CARA BEBAS DARI HUTANG

BEBAS DARI HUTANG

Belajar Firman Featured Pendalaman Alkitab
Mari bagikan artikel ini

Oleh Pdt. Doug Batchelor

Sebuah Fakta Menakjubkan: Pada tahun 1995, Oseola McCarty mengejutkan Universitas Mississippi Selatan dan mendapat kehormatan nasional ketika dia menyumbangkan $ 150.000 dari tabungan hidupnya ke universitas untuk membantu mahasiswa yang kesusahan. Masyarakat jadi tercengang ketika mereka menyadari bahwa McCarty tidak pernah bersekolah dan ia dengan tekun menabung dari penghasilan  mencuci dan menyetrika pakaian selama rentang waktu lima dekade untuk memperoleh semua uang itu.

Anda mungkin sadar bahwa, sebagai suatu bangsa, Amerika memiliki banyak utang — yaitu hingga 21 triliun dolar. Tetapi banyak negara lain juga tengah mengalami kesulitan. Cina memiliki utang nasional tertinggi kedua, diikuti oleh Jepang dan Jerman. Utang yang dimiliki negara-negara di seluruh dunia sangat besar, tetapi sebelum kita menunjuk dan menyalahkan pemerintah-pemerintah tersebut, kita perlu melihat diri kita dengan cermat. Pemerintah bukan satu-satunya yang mengalami kesulitan keuangan!

Berikut adalah beberapa fakta menakjubkan tentang utang pribadi. Menurut angka terbaru Federal Reserve (November 2017), rata-rata rumah tangga Amerika menanggung utang sebesar $ 137.000. Namun Biro Sensus AS menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga rata-rata hanya $ 59.000. Adalah fakta sederhana bahwa banyak dari kita, bahkan orang Kristen, hidup jauh di luar kemampuan kita.

Memang, total utang kartu kredit di Amerika saat ini mendekati $ 900 miliar — dan hampir mencapai angka satu triliun menurut beberapa perhitungan. Hutang pinjaman mobil, $ 1,2 triliun, naik menjadi $ 48 miliar dalam satu tahun. Total utang hipotek adalah $ 9 triliun, naik $ 380 miliar dari tahun lalu. Dan yang tumbuh paling cepat, hutang pinjaman pelajar, meningkat jadi $ 1,41 triliun, mengalami kenaikan $ 61 miliar dibandingkan tahun lalu.

 

Hidup dalam Perbudakan

Mengapa ada masalah ini di akhir zaman?

Utang memperbudak seseorang

Ya, pada kasus tertentu, hutang memperbudak seseorang. Anda mungkin tahu dari pengalaman persis apa yang saya bicarakan.

Sebuah kisah dalam 2 Raja-raja pasal 4 menggambarkan kebenaran ini. Seorang wanita pergi ke nabi Elia dengan masalah yang mengerikan. Suaminya, salah satu putra para nabi, telah mengambil pinjaman tetapi meninggal sebelum dia dapat mengembalikannya. Pada masa itu, jika Anda tidak dapat membayar utang, kreditor Anda dapat melakukan lebih dari sekadar mengambil kembali properti Anda. Dia bisa menjadikan kamu dan anggota keluargamu sebagai budak.

Jadi wanita malang ini memberi tahu Elia, “Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya”(2 Raja 4:1). Karena hutang itu, anak-anaknya akan diperbudak.

Hutang tetap menjadi semacam ikatan bagi banyak orang dewasa ini. Belum lama setelah kebaktian gereja, saya berbicara dengan seorang wanita yang tiba-tiba menangis dan berkata, “Saya seorang anggota gereja, tetapi memiliki masalah judi. Tidak ada yang tahu kecuali suamiku. Saya sangat terperosok dalam hutang sebesar $ 500.000. Dan aku takut jika aku mati dalam hutang, aku akan binasa. Akankah Yesus memaafkan saya? ”

Tentu saja, saya berusaha menghiburnya dengan pengetahuan bahwa Tuhan tidak menyelamatkan kita berdasarkan berapa banyak kita masih berutang kepada perusahaan kartu kredit saat kita mati. Namun, hutang semacam itu memengaruhi masa depan keluarganya dan membuat mereka menjadi budak kesalahan masa lalunya. Saya mengatakan kepadanya, “Anda harus keluar dari hutang. Dan Anda harus berhenti berjudi sekarang. ”

Dia berkata, “Tetapi mereka memiliki lotre” —Aku serius, dia benar-benar mengatakan ini— “dan jika aku menang, aku bisa melunasinya sekaligus.” Hati saya hancur! Hubungannya dengan suaminya berantakan; dia bahkan mencuri uang suaminya untuk berjudi — dan sekarang dia, mencari kesempatan untuk berjudi lagi.

Saya menjelaskan, “Anda memiliki peluang lebih besar untuk digigit hiu di Arizona daripada memenangkan lotre. Anda harus berhenti membeli tiket lotre. Jangan kehilangan uang lagi untuk berjudi, terutama Anda bisa menggunakannya untuk melunasi hutang.” Menurut Amsal 22: 7, “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang mengutangi.”

Tentu saja, beberapa orang berhutang bukan karena kesalahan mereka sendiri. Lihatlah kisah Ayub. Dia adalah orang jujur yang dihempaskan oleh keadaan di luar kendalinya. Tapi tahukah Anda bagaimana buku ini berakhir? Tuhan melakukan mukjizat dan Ayub dua kali lebih makmur dari saat dia di awal cerita. Demikian juga, Anda mungkin berpikir bahwa Anda telah terperosok jauh ke dalam utang biaya perawatan kesehatan, atau utang kartu kredit, sehingga Anda berpikir tidak akan pernah bisa keluar. Tetapi pada akhir cerita, Anda mungkin juga diberkati ganda seperti Ayub.

Dan apakah Anda bersalah atau tidak, jangan lupakan “faktor Tuhan,” terutama jika keadaan Anda tampak tanpa harapan. Tuhan itu murah hati. Saya memberi tahu penjudi, “Anda bisa bebas jika Anda mulai mengikuti langkah-langkah ketaatan. Langkah pertama adalah bertobat dari dosa Anda, berpaling darinya — dan kemudian izinkan Tuhan untuk melakukan mukjizat untuk menyelamatkan Anda dari perbudakan. ”

 

Akar Utang

Tentu saja, tak seorang pun ingin berada di bawah beban hutang. Namun, itu sering dimulai ketika Anda menginginkan hal-hal yang seharusnya tidak Anda inginkan.

Tidak pernah ada waktu dalam sejarah seperti hari ini — di mana Anda memiliki begitu banyak hal yang dapat Anda beli dengan mudah. Saya melihat layar komputer saya, mengklik mouse saya beberapa kali, dan hal berikutnya yang saya tahu bel pintu berdering untuk mengumumkan kedatangan paket. Itu sangat mudah! Ini sangat sederhana, pada kenyataannya, itu sebenarnya mendorong kita untuk berbelanja. Tetapi kita cenderung melupakan bagian di mana PayPal atau Amazon menagih kartu kredit kita. Hutang telah terjadi.

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa kita harus menghindari hutang. Roma 13: 8 memberi tahu kita, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.” Jika Anda mencoba hidup dari uang pinjaman yang tidak Anda miliki sekarang, Anda akan berjuang untuk mencintai orang lain. Mengapa? Kita menjadi budak karena kita tidak ingin menunggu rumah besar yang Yesus katakan Dia sedang siapkan untuk kita. Kita ingin rumah kita di sini. Kita menginginkannya sekarang.

Standar hidup orang miskin di Amerika jauh lebih tinggi daripada kebanyakan tempat lain di dunia. Saya sering melihat orang mendapatkan bantuan pemerintah memiliki ponsel pintar $ 500 dan mobil mahal. Kami baru membayangkan bahwa hal-hal ini adalah kebutuhan terkait dengan makanan, air, dan tempat perlindungan.

Tapi masalah sederhananya adalah orang-orang Amerika dalam keadaan manja. Dapatkan mobil yang “Anda pantas,” dan kita selalu mencari cara untuk hidup di luar kemampuan kita.

Kita ingin kepuasan instan. Kita ingin mengklik dan mendapatkannya; kita ingin makanan cepat saji; kita ingin kekayaan secara instan. Karena kita menginginkan segalanya saat ini, kita mengikat diri kita dengan hutang. Tetapi kita dinasihati bahwa untuk memiliki kemakmuran di masa depan, kita perlu mengalami penyangkalan diri hari ini.

Dalam buku Christian Stewardship , halaman 272, kami dinasihati, “Hindari hutang karena Anda akan menghindari kusta.” Di tempat lain, penulis yang sama berkata, “Jangan berutang kepada siapa pun dan kamu tidak akan memiliki banyak kebingungan. Hiduplah sesuai kemampuan Anda. Hindarilah hutang seperti halnya kejahatan besar.”

Agar lebih jelas, penulis mengatakan ada waktu yang tepat untuk mengambil utang yang bisa dikelola .

Tapi mari kita jujur pada diri kita sendiri: Tidak bertanggung jawab secara finansial adalah dosa.

Kita semua akan memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan untuk setiap kata yang kita ucapkan. Pernahkah Anda berpikir bahwa kita mungkin memberikan pertanggungjawaban untuk setiap uang yang kita belanjakan? “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat” (Pengkhotbah 12:14).

Ada lebih dari 500 ayat dalam Alkitab yang membahas keuangan dan harta benda. Dari 38 perumpamaan yang diceritakan Yesus, 16 di antaranya ada hubungannya dengan uang dan pengelolaan harta yang setia.

Saya tidak ingin legalistik, tetapi orang Kristen perlu berpikir ke masa depan dan berhati-hati dengan berkat mereka. Tentang penatalayanan yang setia, Yesus berkata, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?” (Lukas 16: 10-12).

Sebagai orang Kristen, kita harus mau bekerja keras dan menabung sebanyak yang kita bisa sehingga kita bisa memberi sebanyak yang kita bisa lakukan. Jutaan jiwa dapat dijangkau dengan pesan Injil, tetapi tidak ada cukup misionaris dan pendeta yang dikirim kepada mereka. Mengapa? Seringkali karena keuangan umat Allah terikat dalam hutang sebab banyak hal yang tidak kita butuhkan. Dengan cara ini, iblis telah merampok banyak jiwa yang seharusnya sudah mendengar Injil sekarang.

 

Cara Menghindari Utang

Saya ingin berbagi dengan Anda beberapa prinsip dasar dalam mengelola uang dan menghindari utang. Ini tidak semua asli dari saya. Beberapa informasi berasal dari Dave Ramsey, Larry Burkett, dan lainnya; Saya mencoba menyederhanakannya di sini…

  1. Buka rekening tabungan. Anda mungkin berpikir, “Eh. Pendeta Doug, saya tidak punya uang untuk ditabung! ”Anda dapat membuka rekening dengan Rp. 500.000. Buka juga di bank lain, seperti rekening giro sehingga Anda tidak akan tergoda untuk menghabiskannya. Bank itu hanya untuk menyimpan uang. Mengapa? Segera setelah Anda mulai menyisihkan uang, sesuatu terjadi pada jiwa Anda. Anda mulai menyadari bahwa Anda sekarang sedang membangun bukannya terus menyusut.
  2. Buat anggaran. Kebanyakan orang berhutang karena pengeluaran mereka lebih dari pendapatan mereka. Banyak dari kita tidak tahu apa yang kita habiskan. Jika Anda meminta seseorang untuk membuat daftar berapa banyak yang dia habiskan dalam seminggu, dia akan memberi Anda perkiraan kasar. Tapi apakah itu termasuk makan siang Rp. 15.000 setiap hari? Apakah itu termasuk dia berhenti di toko dan membeli pernak-pernik — atau melalui drive-through untuk membeli minuman Rp. 5.000 yang tidak sehat itu? Pelajari nota belanja Anda untuk mengetahui ke mana perginya uang itu. Jujurlah pada dirimu sendiri. Buat anggaran dan strategi untuk hidup dalam anggaran itu. Jika Anda memiliki utang, alokasikan berapa banyak yang dapat Anda bayarkan untuk utang-utang itu untuk mengakhiri perbudakan Anda lebih cepat daripada menunda.
  3. Pikirkan kembali keranjang belanjaan Anda. Beberapa orang berjalan menyusuri lorong dengan kereta belanja mereka dan hanya mengambil barang-barang dan melemparkannya. Tidak ada daftar belanja, tidak ada pemikiran. Saya telah melihat anak-anak berjalan menyusuri lorong mengambil Fruit Loops (camilan anak-anak) dan melemparkan itu ke dalam kereta. Beberapa belanjaan itu mahal. Ada beberapa belanjaan yang dapat Anda beli dimana lebih sehat dan lebih ekonomis.
  4. Berimanlah dalam persepuluhan dan persembahan Anda. Oh tidak! Itu akan menghancurkan anggaran saya. Sudahkah Anda membaca Alkitab? Dikatakan bahwa jika Anda ingin uang Anda melangkah lebih jauh, setialah untuk memberikan kepada Tuhan apa yang menjadi milik-Nya. Jika Anda ingin Tuhan memberkati sisa 90 persen, setialah dengan setidaknya sepuluh persen itu. Jika Anda setia dalam persepuluhan dan persembahan, Tuhan berkata bahwa Dia akan membuka jendela surga bagi Anda. Beberapa dari berkat-Nya bahkan tidak masuk akal secara matematis!
  5. Bersihkan rumah. Ada banyak barang misterius yang kita sembunyikan di loteng atau gudang. Beberapa bahkan tidak pernah dibuka, barang-barang itu mungkin diinginkan orang lain dan tidak kita gunakan. Jual di eBay atau Facebook atau situs web lain. Cukup ambil gambar dan menaruhnya secara online. Anda mungkin memiliki harta di rumah yang bahkan tidak Anda ketahui. Bersihkan barang-barang yang Anda dapat hidup tanpanya. Anda mungkin memiliki keanggotaan berlangganan yang tidak Anda gunakan dan majalah yang tidak Anda baca. Anda akan terkejut betapa banyak yang bisa Anda hemat hanya dengan mengurangi beberapa hal.

Pelajari cara-cara baru untuk mendapatkan penghasilan. Amsal 13: 4 memberi tahu kita, “Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.” Ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan lebih banyak uang. Ada sebuah perintah yang saya baca di suatu tempat — sekitar enam hari Anda harus bekerja. Tidak hanya mengatakan Anda harus beristirahat di hari yang ketujuh, tetapi juga mengatakan Anda harus bekerja pada enam lainnya. Sekarang, beberapa orang sudah pensiun atau secara fisik tidak mampu, tetapi ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Namun, berhati-hatilah dengan skema cepat kaya, seperti penipuan pemasaran bertingkat (multilevel marketing) yang membuat janji besar tetapi dapat membawa Anda terperosok ke dalam hutang.

 

Ahli Matematika Terbaik

Apa yang terjadi pada wanita yang datang kepada Elia dengan hutang yang tidak dapat diselesaikan – wanita yang putra-putranya akan diambil menjadi budak? Elia bertanya kepadanya, “Apa yang Anda miliki?”

Dia menjawab, “Yang tersisa hanyalah buli-buli berisi minyak.”

Elia menasihati, “Serahkanlah kepada Allah apa pun yang tersisa dan perhatikan apa yang terjadi.”

Mengikuti instruksinya, wanita itu memasukkan ke dalam rumahnya bejana pinjaman dan menuangkan minyak sampai setiap bejana terisi. Tuhan membuat mukjizat karena dia menuruti apa yang mungkin tampak konyol bagi orang yang tidak percaya. Dia menjual minyak, membayar hutang, dan bahkan ada surplus yang menopang kehidupannya dan anak-anaknya.

Ketika kita membawa beban keuangan kita kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, saya bertekad untuk menaati Engkau. Saya tidak punya banyak, tapi saya akan menguduskan diri dan semua yang saya miliki untuk Anda,” kita memberikan izin kepada Tuhan untuk mengaktifkan agen surgawi yang dapat membantu membalikkan keadaan.

Bahkan ketika kita tidak dapat melihat jalan keluar melalui masalah keuangan kita, Tuhan memiliki seribu cara untuk menjawab doa-doa kita. Percaya dan taat!

 

Utang yang Dibatalkan

Sementara saya telah menunjukkan semuanya sejauh ini dalam konteks uang, kemerdekaan dari hutang mencakup lebih dari itu. Uang bukan masalah terbesar dalam hidup Anda. Kita memiliki hutang yang mematikan: “Upah dosa ialah maut” (Roma 6:23).

Pernahkah Anda mencoba menjumlahkan semua dosa Anda? Berapa biayanya, bahkan jika Anda harus membayar hanya 50 rupiah per dosa? Sobat, kita semua akan bangkrut. Itu adalah hutang yang sangat besar, tetapi Tuhan rela mengampuni hutang itu karena Yesus membayarnya dengan darah-Nya. “Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu … telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita. … Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib”(Kolose 2:13, 14).

Kristus membatalkan hutang Anda melalui kematian-Nya. Pikirkan tentang salib, tentang apa yang Yesus lakukan untuk Anda, dan tentang betapa Dia menderita karena Dia mengasihi Anda. Dia menawarkan Anda cara untuk bebas dari hutang dosa. Kenapa Anda tidak mau menerima sesuatu seperti itu? Anda tidak dapat mengatakan, “Tuhan, saya akan membayar utang saya sendiri.” Mengapa? Karena Anda tidak mampu membayarnya. Tetapi Dia menawarkannya, jadi apa yang akan Anda lakukan? “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” Daud bertanya dalam Mazmur 116: 12. Ayat berikutnya membagikan jawabannya: ” Aku akan mengangkat piala keselamatan.” Anda hanya mengambilnya — pegang erat-erat — dan berterima kasihlah padanya. Dan kemudian Anda berjalan dalam pembaruan hidup karena rasa terima kasih kepada-Nya.

Tuhan rindu untuk membantu kita menemukan kelegaan, baik dari hutang materi maupun hutang dosa. Jika kita menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, Dia akan membantu kita tidak hanya menemukan jalan keluar dari hutang material kita, tetapi juga menemukan kebebasan dari hutang terbesar yang kita miliki — hutang dosa. Apa yang Yesus tawarkan kepada kita hari ini adalah pembebasan sepenuhnya dari hutang, yang akan mendatangkan kelegaan luar biasa dan sukacita yang akan bertahan selamanya. Jangan sia-siakan kebebasan rohani itu dengan jatuh ke dalam hutang materi.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *