Iman di Tengah Wabah Penyakit

Blog AFI

 

Detroit, Michigan, dan San Diego, California, sedang bergumul dengan merebaknya Hepatitis A diantara para gelandangan. Virus ini biasanya tersebar melalui makanan atau air yang dengan mudah digunakan sebagai penghantarnya. Tetapi penemuan terbaru menyatakan sepertinya disebabkan oleh beberapa hal, termasuk penggunaan obat terlarang dan fasilitas toilet umum yang terkontaminasi.

Hepatitis A umumnya ditemukan di negara berkembang dan biasanya tidak begitu fatal. Seperti halnya sakit flu, bisa sembuh dalam kurun waktu enam sampai delapan minggu, menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi. Tetapi, karena terbatasnya akses untuk perawatan, lebih dari tiga puluh orang mati akibat sakit di Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir.
Para pekerja kesehatan khawatir bahwa penyakit ini akan menyebar ke bagian lain dari negara dikarenakan para wisatawan tidak mengetahui dan belum pernah terjangkit. Sementara ini, para pegawai pemerintah kota bekerja untuk menyediakan vaksin bagi populasi yang paling rentan terjangkit. Mereka juga menyediakan akses yang lebih baik kepada fasilitas bersih untuk menolong mengurangi penyebaran penyakit.

Yesus memperingatkan bahwa di akhir zaman, wabah penyakit akan meningkat dan menyebar ke banyak tempat (Matius 24:7). Tanda-tanda ada di sekitar kita dan kita perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah-masalah ini. Sebagai cara yang paling mudah untuk menghindari Hepatitis A adalah menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, maka keputusan sederhana setiap hari yang menjadikan Kristus terutama dalam hidup adalah kunci menghadapi setiap penipuan di akhir zaman ini.

Mengikut Kristus bukanlah hal yang mudah. Yesus berkata, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Matius 7:13, 14)

Meskipun memilih Kristus sering kali membawa kita bertentangan dengan kebudayaan dan bahkan keinginan pribadi kita, Dia berjanji bahwa Dia akan bersama kita dalam setiap langkah kehidupan (Matius 11:28-30). Dia telah menjalani kehidupan ini sebelum kita, dan Dia tau bagaimana menolong kita untuk setia dalam setiap bahaya dan permasalahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *