Nubuatan Alkitab Terpanjang Yang Paling Menakjubkan (1)

Pendalaman Alkitab

Berapa banyak dari kita yang pernah menerima surat panggilan dari pengadilan karena satu kasus hukum tertentu? Mungkin sebagian besar dari kita belum pernah terjerat kasus hukum. Tetapi ada berita untuk kita semua. Tak lama lagi kita akan memiliki satu Kasus di Pengadilan. Kita akan menghadap pengadilan tertinggi di alam semesta, yaitu Pengadilan Surgawi.  Kita semua yang pernah hidup di bumi ini memiliki panggilan untuk tampil di hadapan pengadilan Tuhan karena pelanggaran kita terhadap hukum Tuhan yang kudus.

Mari kita membaca bahwa dari 2 Korintus 5:10, “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.”  Jadi kita semua harus tampil di hadapan pengadilan Kristus supaya dapat diputuskan upah dari perbuatan kita masing-masing.

Alkitab mengatakan dalam 1 Pet. 4:17, “Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?”  Perhatikan bahwa penghakiman dimulai pada rumah Allah atau di gereja.

Kita akan mencari tahu kapan saat penghakiman itu tiba. Suatu hari dan tidak lama lagi, Tuhan akan menjatuhkan vonis  yang tidak dapat dibatalkan kepada setiap orang. Tetapi jangan dulu takut ketika kita mendengar kata vonis. Karena ada 2 jenis vonis, yaitu vonis bebas dan vonis hukuman.

Mari kita baca bahwa dari Wahyu 22:11, Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” Jadi disini kita mendapati sebuah keputusan final, putusan yang tidak dapat dibatalkan terhadap setiap orang. Orang yang diputuskan bersalah akan terus berbuat jahat, sedangkan yang diputuskan benar akan terus berbuat kebenaran.

Setelah putusan ini apa yang terjadi? Mari kita baca ayat berikutnya, Wahyu 22:12, “Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.” Kita lihat dalam ayat ini bahwa setelah keputusan dibuat maka Tuhan akan datang dan membawa upah yang akan diberikan kepada setiap orang menurut perbuatannya selama dia hidup.

Yang artinya: Bahwa sebelum putusan atau vonis dibuat dan Yesus akan datang membawa upah, harus ada terlebih dahulu sebuah pengadilan untuk menentukan upah apa yang akan dibawa kepada setiap orang.  Tentunya pendapat ini adalah hal yang masuk akal.

Jika demikian, apakah Alkitab memberitahu kita tentang pengadilan Tuhan?  Wahyu menuliskan ada amaran tentang hari penghakiman diakhir zaman. Wahyu 14:6,7, “Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.”
Ini adalah pekabaran malaikat pertama, pekabaran yang diberitakan ke seluruh dunia. Pekabaran itu adalah “saat penghakiman-Nya telah tiba.” Bukan sesuatu yang akan datang, tetapi sesuatu telah tiba/sementara terjadi. Ini terjadi di zaman akhir (di zaman kita sekarang) sesaat sebelum kedatangan Yesus.

 

Kalau begitu, pertanyaan apakah yang muncul sehubungan dengan penghakiman Tuhan. Ada 3 pertanyaan, yaitu:

  1. Kapan penghakiman itu dimulai?
  2. Dimana penghakiman itu terjadi?
  3. Seperti apa penghakiman itu?

Untuk menjawabnya kita akan pelajari sekarang dengan pergi ke buku Daniel pasal 7. Dimana Daniel mendapat sebuah penglihatan mengenai penghakiman yang akan terjadi. Kita mulai ayat yang ke-9, Alkitab mengatakan: “Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar.”
Disini nabi Daniel menerima suatu penglihatan yang luar biasa mengenai pengadilan atau penghakiman. Takhta pengadilan itu diletakkan di hadapan raja.

Lalu apa yang akan dibahas dalam pengadilan Tuhan? Pengkhotbah 12:14, “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.”  Kita  tidak dapat menyembunyikan rahasia dari Allah! Kita bisa saja menyembunyikan sesuatu dari suami atau istri, atau orang tua, atau majikan, tetapi kita tidak bisa menyembunyikannya dari Tuhan. Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan segera.

Saudaraku, sepertinya situasi yang akan membuat kita terhukum ketika segala perbuatan kita dihadapkan dalam pengadilan Tuhan. Tapi ada Seseorang di sini dalam peristiwa penghakiman ini. Kita membaca tentang Dia dari Daniel 7:13, “Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.”

Siapakah yang dimaksud “Anak Manusia”? Itu adalah Yesus. Apakah peran Yesus dalam penghakiman tersebut?

  1. Dia adalah pengacara kita.
    1 Yohanes 2:1 menyatakannya pada kita: “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.”
  2. Dia adalah hakim kita.
    Yohanes 5:22,27 mengatakan bahwa: “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak . . . Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.”
    Ayat ini mengatakan bahwa semua penghakiman diberikan kepada Yesus.
    Allah Bapa adalah ibarat Hakim Ketua; tetapi Yesus adalah hakim yang menjalankan. Jadi Dia adalah pengacara kita, dia juga adalah hakim kita.
    Tapi di saat bersamaan Dia juga adalah:
  3. Teman
  4. Dia adalah juga  Juruselamat

 

Sekarang kita coba pikirkan hal ini. Jika kita harus pergi ke pengadilan, dan pengacara kita adalah yang menjadi Hakim. Dia adalah teman baik kita. Dia juga sudah membayar tebusan untuk kasus kita. Apakah kita masih merasa takut? Tentu tidak!  Jika kita memberikan hidup kepada Yesus, kita tidak perlu takut penghakiman karena kita tahu akan dibenarkan dalam penghakiman.

Dimana penghakiman berlangsung?  Tampaknya terjadi di sorga. Apakah demikian yang Alkitab katakan?

Sebelum kita jawab, ada sebuah pertanyaan lagi: KAPAN  penghakiman dimulai?

Alkitab memberitahu kita kapan waktu penghakiman dimulai. Kita akan mulai menjawab pertanyaan ini dari Daniel 8:14, “Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.”
Mungkin saat ini Anda berpikir bahwa ayat ini bukankah menyatakan tentang pemulihan tempat kudus/Bait Suci? Lalu apa hubungannya dengan penghakiman?”

Untuk menjawabnya, kita perlu terlebih dahulu mengetahui gambaran dari bait suci dan upacaranya. Kita hanya akan melihat gambarannya secara sekilas. Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa ada dua bait suci: Bait Suci yang di bumi, dan satu lagi adalah Bait Suci surgawi. Anda dapat membaca mengenai bait suci ini dalam Ibrani pasal 8 dan 9.

Bait suci yang ada di bumi merupakan bayangan dari bait suci surgawi. Dalam 2 bait suci ini menggambarkan proses bagaimana orang berdosa itu disucikan dan dilayakkan untuk surga. Bait Suci atau Kaabah dan upacaranya adalah illustrasi dari Tuhan tentang rencana keselamatan-Nya.

Ketika seorang berkata “mari saya berikan ilustrasi”,  itu artinya dia hendak menjelaskan satu pokok pembahasan tertentu dengan cara lebih mudah untuk dipahami.

Demikian juga dengan bait suci dan upacaranya. Ini diberikan sebagai bentuk “ilustrasi atau cara” Tuhan untuk membantu kita lebih mudah memahami bagaimana Tuhan menyelesaikan masalah dosa. Semua jenis simbol dalam Bait Suci dan upacaranya adalah menunjuk kepada Yesus, pengorbanan-Nya, dan pelayanan-Nya bagi kita.

Jadi jangan lupa: Bait suci dan segala bentuk upacaranya adalah ilustrasi Allah dalam rencana keselamatan. Ini semua menunjukkan bagaimana Dia berurusan dengan masalah dosa.

Upacara dalam Bait Suci sendiri ada 2, yaitu Upacara Harian (Imamat 4) dan Upacara Tahunan (Imamat 16). Dalam upacara harian, setiap hari para imam masuk ke Bilik Suci. Ketika seseorang berdosa maka dia akan membawa korban (umumnya domba) ke Bait Suci. Domba yang dia bawa haruslah domba yang sempurna. Lalu ia akan meletakkan tangannya ke atas kepala hewan itu dan mengakui dosanya. Ini melambangkan bahwa dosa dari orang berdosa secara simbolis dipindahkan ke domba yang tak bercacat. Siapa yang sesungguhnya bersalah? Orang berdosa. Siapa yang tidak bersalah? Domba. Domba ini tidak melakukan sesuatu yang salah. Lalu kepada siapa kesalahan orang berdosa dipindahkan? Kepada domba yang tidak bersalah. Kemudian domba yang tak bercacat itu disembelih, dan darahnya ditampung dalam sebuah baskom. Dan sebagian besar darah itu dicurahkan di mezbah pembakaran. Kemudian domba yang sudah mati diletakkan di atas mezbah korban bakaran dan dibakar. Kira-kira pengorbanan domba ini melambangkan siapa? Domba melambangkan Yesus dan kematianNya di kayu Salib.

Hanya darah Kristus dapat menghapus dosa kita. Meskipun orang Israel di sepanjang Perjanjian Lama mengorbankan domba setiap hari, tapi domba itu sendiri tidak memiliki jasa kebajikan. Itu semua merujuk kepada Yesus Kristus. Dan sebagian besar darah domba yang tercurah di mezbah bakaran itu juga melambangkan darah Yesus yang tercurah di kayu Salib.

Kembali kepada upacara harian itu. Setelah domba itu dibakar, dan sebagian darahnya dicurahkan di bawah mezbah bakaran, lalu apa yang selanjutnya dilakukan sampai upacara itu selesai? Sebelumnya kita pelajari tentang bagian Bait Suci. Di bawah ini adalah gambar tentang Bait Suci berdasarkan Keluaran 40:1-3.

Yang diluar garis merah-biru ini adalah pelataran/halaman luar. Yang di dalam garis merah-biru adalah pelataran/halaman dalam. Di dalam pelataran/halaman dalam ada bangunan Bait Suci terbagi menjadi 2. Yang pertama adalah Bilik Yang Suci (di sebelah kanan gambar tirai bercorak biru), dan yang kedua adalah Bilik Yang Mahasuci (di sebelah kiri gambar tirai bercorak biru). Dan tirai yang pada gambar di atas berwarna biru adalah yang menjadi pembatas antara Bilik Yang Suci dengan Bilik Yang Maha Suci.

Tadi kita sudah bahas bahwa sebagian besar darah domba dicurahkan di bawah mezbah bakaran. Tetapi ada sebagian dari darah itu dibawa masuk ke dalam Bait Suci dan dipercikkan di tirai yang menjadi pembatas antara Bilik Yang Suci dan Bilik Yang Maha Suci. Dengan begitu selesailah upacara harian, dan orang berdosa itu diampuni, namun catatan pengampunan orang berdosa masih tersimpan di Bait Suci.

Jadi: Orang berdosa sudah diampuni, namun masih tersimpan catatan dosanya di bait suci. Inilah yang terjadi di Pelayanan/Upacara Harian.

Ingat! Bahwa semua ini adalah ilustrasi dari Allah tentang rencana keselamatan, tentang bagaimana Dia berurusan dengan masalah dosa.  Dan pengorbanan hewan setiap hari dalam Perjanjian Lama  menyatakan dua fakta tentang dosa:

  1. Dosa membawa Maut.
    Alkitab menyatakan hal ini dalam Roma 6: 23, “Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
  2. Tidak ada orang berdosa yang harus mati karena ada pengganti yang disediakan. Dan juga menyatakan bahwa orang berdosa tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.
    Yohanes Pembaptis berkata tentang Yesus dalam Yohanes 1:29, “Lihatlah Anak Domba Allah (Yesus), yang menghapus dosa dunia. Semua domba melambangkan Yesus yang akan datang dan mati.

Jadi kita dapat melihat, melalui Upacara/Pelayanan Harian orang berdosa diampuni, namun catatan dosanya dipindahkan/masih ada di dalam Bait Suci. Maka perlu adanya satu masa untuk pembersihan Bait Suci melalui Upacara Tahunan. Pembersihan itu terjadi sekali dalam setahun di Bilik Yang Maha Suci. Apa yang dibersihkan dari Bait Suci? “Catatan” dari dosa2 yang sudah diampuni.

Mengapa catatan dosa itu perlu untuk dibersihkan/dihapuskan? Bukankah kita sudah diampuni? Misal Anda mempunyai hutang. Dan ada surat perjanjian hutang. Lalu orang yang kepadanya Anda berhutang mengatakan kalau hutang Anda sudah dianggap lunas. Tapi surat hutang itu masih ada. Artinya bisa saja sewaktu-waktu Anda dituntut untuk membayar hutang karena bukti hutang Anda masih ada. Namun jika bukti surat itu dibakar atau dimusnahkan, maka siapa pun sudah tidak ada yang menuntut Anda. Begitu pula saat catatan dosa kita dibersihkan/dihapuskan, maka kita terjamin untuk benar-benar bebas dari tuntutan dosa. (tetapi karakter pemberi hutang itu tidak sepenuhnya menggambarkan karakter Tuhan)

Dan pada zaman Israel ini dilambangkan dengan hari pendamaian yang terjadi setahun sekali. Hanya Imam Besar yang bisa melakukan hal ini.  Upacara pada hari itu sering disebut sebagai: Pembersihan Kaabah, disebut juga  Hari Pendamaian, dan juga disebut  Hari Penghakiman.

Jadi sekarang kita tahu bahwa pembersihan bait suci adalah sama halnya dengan Hari Penghakiman.

Imamat 23: 24-27, “”Katakanlah kepada orang Israel, begini: Dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal satu bulan itu, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh yang diperingati dengan meniup serunai, yakni hari pertemuan kudus. Janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat dan kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.” TUHAN berfirman kepada Musa: “Akan tetapi pada tanggal sepuluh bulan yang ketujuh itu ada hari Pendamaian; kamu harus mengadakan pertemuan kudus dan harus merendahkan diri dengan berpuasa dan mempersembahkan korban api-apian kepada TUHAN.””
10 hari sebelum Hari Penghakiman, para imam akan meniupkan serunai/terompet untuk mengumumkan bahwa Hari Penghakiman sudah dekat. Pertanyaan: Kira-kira apa yang dilakukan oleh orang-orang Israel selama 10 hari menjelang Hari Penghakiman tersebut? Jika hari ini kita tahu bahwa hidup kita hanya tinggal 10 hari, bagaimana kita akan hidup pada masa 10 hari ke depan? Pastinya masing-masing kita akan memeriksa hati dan mengakui dosa-dosa kita, bukannya menuding dosa orang lain. Kita  akan benar-benar ingin memastikan bahwa segala sesuatu tidak ada masalah antara kita dengan Tuhan dan antara kita dengan sesama.

Dan itulah yang sesungguhnya dilakukan oleh orang-orang Israel selama masa 10 hari tersebut. Mereka akan memeriksa hati mereka masing-masing. Mengakui dosanya masing-masing, bukannya mencari kekurangan orang lain. Mereka akan membereskan permasalahan antara mereka dengan Tuhan dan antara mereka dengan sesama mereka. Ketika matahari terbenam pada Hari Penghakiman, nasib dari setiap orang Israel sudah ditentukan untuk tahun berikutnya. Setiap orang Israel yang tidak mengakui dosanya dalam hidup mereka akan di singkirkan dari perkemahan bangsa Israel; tidak bisa diselamatkan. Hal ini menjadi penghakiman yang bersifat nasional dan individu.

(Hari terakhir dalam kalender Israel—Yom Kippur—adalah Hari Penghakiman. Sampai hari ini masih menjadi hari yang sakral dalam kalender orang Isarel, karena mereka tidak percaya kepada kedatangan Yesus yang pertama kali)

Hari Penghakiman pada masa orang Israel melambangkan Hari Penghakiman di zaman akhir . Ada berapa banyakkah manusia yang masih memiliki kasus yang ditunda pada Hari Penghakiman? Semua orang. Apa yang terjadi di Bait Suci dunia ketika Hari Penghakiman?  “Catatan” dari dosa yang sudah diampuni dibersihkan pada Hari Penghakiman.

Pertanyaan, apakah dosa-dosa kita diampuni jika kita mengakuinya? Dan apakah ada catatan atas dosa-dosa kita di bait suci surgawi? Jawabnya adalah ya, ada!

Daniel 7:10 menyatakan penghakiman/pengadilan sudah dimulai dan “dibukalah kitab-kitab.”
Dan kalau kita baca dalam Pengkhotbah 12:14, dikatakan bahwa “Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.”  Jadi ada catatan dari dosa-dosa kita yang sudah diampuni di buku surgawi, namun belum dihapuskan. Kita bisa membaca lebih lanjut mengenai Hari Pendamaian di dalam Imamat 16.

 

Itulah tadi gambaran singkat pelajaran tentang bait suci. Hal yang perlu diingat adalah, bait suci dan seluruh upacaranya merupakan lambang/simbol dari rencana keselamatan.

Kita telah pelajari bahwa Pembersihan Kaabah adalah sama dengan Hari Penghakiman. Tetapi sekali lagi pertanyaannya adalah: Kapankah Hari Penghakiman itu dimulai?

Tunggu dalam artikel “Nubuatan Alkitab Terpanjang Yang Paling Menakjubkan (2).”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *