarang ini. Nubuatan berkata : “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.” “Hari TUHAN yang  besar dan dahsyat itu,” juga disebut sebagai “hari besar murka ALLAH” dalam Wahyu 6:17, adalah sama dengan kedatangan Tuhan yang kedua kali. Jadi penggenapan itu ditujukan kepada waktu sebelum Yesus datang kembali!

Pengertian harafiahnya, kebangunan yang sesungguhnya membawa pembaruan rasa cinta kepada keluarga dan dari keluarga diteruskan kepada orang lain. Unit dasar dari masyarakat, pemerintah, atau gereja adalah keluarga. Kecurahan dari roh Tuhan selalu menghasilkan cinta yang akan menuntun kita kepada penurutan perintah Tuhan. Yesus berkata, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15). Jadi pengertian rohaninya, semangat pesan dari Elia dan Yohanes  akan juga bekerja untuk menyatukan ketidakpatuhan dari anak-anak dunia dengan Bapa yang di surga hari ini.

Dua Belas Langkah

Jadi mari ambil waktu singkat untuk melihat bagaimana kedua nabi besar ini menolong kita untuk membawa harapan penuh pesan dari kepatuhan dan tindakan bagi kepentingan Tuhan – dengan kata lain, Kebangunan Sejati.

Ke-12 karakteristik dari semangat dan kekuatan Elia akan juga ada di hari-hari terakhir sebelum Kristus kembali.

  1. Berani dan Tanpa Takut – Bahkan Dihadapan Pemimpin
  • Elia – Elia berkata kepada Ahab, “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau dan kaum keluarga-mu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal” (1 Raja-Raja 18:18).
  • Yohanes – “Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “ Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” (Markus 6:18).

Yohanes dan Elia, keduanya tanpa takut dalam mengajar pesan yang benar didepan penguasa dan pemerintah. Yesus berkata ini akan terjadi pada hari-hari terakhir. “…kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka” (Markus 13:9). Kita tidak seharusnya mencari pengakuan di hadapan manusia, tetapi cukup kepada Allah. Untuk menetapkan Kebangunan besar, pesan Elia harus berani diproklamasikan dengan jelas, tanpa kompromi, dan terkadang tanpa kepopuleran.

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinga-nya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2 Timotius 4:3,4).

  1. Diet Sederhana dan Gaya Hidup
  • Elia – “Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: “Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti” (1 Raja-Raja 17:11).
  • Yohanes – “… makanannya belalang dan madu hutan” (Markus 1:6).

Elia dan Yohanes, keduanya dikenal dengan diet sederhana dan kehidupan alam liar mereka. Keteguhan dasar ini membuat kemampuan mental mereka jernih dan tubuh mereka kuat, sehingga mereka dapat dipersiapkan untuk pekerjaan khusus yang Tuhan minta mereka lakukan. “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31). Demikian juga, gereja di hari-hari terakhir harus dibaharui kepada kebenaran dimana ada hubungan yang kuat antara tubuh dan jiwa. Apa yang kita makan dan minum, sebaik kebiasaan hidup pribadi kita, memiliki efek langsung kepada kejernihan mental dan kemampuan untuk memahami kebenaran. Kekuatan untuk melawan godaan dapat ditemukan dengan cara diet sederhana dan gaya hidup yang secukupnya. Ingat, dosa datang kepada manusia sebagai hasil dari memakan hal yang tidak benar.

“Berbahagialah engkau tanah, kalau rajamu seorang yang berasal dari kaum pemuka, dan pemimpin-pemimpinmu makan pada waktunya dalam keperkasaan dan bukan dalam kemabukan!” (Pengkhotbah 10:17).

  1. Gaun Sederhana, Pakaian Sederhana
  • Elia – “Seseorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya” (2 Raja-Raja 1:8).
  • Yohanes – “Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit…” (Markus 1:6)

Pada saat raja-raja dan para imam suka memakai perhiasan yang panjang, jubah yang menggantung, kesederhanaan dan seadanya Elia dan Yohanes adalah  teguran pedih. Kita hidup dalam masa dimana tidak ada perhatian yang lebih angkuh kepada semarak dan mode. Tujuan utama dari pakaian modern adalah untuk menyoroti seksualitas seseorang. Sayangnya, segalanya dari tindik badan sampai kepada tato sedang dimanjakan bahkan diantara orang-orang Kristen. Sekali lagi,  gereja benar-benar membutuhkan Elia di hari terakhir untuk bersaksi bagi Kristus melalui teladan keredahan hati dan kesederhanaan melalui pakaian sederhana dan penampilan.

“Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal” (1 Timotius 2:9).

  1. Memuridkan Orang Lain
  • Elia – “Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu Elisa … Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya” (1 Raja-Raja 19:19).
  • Yohanes – “Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya” (Lukas 7:18).

Kitab Injil mencatat bahwa Elia tidak hanya memuridkan Elisa, tapi ia juga mengunjungi sekolah para nabi (juga diartikan “murid-murid para nabi”), yang mana tersebar di seluruh tanah Israel (2 Raja-Raja 2). Pusat pelatihan ini mengkombinasikan pengajaran rohani dan keterampilan kerja yang praktis, dan orang-orang muda yang dilatih disana pergi keseluruh Israel untuk mengajar orang lain tentang jalan Tuhan. Yohanes, demikian juga, memancarkan kembali imannya dengan mengajar para murid-murid yang mengikuti dia. Yohanes dan Elia, keduanya menghabiskan hampir seluruh waktu melatih bukan untuk para imam dan orang Lewi, tetapi lebih kepada orang biasa. Demikian pula, pergerakan besar Allah yang terakhir tidak akan dipimpin oleh pendeta-pendeta saja, tetapi juga oleh orang-orang biasa yang dipenuhi oleh roh. Inilah mengapa Elia berpesan harus memberikan perhatian kepada pelatihan, pemuridan, dan memobalisasi seluruh anggota gereja Allah.

  1. Mengkhotbahkan Baptisan Pertobatan dan Menanggalkan Diri Sendiri
  • Elia – “Berkatalah Elia kepadanya: Hai Elisa baiklah tinggal disini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan” (2 Raja-Raja 2:6).
  • Yohanes – “Maka datanglah keapdanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan” (Matius 3:5,6).

Satu tanda yang mengidentifikasi pesan Elia adalah memanggil orang-orang ke sungai Yordan-sebuah simbol dari pertobatan dan baptisan. Anak-anak Israel harus menyeberangi sungai Yordan untuk memasuki tanah perjanjian, hanya dengan kita masuk kedalam air baptisan kita akan memasuki kehidupan yang baru. Amanat agung Yesus kepada gereja akan memiliki waktu terbaiknya dimasa depan, ketika sekali lagi Elia modern akan membaptiskan orang-orang yang bertobat kepada Kristus seperti angka-angka yang terjadi pada hari pentakosta. “Maka turunlah ia  membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi ALLAH itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir” (2 Raja-Raja 5:14).

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dala nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19).

  1. Menunjukan Kerendahan Hati
  • Elia – “Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya diantara kedua lututnya” (1 Raja-Raja 18:42).
  • Yohanes – “…tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya” (Matius 3:11).

Sebelum Yesus datang kembali, umat-umat Tuhan akan belajar merefleksikan karakter kelemah-lembutan dan rendah hati Yesus di zaman yang angkuh dan sombong. “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati dihadapan Allahmu?” (Mikha 6:8).

  1. Bertahan Dari Penganiayaan Agama
  • Elia – “maka Izabel menyuruh seorang suruan mengatakan kepada Elia: beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu” (1 Raja-Raja 19:2).
  • Yohanes – “Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: Apa yang harus kuminta? Jawabnya: Kepala Yohanes Pembaptis!” (Markus 6:24).

Dalam perjanjian lama, ratu penyembah berhala bernama Izebel menikah dengan Ahab, raja Israel. Izebel dan putrinya, Atalia, menganiaya umat-umat Tuhan dan mencoba membujuk Ahab untuk membunuh Elia dan nabi-nabi yang lain. Dalam perjanjian baru, Herodias, isteri dari raja Herodes, dan puterinya, Salome, berhasil membujuk Herodes untuk Yohanes Pembaptis. Pengalaman penganiayaan Elia dan Yohanes akan cepat kembali terulang. Di hari-hari terakhir, Wahyu mengatakan kepada kita “Ibu dari para pelacur” dan puterinya akan menganiaya umat-umat Tuhan yang sisa, Elia yang terakhir. “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Wahyu 12:17).

“Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: BABEL BESAR, IBU DARI WANITA-WANITA PELACUR DAN DARI KEKEJIAN BUMI. Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus” (Wahyu 17:5,6).

  1. Berlari Dihadapan Raja
  • Elia – “Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel” (1 Raja-Raja 18:46)
  • Yohanes – “Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Lukas 3:4).

Ketika para raja melakukan perjalanan di zaman Alkitab, para pelayan selalu mendahului kedepan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan raja. Mereka membersihkan jalanan dari batu dan halangan-halangan, menimbun lubang-lubang, meratakan tanah yang bergelombang, dan meluruskan setiap tikungan. Di jalan yang sama, pengajaran pesan Elia dihari-hari terakhir akan menolong untuk mempersiapkan umat-umat bagi kedatangan Raja Yesus. Mereka akan menyatakan pesan yang membuat jalan keselamatan menjadi jelas, terencana dan mudah dimengerti.

“Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada  mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum” (Wahyu 14:6).

  1. Perhatian Tertinggi Dalam Memuliakan Allah
  • Elia – “Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali” (1 Raja-Raja 18:37).
  • Yohanes – “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yohanes 3:30).

Pengajaran pesan Elia akan menjadikan memuliakan Allah sebagai prioritas utama mereka. Mereka akan sepenuhnya ditahbiskan untuk Tuhan, sama seperti Yohanes dan Elia. Mereka akan mau untuk berkorban agar orang lain bisa selamat-dengan kata lain, menyiapkan dan dipersiapkan untuk pekerjaan Tuhan.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1).

  1. Memperbaiki Mezbah Tuhan
  • Elia – “Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: Datanglah dekat kepadaku! Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu” (1 Raja-Raja 18:30).
  • Yohanes – “Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Yohanes 3:1,2).

Pesan Elia akan menjadi panggilan terompet untuk kembali kepada “mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 1:3). Hari ini, ketika banyak mengatakan kepada kita bahwa pengajaran Alkitab adalah ketinggalan zaman dan memerlukan perubahan agar  sesuai dengan zaman sekarang, kita harus benar-benar ingat bahwa Tuhan pernah berkata, “Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah” (Maleakhi 3:6).

“Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan Yang memperbaiki tembok yang tembus, yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni” (Yesaya 58:12).

  1. Pesan-Pesan Yang Mencetuskan Reformasi
  • Elia – “Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel… Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah dia” (1 Raja-Raja 18:19-21).
  • Yohanes – “Demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu. Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan” (Markus 1:4,5).

Pada hari-hari Elia dan Yohanes Pembaptis, umat-umat Tuhan telah rusak karena pengaruh dari berhala-berhala disekitar mereka dan merusak  kebenaran Tuhan (1 Raja-Raja 19:14; Matius 3:1,2). Kedua nabi yang berani ini mengirimkan pesan yang mencetuskan kebangunan dan reformasi diantara umat-umat Tuhan. Hari ini, sekali lagi, kelihatannya banyak orang-orang Kristen menjadi suam-suam kuku dan duniawi. Jika penghakiman akan dimulai di rumah Tuhan (Yehezkiel 9:6; 1 Petrus 4:17), maka tentunya kebangunan rohani harus dimulai disana juga! Karena rencana Allah bagi umatnya adalah menjangkau seluruh dunia, Ia harus mengirim terlebih dahulu pesan Elia untuk menjangkau gereja. Dalam perjanjian lama, Elia memimpin umat-umat untuk bertobat dan kembali kepada Allah di gunung Karmel. Kemudian ia berdoa, lalu Allah mengirimkan hujan yang lebat mengakhiri kekeringan. Seperti itu juga, Yohanes Pembaptis menyerukan kepada umat-umat untuk bertobat dan menerima Yesus. Lalu setelah itu, mereka menerima kecurahan roh kudus pada hari Pentakosta. Elia modern juga akan menyampaikan pesan pertobatan. Kemudian, ketika gereja merendahkan hati, maka Roh kudus Tuhan akan dicurahkan.

  1. Pendirian Umat-Umat Kepada Kristus
  • Elia – “Tampilah nabi Elia dan berkata: Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah” (1 Raja-Raja 18:36).
  • Yohanes – “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29).

Keinginan yang membara dari Elia modern adalah membuat umat-umat berbalik kepada Yesus, bahwa mereka dapat mengenal Dia dan memiliki hidup yang kekal.

Tentara Allah

Jika Allah mengirimkan pembawa pesan khusus untuk menyiapkan bangsa Israel bagi kedatangan-Nya yang pertama kali, maka sangat penting juga bagi-Nya mengirimkan pesan dan pembawa pesan untuk menyadarkan gereja-gerja bagi kedatangan-Nya yang kedua kali-penyelamatan yang tertinggi?

Pada cara yang sama saat Allah memberi kuasa kepada Elia dan Yohanes Pembaptis untuk melakukan pekerjaan kebangunan dan persiapan, hari ini Tuhan juga sedang mempersiapkan pasukan Elia hari terakhir untuk melakukan pekerjaan yang besar bagi kebangunan. Fakta menakjubkan mengundang anda untuk menjadi bagian dari menyampaikan hal yang besar ini, pesan Elia hari terakhir –“menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya” (Lukas 1:17).

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Mazmur 37:5).

Ketika mempelai pria dan mempelai wanita berdiri di hadapan pendeta, mereka membuat sebuah janji yang besar dan tetap… janji yang berarti untuk selamanya. Apa yang memberikan mereka kepercayaan untuk dapat memenuhi janji itu? Mereka mempunyai cinta yang kuat dan pengeritan komitmen yang dalam. Cara yang sama, ketika membuat janji baptisan, kita harus mengerti artinya “Dalam sakit dan sehat, dalam kemakmuran dan kemalangan, dibawah sinar matahari maupun hujan.” Keluarga gereja Tuhan akan memiliki banyak pengalaman yang tertinggi dan terendah yang sama dengan keluarga duniawi, tetapi jika kita menngasihi Yesus dan berjanji untuk mengasihi juga umat-umat-Nya, itu akan menjadi pengalaman berharga yang akan bertahan disegala pencobaan.

Saya pikir terkadang kita terlalu rendah mengartikan seberapa banyak yang Tuhan dapat melakukan melalui seseorang yang telah dibaptiskan, dan berkomitmen dalam Kristen! Melalui doa dan iman satu orang biasa, Elia, bangsa Israel berbalik kepada Tuhan.

Janji Alkitab adalah:

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya” (Yakobus 5:16-18).

Raja Daud juga mengingatkan kita, “Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak” (Mazmur 37:5).

Paulus juga menambahkan, “Karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa dan memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan” (2 Timotius 1:12).

Dan tentunya, contoh yang penuh komitmen adalah Yesus. “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mancaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil” (1 Petrus 2:21-23).

Ini adalah salah satu pernyataan favorit saya tentang komitmen. Ini dari Ellen G. White, salah satu penulis Kristen yang terbesar:

“Kebutuhan terbesar dunia ini adalah kebutuhan akan manusia – manusia yang tidak dapat diperjualbelikan, manusia yang dalam sanubarinya setia dan jujur, manusia yang tidak segan menyebut dosa sebagai dosa, manusia yang angan-angan hatinya setia kepada tugas seperti jarum menjunjuk ke kutub, manusia yang mau berdiri demi kebenaran walau langit runtuh sekalipun” – Membina Pendidikan Sejati

Sobat sekalian, saya telah belajar bahwa dengan pertolongan Tuhan, seseorang dapat melakukan apapun yang dia inginkan, jika keinginannya itu benar-benar ada. Saya juga telah belajar bahwa dimana ada iman dan harapan, segala hal adalah mungkin jika dia percaya. Jika anda benar-benar rindu dan percaya, anda dapat bertahan dan sukses sebagai seorang Kristen yang bersemangat dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Bagaimanapun juga, tanpa Yesus kita akan tenggelam di badai masa yang akan datang. Sudara, ini adalah satu-satunya jalan untuk bertahan dihidup yang penuh prahara: Milikilah Yesus diperahu anda. Biarkan Ia mengambil tali dan kemudi anda dan Ia akan memimpin anda melewati badai hidup dan membawa anda selamat dipelabuhan surga. Maka, saya memohon kepada anda untuk membuat suatu komitmen hari ini … untuk meminta Tuhan menjadi kapten anda, Tuhan dan Penyelamat untuk memenuhi anda dengan Roh Kudusnya … dan kemudian dengan iman yang teguh mengikuti Dia kemana saja Dia menuntun anda.

Anda telah membaca bagaimana Tuhan memakai Elia untuk membagikan kasih-Nya yang menakjubkan – dan hasil yang menakjubkan adalah penurutan. Sekarang bayangkan saja  apa yang akan terjadi saat jutaan Elia di hari-hari akhir memanggil orang-orang diseluruh dunia kepada Yesus. Saya berharap dan berdoa anda akan menjadi salah satu dari ini. Mengapa tidak bergabung dengan saya sekarang dalam membuat janji komitmen kepada Yesus dengan memilih meletakan tangan anda ke bajak, memegang erat dan tidak melihat lagi kebelakang?

“Tetapi kata Rut: Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab kemana engkau pergi, kesitu jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mama engkau mati, aku pun mati disana, dan disanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut” (Rut 1:16,17).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *