Nubuatan Alkitab Terpanjang Yang Paling Menakjubkan (3)

Pendalaman Alkitab

Dalam artikel “Nubuatan Alkitab Terpanjang Yang Paling Menakjubkan (2) kita telah mempelajari bahwa nubuatan terpanjang Alkitab, yaitu nubuatan 2300 hari atau tahun, terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama adalah nubuatan 70 minggu (490 hari) atau 490 tahun, yang juga menjadi kesempatan terakhir yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel apakah mereka bisa setia sebagai bangsa pilihan.

Dengan telah dipotongnya 490 tahun dari 2300 tahun maka masih tersisa 1810 tahun. Akhir dari nubuatan 490 tahun adalah pada tahun 34 M, yang juga menjadi tahun pertama kali Injil kebenaran diberitakan kepada bangsa lain oleh Paulus dan Barnabas. Jika dari 34 M ditambahkan 1810 tahun (bagian kedua dari nubuatan 2300 tahun), maka kita mengetahui bahwa nubuatan 2300 tahun berakhir pada tahun 1844 M(34 + 1810 = 1844).

Dan dalam Daniel 8: 14 menyatakan bahwa di akhir nubuatan 2300 hari (tahun) akan terjadi pembersihan Bait Suci sorga. Pembersihan Bait Suci sorga adalah juga disebut dengan Hari Penghakiman Tuhan.  Jadi demikian kita tahu bahwa Hari Penghakiman Tuhan dimulai pada 1844.

Tetapi pertanyaannya adalah: Bagaimana kita bisa yakin bahwa tahun 1844 adalah dimulainya Hari Penghakiman itu?

Perhatikan, kita memiliki empat titik nubuatan:

  1. Yang pertama adalah tahun 457 SM, yang sudah di cek berdasarkan sejarah dan kronologinya dengan Alkitab. Itu salah satu titik waktu yang paling jelas.
  2. Kemudian kita juga memiliki Tahun 27 Masehi, Kristus dibaptiskan, ini juga sudah dibuktikan.
  3. Lalu tahun 31 Masehi ketika Kristus mati di Kalvari. Inipun akurat.
  4. Selanjutnya kita memiliki tahun 34 Masehi ketika Injil diberitakan kepada semua bangsa. Itu pun sudah dibuktikan akurat.

Dan sebagaimana 4 titik sebelumnya yang akurat sesuai pembuktiannya, kita ketahui bahwa titik waktu terakhir 1844—waktu untuk penghakiman—adalah juga tepat.

Sekarang jangan lewatkan poin penting berikut. Siapapun yang menolak tahun 1844 sebagai waktu untuk penghakiman, sesungguhnya juga menolak Yesus Kristus sebagai Mesias dalam Daniel 9. Karena nubuatan ini semuanya berkaitan satu sama lain dan tidak berdiri sendiri-sendiri.

Alkitab mengatakan kepada kita: “Sampai lewat dua ribu tiga ratus hari; lalu tempat kudus itu akan dibersihkan” (Daniel 8:14).

Kita sudah pelajari tadi bahwa “pemulihan tempat kudus” adalah sama dengan dimulainya “waktu penghakiman.” Jadi  penghakiman di sorga dimulai di surga pada tahun 1844. Itulah sebabnya Alkitab berkata dalam Wahyu. 14:7, “Katanya dengan suara nyaring, takutlah akan Allah, dan muliakanlah dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya.”  Jadi penghakiman telah dimulai.

Mungkin dimulai sejak zaman Adam, Tuhan menelusuri dari zaman ke zaman memeriksa kehidupan dari setiap orang yang hidup di bumi. Suatu hari, nama kita akan disebut dalam pengadilan tersebut, itu pasti akan terjadi. Karena Alkitab mengatakan kepada kita bahwa ketika Yesus datang kembali, Dia sudah membuat keputusan untuk menentukan upah kepada setiap orang berdasar perbuatannya.

Pada jaman Perjanjian Lama, orang-orang Yahudi memeriksa hati mereka selama sepuluh hari sebelum penghakiman (yang ditandai dengan peniupan serunai atau terompet pada hari pertama-Imamat 23:24). Itu seharusnya jadi pelajaran dan perenungan bagi kita hari ini. Kita seharusnya menyelidik hati kita untuk memastikan bahwa tidak ada yang menjadi penghalang kita dengan Allah.

Tak satu pun dari kita yang tahu persis kapan nama kita akan dipanggil dalam penghakiman. Namun pekabaran ini memberikan dorongan dan keberanian bagi kita semua dalam menghadapi penghakiman. Kita memiliki Yesus sebagai pengacara yang menawarkan untuk menangani kasus kita. Dia kita tidak pernah kalah dalam menangani kasus.

1 Yohanes 2:1 berkata: “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai  seorang Pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang Adil.”
Saudara, kita tidak perlu takut dalam penghakiman.  Karena Yesus akan menjadi pembela kita di sana jika kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya

Yudas 1:24, “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya.”
Saudara, tak satu pun dari kita manusia yang sempurna/tak bernoda. Tetapi Yesus rindu menjaga kita supaya kita menjadi sempurna/tak bernoda.

Bagaimana Yesus bisa membuat kita tak bernoda ketika kita begitu kotor dan bernoda? Berikut adalah caranya. Yesus telah membayar hukuman atas semua kesalahan kita di kayu salib. Dia mati untuk kita dan membayar harga kita, sehingga kita dapat diampuni. Suatu hari nama kita akan dipanggil. Dan ketika nama kita disebut dalam penghakiman, apa yang akan kita lakukan?

Mari coba kita bayangkan. Ketika nama kita disebut dalam penghakiman, lalu Yesus berdiri untuk mewakili setiap orang yang percaya kepadaNya. Kemudian dibacakanlah sebuah buku yang mencatat daftar panjang dosa-dosa kita dan kita tidak bisa menyembunyikannya. Kita bisa bayangkan akan ada suatu momen yang sunyi. Kemudian Yesus berdiri dan berkata sambil menyebut nama kita masing-masing: “Aku di sini untuk mewakili orang ini (sambil menyebut nama kita masing-masing). Dia memang berdosa, tapi dia mengakui dosa-dosanya kepada-Ku. Aku telah hidup dalam dirinya, dan dia juga telah hidup di dalam Aku. Dosa-dosa yang ia sayangi, telah dia serahkan kepadaKu.“ Dan alam semesta dapat melihat pada buku yang menuliskan: Mencuri, mengaku, diampuni. Berdusta, mengaku, diampuni. Berzinah, mengaku, diampuni. Kembali Yesus berkata: “Darah-Ku, Bapa, darah-Ku memohon atas nama orang ini.”

Kemudian kita bisa membayangkan alam semesta mengatakan: “Haleluya, hapus catatan dosanya!” Kemudian dosa kita semua dihapuskan dan di tempat kita tertulis karakter Yesus yang sempurna.

Jika Yesus berdiri bagi kita dalam penghakiman, apa yang kita lakukan? Kita tidak akan melakukan apa-apa dalam penghakiman itu! Selama kita telah memberikan hidup kita kepada Yesus, maka kita tidak perlu takut menghadapi penghakiman. Pertanyaan bagi kita saat ini: Apakah kita sudah menyerahkan kehidupan kita hari demi hari ke dalam tuntunan TUHAN? Atau kita sementara masih memikul beban kita sendiri dalam kehidupan kita?

Suatu hari nanti, dan itu tidak lama lagi, nama kita akan disebut, dan ketika nama itu disebut, apakah kita rindu supaya Yesus berdiri untuk kita? Apakah kita ingin memberitahu Yesus sekarang juga: “Tuhan ketika namaku disebut dalam penghakiman, tolong berdirilah untukku dan menjadi pembelaku”?

Berapa banyak yang punya kerinduan supaya Yesus mewakili kita dalam pengadilan sorga dan Dia menjadi pembela kita? Sambil berdoa mari kita renungkan perkataan rasul Paulus berikut ini: “Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia (Tuhan) kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.” Ibrani 2:16. Betapa kasih-Nya Bapa di sorga kepada kita sehingga “Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa” (Yohanes 3:16).

Saudara, apakah yang masih kita tahankan untuk menyerahkan hidup kepada Yesus? Jangan tahankan saudara. “Jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima” (2 Korintus 6:1).

 

Namun “marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita” (Ibrani 12:1) dan “marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya” (Ibrani 4:16).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *