renungan

JANGANLAH BIMBANG

Renungan Harian

 Kristus Dekat di Sisimu

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28

Bilamana pencobaan timbul, ingatlah bahwa semuanya itu adalah untuk kebaikanmu.  . . Apabila pencobaan dan bencana menimpa engkau, ketahuilah bahwa hal itu timbul agar engkau menerima kemuliaan dari Tuhan rnelalui kekuatan yang dibaharui dan kerendahan hati yang bertambah-tambah, agar dengan demikian ia dapat memberkati, mendukung dan menyokong engkau sebaik-baiknya. Dalam iman dan dengan pengharapan yang “tidak mengecewakan,” peganglan janji-janji Allah itu.

O, betapa baiknya Tuhan itu kepada kita sekalian, dan betapa tentramnya kitab oleh percaya kepadaNya! Ia memanggil kita anak-anakNya yang kecil. Kemudian marilah kita datang kepadaNya sebagaimana kapada Bapa yang penuh kasih. Ia rindu agar sinar terang kebenaranNya akan memancar keluar dari wajah kita dan dari perkataan dan perbuatan kita. Jika kita mau mengasihi satu dengan yang lain sebagaimana Kristus telah mengasihi kita, maka rintangan-rintangan yang memisahkan kita dari Allah dan dari satu dengan yang lain akan pecah dan rintangan-rintangan yang menghalangi mengalirnya Ron Kudus dari hati ke hati akan tersingkir. . . . Percayalah kepadaNya dengan segenap hatimu. Ia akan membawa engkau dan memikul bebanmu.

Tuhan bermaksud agar umatNya berbahagia, dan Ia membukakan sumber penghiburan di hadapan kita dipenuhi dengan sukacita dan damai sejahtera di tengah-tengah pengalaman-pengalaman kita sekarang ini. Tak perlu kita menunggu hingga kita masuk ke dalam sorga untuk bergembira, senang dan bersukacita. Kita harus memilikinya sekarang di dunia ini. . . kita kehilangan amat banyak sebab kita tidak memahami berkat-berkat yang dapat menjadi milik kita sewaktu kita berduka. Segala penderitaan dan dukacita kita, segala pencobaan dan ujian kita, segala kesedihan dan penderitaan, segala aniaya dan kemelaratan yang menimpa kita, pendek kata segala sesuatu itu, bekerja Bersama-sama demi kebaikan kita. . . Segala pengalaman dan keadaan adalah perkakas Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kita. Biarlah kita memandang kepada terang di balik kabut.

Kebahagiaan kita bukannya dating dari apa yang terdapat di sekeliling kita, melainkan dari apa yang terdapat dalam kita; bukan dari apa yang kita miliki, melainkan dari apa kita sebenarnya.

Hidupku Kini, hal. 187

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *