akhir zaman

BERTAHAN DALAM KESUSAHAN BESAR

Belajar Firman Featured Pendalaman Alkitab
Mari bagikan artikel ini

Oleh : Pdt. Doug Bachelor

Sebuah Fakta Menakjubkan: Pada bulan Agustus 2018, pemerintah Selandia Baru mengeluarkan undang-undang yang melarang orang asing membeli properti di negara mereka. Salah satu alasan tingginya permintaan adalah meningkatnya kecemasan global mengenai naiknya bencana alam dan kekacauan politik yang mengganggu dunia. Beberapa orang terkaya di dunia berusaha membangun bungker mewah di Selandia Baru, yang dianggap sebagai lokasi terpencil ideal jika terjadi bencana nuklir. Bungker berteknologi tinggi ini terkubur 13 kaki di bawah permukaan tanah dan memiliki fitur pintu anti-peluru, sistem penyaring udara yang canggih, baterai cadangan, dan tempat tinggal yang mewah, seperti tempat boling, ruang media, dan kolam renang. Namun, jika Anda mencari tempat perlindungan kelas satu seperti ini, itu akan membuat Anda mengeluarkan $ 11,5 juta – tidak termasuk biaya pemasangan.

Pernahkah Anda mengalami kesusahan besar?

Mengingat berita utama hari ini, kita mungkin merasa di saat jam yang sibuk sekarang. Dan tidak diragukan lagi, kita sedang hidup di masa yang sangat menarik. Setiap hari, sepertinya ada krisis yang menakutkan lainnya dalam berita. Apakah itu potensi perang dengan Cina atau Iran atau kebakaran besar dan angin topan yang  melanda Amerika Serikat, kita dibanjiri dengan berita tentang masalah besar – yaitu, kesusahan besar.

Beberapa orang percaya bahwa hal-hal itu begitu buruk, kita berada di ambang peristiwa apokalips (nubuatan kehancuran total dunia) ketika Alkitab menyebutkan “kesusahan besar.” Sementara berbagai denominasi memperdebatkan periode dari peristiwa ini, hampir semua gereja setuju bahwa mereka yang hidup di bumi pada hari-hari terakhir akan mengalami kesusahan besar. Dan kebanyakan orang percaya melihatnya dengan tingkat ketakutan yang berbeda.

Dengan mengingat hal itu, saya tidak membagikan informasi ini untuk menakuti Anda; Saya tidak kehilangan waktu tidur ketika khawatir mengenai kesusahan besar. Tetapi anggaplah keluarga Anda sedang melakukan perjalanan arung jeram; tidakkah Anda ingin pemandu memberi tahu Anda tentang jeram kasar di ujung sana sehingga siap untuk berpegangan tangan pada tali?

Nah, di Matius pasal 24, Yesus memperingatkan kita akan ada masa pengguncangan bagi mereka yang hidup di bumi sebelum kedatangan-Nya kedua kali. Mari kita lihat lebih dekat.

Di sini kita menemukan para murid dan Yesus sedang berbincang-bincang mengenai bait suci Yahudi. Salah satu pernyataan Tuhan tentu saja mengejutkan para pengikut-Nya.  “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan” (ayat. 2).

Dalam sebuah perjalanan baru-baru ini ke Israel, Karen dan Saya melihat beberapa dari batu-batu itu. Beberapa berukuran besar, dengan berat 150 ton. Gagasan mengenai tidak satu batu pun akan di atas yang lain sangat mengejutkan. Ini mendorong para murid untuk mengorek detail yang lebih dalam dari Yesus. “Bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” (ayat 3). Mari kita lihat jawaban Yesus, yang ditemukan dalam ayat 4 sampai 22:

Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya. Jadi apabila kamu melihat “Pembinasa keji” berdiri di tempat kudus . . . maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

Perhatikan kata-kata dalam ayat 21: “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.” Bukankah bahasa yang digunakan menakjubkan? Kata-kata itu menakutkan banyak orang.

Saya ingat gereja Saya dipenuhi dengan orang-orang yang cemas pada akhir pekan setelah peristiwa 11 September. Mereka telah melihat gambaran apokaliptik dari bangunan yang meledak di pusat kota New York. Mereka tidak pernah memimpikan bencana semacam ini bisa terjadi sampai pantai Amerika. Tapi sejujurnya, peristiwa itu tidak ada artinya dibandingkan dengan pemboman Dresden dan pengepungan Stalingrad. Dan pikirkan peristiwa Pearl Harbor dan kekejaman Holocaust. Pikirkan tentang tsunami mengerikan yang melanda Jepang atau Indonesia. Dan bagaimana dengan Wabah Hitam dan Masa Kegelapan? Ada begitu banyak peristiwa mengerikan dalam sejarah – aliran kesengsaraan besar tanpa henti.

Sering kali, hal-hal yang kita khawatirkan ternyata tidak terlalu buruk. Sebagian besar rasa sakit ditemukan dalam kecemasan dan antisipasi. Tetapi dalam kasus kesusahan besar, Anda mungkin tidak dapat terlalu membayangkan betapa buruk hal itu nantinya. Yesus berkata tentang masa itu, “sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat.” Dengan kata lain, tanpa campur tangan Tuhan, tidak akan ada yang mampu bertahan.

Empat Kesusahan

Penting bagi kita untuk mencatat bahwa sesungguhnya ada empat tipe kesusahan yang berbeda yang tercakup dalam Matius pasal 24—sebuah kesusahan yang berlaku bagi Israel, kesusahan gereja, puncak kesusahan global, dan kesusahan pribadi.

Secara jelas, ketika Yesus berkata bahwa tidak ada satu batu pun yang tertinggal di bait suci, Ia sedang berbicara tentang kejatuhan Yerusalem dan kehancuran bait suci. Ini adalah kesusahan pertama, yang sangat mempengaruhi bangsa Israel. Sejarawan Josephus memberi tahu kita bahwa 1,1 juta orang Yahudi mati ketika orang-orang Romawi menjarah Yerusalem pada tahun 70 Masehi.

Tapi kemudian nubuatan-Nya menjadi lebih luas, lebih menyeluruh. Dimana sebuah kesusahan yang secara khusus mempengaruhi gereja Perjanjian Baru.  Ayat 9 mengatakan “Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa.” Frase “semua bangsa” ini menyiratkan penganiayaan global, dan Wahyu pasal 11 berbicara secara khusus mengenai masa kesusahan ini. “mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya” (ayat 2). Karena bulan Yahudi ada tiga puluh hari, empat puluh dua bulan sama dengan 1.260 hari, yang dalam istilah nubuatan ada 1.260 tahun.

Dan sekali lagi, nubuatan ini terpenuhi dengan tepat. Gereja yang murni ditumbangkan dan ditindas oleh Babel rohani selama zaman yang panjang ini, masa penganiayaan kepausan yang hebat—mulai 538 Masehi, ketika kepausan memperoleh kekuatan militer, sampai 1798, ketika gereja kehilangan kekuatan politiknya untuk sementara karena Napoleon. Selama 1.260 tahun, mereka yang setia kepada Allah dan perintah-perintah-Nya lari ke padang gurun.

Zaman kegelapan ini adalah masa kesusahan besar. Sejarawan memperkirakan sekitar 50 juta orang Kristen dan Yahudi terbunuh, dalam operasi militer seperti Inkuisisi, dalam rentang waktu ini.

Dengan latar belakang ini, apa kesusahan besar pada hari-hari terakhir? Sederhananya, itu adakah tujuh malapetaka terakhir. “aku mendengar suara yang nyaring dari dalam Bait Suci berkata kepada ketujuh malaikat itu: ‘Pergilah dan tumpahkanlah ketujuh cawan murka Allah itu ke atas bumi’” (Wahyu 16:1). Alkitab melanjutkan dengan gambaran manusia yang hangus oleh panas yang hebat dan menderita bisul karena mereka menyembah binatang itu. Air menjadi darah. Ketika Yesus berkata bahwa itu akan menjadi suatu waktu seperti yang belum pernah terjadi, Dia mengutip dari buku Daniel.

Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barang siapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal (12: 1, 2).

Merujuk kepada buku kehidupan dan kebangkitan, kita dapat melihat bahwa perikop ini berlaku saat kesusahan akhir zaman yang dialami gereja dan “tanda binatang” tepat sebelum Kedatangan Kedua. Daniel memberitahu kita bahwa Mikhael, yang saya yakini sebagai istilah Mesias di dalam Perjanjian Lama, muncul pada saat itu. Ketika seorang hakim duduk, dia mendengarkan bukti. Ketika hakim memukul palu dan berdiri, itu berarti “kasus ditutup.” Ketika keputusan disimpulkan, Mikhael berdiri untuk menyelamatkan umat-Nya.

Tetapi ada kesimpulan lain: penutupan pintu kasihan. Apa yang saya maksud? Akan ada periode waktu tepat sebelum Yesus datang ketika orang yang hilang tidak bisa diselamatkan. Hidup akan terus berlanjut, tetapi orang yang selamat akan diselamatkan, dan orang yang hilang akan hilang. (Lihat Wahyu 22:11).

Sementara Tuhan bersabar dengan semua orang, adalah mungkin untuk mencapai titik tidak bisa kembali lagi. Pertimbangkan bahwa Yesus berkata akhir zaman akan seperti pada zaman Nuh. Ketika Nuh berdiri di pintu masuk bahtera dan mengajukan permohonan terakhir, tidak ada seorang pun selain keluarganya yang menanggapi. Dia kemudian masuk ke dalam dan pintu tertutup. Alkitab berkata bahwa hidup terus berlanjut untuk jiwa-jiwa yang terkutuk di luar bahtera. Masa pencobaan mereka telah ditutup, namun mereka masih bangun tidur selama tujuh hari berikutnya—makan, minum, membangun, menikah, dan menertawakan Nuh—tidak menyadari bahwa sudah terlambat. Demikian juga, akan ada periode waktu yang mirip saat akhir zaman ketika masa pencobaan telah ditutup tetapi hidup terus berjalan.

Sebelum masa kesusahan besar di akhir zaman, sebelum tujuh malapetaka terakhir, akan ada “masa kesusahan kecil,” suatu waktu pengujian, pada waktu sebuah hukum akan disahkan dimana Anda tidak dapat membeli atau menjual kecuali Anda memiliki tanda binatang. (Lihat Wahyu pasal 13). Dari sana, masalah akan meningkat hingga mereka yang menolak untuk menyembah binatang akan diancam hukuman mati. Setelah masa pencobaan ditutup, saya tidak percaya akan ada martir, tetapi mungkin ada beberapa yang dihukum mati karena keyakinan mereka selama masa kesusahan kecil. Benar, ada orang Kristen meninggal karena iman mereka di banyak belahan dunia hari ini.

Pada masa kesusahan kecil akan melibatkan penganiayaan melalui hukum agama. Banyak orang akan melarikan diri dari pusat-pusat padat penduduk ketika “kekejian yang membinasakan” terjadi – ketika dirampasnya  kebebasan kita untuk beribadah sesuai dengan hukum dari satu-satunya Allah yang benar. Pada masa ini, Protestantisme yang murtad akan bergabung dengan Roma Kepausan dalam mensponsori undang-undang yang memberi tahu kita bagaimana dan siapa yang harus disembah.

Banyak orang bertanya apakah Amerika Serikat benar-benar bisa tenggelam ke tingkat penganiayaan agama ini. Tetapi yang kita lihat secara historis, ketika orang takut, mereka rela mengorbankan keamanan demi ilusi keamanan. Ketika masalah menyerang, orang-orang juga menunjuk pada seseorang yang bisa disalahkan. Pada kasus ini, mayoritas akan percaya bahwa Tuhan menghukum planet ini karena minoritas yang tidak patuh. Mereka yang menolak untuk bekerja sama akan dipandang sebagai agama yang fanatik dan akan menjadi sasaran yang jelas. Saya bisa dengan mudah melihat semuanya bisa terjadi. Tidak bisakah Anda?

Bertahan dalam Kesusahan

Beberapa dari antara kita yang telah hidup beberapa tahun dengan jujur mengatakan, “Aku telah mengalami kesusahan besar.” Kita semua mengalami masalah besar dalam kehidupan ini. Bagi Anda, itu mungkin masalah kesehatan, masalah keluarga yang serius, krisis keuangan, atau Anda mungkin tinggal di negara yang sedang berperang.

Tetapi mungkin kesusahan yang Anda dan saya hadapi itu terjadi di dalam hati kita. “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging,” kata Efesus 6:12, “tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

 

Kesusahan terbesar dalam kehidupan Kristus mungkin adalah Taman Getsemani, tepat sebelum peristiwa salib. Penderitaannya sangat hebat, “Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44). Tapi apa yang terjadi? Yesus sepenuhnya menyerah kepada kehendak Bapa, berdoa tiga kali agar “bukanlah kehendak-Ku terjadi.” Penyerahan diri adalah kesusahan terbesar yang dihadapi oleh orang percaya. Rasul menggambarkan pertempuran ini dengan cara : “Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah” (Ibrani 12:4).

Kita semua mengalami kesusahan yang ingin kita hindari. Tetapi pada saat yang sama, kesusahan  menghasilkan karakter. “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:3, 4). Apakah Anda menginginkan harapan? Apakah Anda mau karakter? Anda benar-benar dapat bersukacita dalam kesengsaraan karena kualitas ini dihasilkan oleh masalah.

Apakah Anda ingin kedapatan murni ketika Yesus datang? Melalui kesengsaraan dan cobaan yang kita alami, hati kita siap. Kita harus berdoa, “Tuhan, bukan kehendak saya tetapi kehendak-Mu yang terjadi.”

Tidak ada  di Alkitab bahwa kita diajarkan mengenai Allah mengangkat umat-Nya sebelum masa kesusahan besar. Alkitab berkata, “Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.” (Kisah Para Rasul 14:22). Apakah Allah berjanji untuk menyelamatkan gereja-Nya dari kesusahan atau melewati kesusahan? Itu perbedaan yang penting. Apakah Tuhan menyelamatkan Nuh dari air bah, atau Dia menyelamatkan dia melewati air bah? Apakah Allah menyelamatkan pemuda-pemuda Ibrani dari tungku api? Atau apakah Dia menyelamatkan mereka melewati tungku api? Anak-anak Israel ada di Mesir ketika tulah itu turun, tetapi Allah menyelamatkan mereka melalui tulah itu. Dia tidak mengambil salah satu dari orang-orang ini sebelum krisis ini terjadi.

Itu mungkin terdengar menakutkan, tetapi perhatikanlah dengan cermat – itu juga sebabnya Anda tidak perlu takut pada tujuh tulah terakhir. Allah bahkan berjanji, “malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu” (Mazmur 91:10). Tetapi sementara saya tidak khawatir mengenai malapetaka, saya ingin memastikan bahwa kesusahan apa pun yang datang ke dalam hidup saya sebelumnya yang akan kemudian mempersiapkan saya sehingga saya siap untuk kesusahan besar.

Jadi, kunci untuk selamat dari kesusahan besar adalah dengan mengizinkan Allah mengubah Anda sekarang. Jika Anda setia dalam kesusahan kecil yang datang, dalam cobaan yang menyala-nyala yang Anda lalui, mengatakan, “Tuhan, sucikan aku, bersihkan aku, apa pun yang Engkau perlu lakukan” –jika engkau memeluk hal-hal ini yang merendahkan diri Anda, jika engkau bersedia untuk belajar pelajaran mengenai kebenaran – Dia akan mempersiapkan Anda. Anda tidak perlu takut terhadap kesusahan besar. Sungguh. Iman Anda akan diperkuat ketika Anda melihat nubuatan digenapi.

Tidak ada yang Perlu Ditakutkan

Saya ingat sebuah cerita tentang kereta gerobak emigran yang menyeberang padang rumput yang luas sebelah Barat. Tiba-tiba, dari kejauhan, mereka melihat hal yang paling mereka takuti – asap dan api yang mengamuk. Rumput setinggi empat kaki, dan angin yang mendorong kobaran api mendekati mereka. Tidak tahu harus berbuat apa, para pemukim panik. Tetapi pemimpin kereta barang berkata, “Percayalah kepadaku.” Dia kemudian menyalakan api di belakang karavan mereka, dan angin meniupkannya menjauh dari mereka. Rumput terbakar dengan cepat, sehingga seketika itu juga rumput menjadi abu. Kemudian, tepat pada waktunya, dia mengarahkan seluruh kamp untuk memindahkan seluruh kereta dan binatang ke area yang luas dimana rumput sudah terbakar. Anak-anak menangis saat mereka melihat api mendekat, tetapi orangtua mereka meyakinkan mereka, “Api tidak dapat menyakiti kita sekarang karena kita berdiri di tempat yang sudah terbakar.” Api berkobar di sekitar mereka, tetapi selain asap yang mengganggu, mereka aman.

Anda tidak perlu khawatir mengenai kesusahan di hari-hari terakhir jika Allah telah membersihkan segala sesuatu yang mudah terbakar dalam kehidupan Anda—tetapi Anda harus mengizinkan Dia untuk melakukan pekerjaan itu. Keamanan kita hanya datang melalui menempatkan iman kita kepada-Nya. Lebih penting lagi, jika Anda tinggal di dalam Kristus, Dia sudah menanggung murka Bapa atas dirimu atas nama Anda.

Agar siap menghadapi kesengsaraan besar, kita perlu menghadapi dengan iman badai api yang akan datang dalam hidup kita sekarang dan memeluk hal-hal yang mengubahkan kita menjadi gambar Kristus. Yesus meyakinkan kita bahwa jika kita tetap di dalam Dia, kita dapat memiliki keberanian yang baik – melalui kesusahan apapun – karena Dia telah “mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33).


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *