MENIKMATI HASIL CIPTAAN ALLAH

Renungan Harian

Unsur-unsur Kesehatan yang Baik

Ketika Allah pada hari ketujuh   telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia  pada hari ketujuh dari segala pekerjaaan yang telah dibatNya itu.Kejadian 2:2,3

Allah mengasingkan hari ketujuh sebagai suatu hari perhentian bagi manusia demi kebaikan manusia dan untuk kemuliaanNya sendiri. la melihat bahwa manusia perlu berhenti sehari dari pekerjaan sehari-hari, karena kesehatan dan kehidupannya akan terganggu tanpa beristirahat dari pekerjaan dan kekhawatiran enam hari kerja itu.

 Han Sabat Tuhan haruslah dijadikan suatu berkat bagi kita dan bagi anak-anak kita, . . . Kepada mereka dapat diperlihatkan kembang-kembang yang berbunga dan kuncup-kuncup yang mekar, pohon-pohon yang tinggi dan padang rumput menjulang tinggi dengan indahnya, dan mengajarkan banwa Allah menjadikan semuanya itu selama enam hari, ialu berhenti pada hari ketujuh, serta menyucikannya. Dengan demikian orang tua dapat menjalin peiajarandari dalarnnya kepada anak-anak mereka,  sahingga anak-anak itu dengan memandang pada benda-benda alam, mereka mengingat Khalik yang menjadikan semuanya. Pikiran mereka akan tertuju pada sifat Allah–kembali pada panciptaan dunia kita, ketika dasar hari Sabat diletakkan, dan semua anak Allah bersorak-sorai.

Berbahagialah rumah tangga yang dapat pergi ke tempat perbaktian pada hari Sabat sebagaimana Yesus dan murid—muridNya pergi ke rumah ibadat—melewati ladang-ladang , sepanjang pantai dari danau, atau melewati hutan-hutan belukar.

Hari Sabat mengajak kita melihat kemuliaan Khaiik dalam ciptaanNya. Dan sebab Ia ingin kita melakukan hal ini, Yesus menjalin pelajaran-pelajaranNya yang indah itu dengan keindahan dari alam. Pada hari perhentian yang kudus melebihi semua hari lain, kita harus mempelajari pekabaran yang telah ditulis Allah di dalam alam. Kita harus mempelajari perumpamaan-perumpannaan Juruselamat dimana Ia mengucapkannya, di ladang-Iadang dan hutan belukar, di bawah langit yang terbuka, di antara rerumputan dan kembang-kembang. Sementara kita datang rapat kepada jantung alam, Kristus menjadikan hadiratNya nyata bagi kita dan rnengucapkan kasih dan damai sejahteraNya pada hati kita.

Hidupku Kini, hal. 142

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *