Siapakah Mikhael Si Penghulu Malaikat Itu?

Siapakah Mikhael Si Penghulu Malaikat Itu?

Bank Pustaka

BK-WMA_Siapakah-Mikhael-Si-Penghulu-Malaikat-Itu?Oleh: Doug Batchelor
Sebuah Fakta Menakjubkan

Ketika Raja Humbert dari Italia mewarisi takhta, Kota Naples mengungkit pemberontakan melawan kerajaan. Para politisi mendorong tindakan kekerasan untuk mendorong rakyat supaya tunduk, namun raja tidak mengijinkan hal ini. Lalu tiba-tiba kolera terjadi di kota, dan penyakit yang mengerikan ini menjalar dengan dahsyat. Raja muda ini, menolak peringatan dari para penasihatnya, pergi meninggalkan istana dan pergi sendiri menyusuri rumah sakit-rumah sakit Naple yang padat, Digerakkan oleh kesetian dan kasih kepada rakyatnya yang tidak setia, dia melayani mereka dengan tangannya sendiri. Banyak orang yang menderita mengangkat doa syukur atas pelayan medis yang muda ini, tanpa mengetahui bahwa dia adalah raja yang mereka tolak. Ketika wabah ini telah terkendali, banyak orang yang mengetahui identitas sejati dari perawat mulia yang merawat mereka. Naples akhirnya menjadi sebuah kota yang berhasil ditaklukan- bukan oleh pemaksaan, tetapi oleh kasih dan belas kasihan dari raja yang pernah ditolaknya. Mulai saat itu, rakyat Naples menjadi warga Humbert yang paling setia.

Teka-Teki Mikhael

Banyak pertanyaan yang sering timbul di antara umat Kristen tentang identitas sejati dari sebuah karakter misterius alkitab yang dikenal sebagai Mikhael, kadang disebut “Mikhael Penghulu Malaikat” dan “Mikhael Pemimpin Besar.” Beberapa mengatakan bahwa Mikhael adalah yang tertinggi dari para malaikat surga, salah satu dari kerub yang menjaga, atau seorang utusan istimewa seperti Gabriel. Selanjutnya dikatakan, dia adalah sebuah makhluk yang diciptakan. Lainnya, seperti komentator Alkitab Matthew Henry, menegaskan bahwa Mikhael adalah salah satu dari banyak nama yang ditujukan untuk Yesus sendiri. Dapatkah kita mengetahui identitas sejati dari sosok misterius ini? Sungguh jelas, kunci untuk memecahkan teka-teki ini ditemukan di dalam Kitab Suci. “Karena adalah hukum bertambah hukum dan hukum bertambah hukum, syarat bertambah syarat dan syarat bertambah syarat, di sini sedikit, di sana sedikit.” Yesaya 28;10 (ITL)

Dengan melihat sekilas pada konkordans alkitab, akan menunjukkan ada 15 referensi kepada nama Mikhael dalam Kitab Suci. Sepuluh diantaranya adalah orang-orang bernama Mikhael. Nyatanya, kata “Mikhael” dalam kamus Yunani dan bahasa Ibrani dinyatakan sebagai, “Nama dari seorang penghulu malaikat dan Sembilan orang Israel.” Identitas Mikhael, penghulu malaikat dan pemimpin besar, yang dikutip dalam lima referensi terakhir di alkitab akan kita telaah dalam pelajaran yang penting ini.

Tiga referensi Mikhael yang pertama ada dalam kitab nabi Daniel di Perjanjian Lama. Dua referensi selanjutnya terdapat di Perjanjian baru, dalam kitab Yudas dan Wahyu. Dalam sebuah pelajaran yang tuluda dan perbandingan ayat-ayat ini dengan ayat-ayat lainnya, akan ditemukan petunjuk yang dengan cepat menuntun kita pada kesimpulan yang tidak dapat dielakkan tentang identitas sejati Mikhael. Tak lain Dia adalah Yesus – Dia bukanlah seorang malaikat atau kerub yang diciptakan, namun nama ini adalah salah satu dari banyak gelar bagi Putera Tuhan yang kekal!

Sekilas, Perjanjian Lama nampaknya melukiskan Mikhael sebagai seorang Pangeran/ Pemimpin Besar (dalam Terjemahan Baru), dan Perjanjian baru menjelaskan Dia sebagai seorang penghulu malaikat. Namun dengan melihat ayat-ayat lainnya yang berkaitan, dimana bahasa dan kosa kata yang mirip digunakan, kita akan menemukan sebuah pola yang menarik.

Sebelum Anda melanjutkan lebih jauh, mohon baca dan cerna dengan hati-hati gagasan berikut. Kata “malaikat” berarti utusan, ini digunakan dengan bebas dan luas dalam Kitab Suci. Kadangkala, manusia disebut sebagai malaikat dalam Alkitab (1 Samuel 29:9, Galatia 4:14). Dan seringkali para malaikat disebut sebagai manusia (Kejadian 32:24). Di tempat lain, seperti yang akan ditunjukkan segera, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sendiri sebagai seorang Malaikat! Tentu saja, para malaikat juga disebut sebagai malaikat.

Umumnya, ketika seseorang berpikir tentang malaikat, mereka membayangkan satu dari banyak makhluk bersayap, roh yang melayani dikenal sebagai malaikat, seraphim, atau kerub. Tidak seperti Yesus, makhluk sorgawi ini diciptakan. Ada beberapa sekte yang mengajarkan bahwa Yesus, sebelum menjelma menjadi manusia, adalah benar-benar seorang malaikat yang berkuasa dan berseteru dengan kawan-Nya yang suka melawan, Lusifer. Jadi, ini berarti Yesus adalah sebuah makhluk ciptaan yang diangkat oleh Bapa dan dengan demikian bukanlah Tuhan yang Kekal sebagaimana Umat Kristen yakini. Pelajaran ini dengan pasti menolak pandangan ini. Yesus adalah selalu Putera Tuhan yang kekal, dan tentu saja Dia adalah Tuhan. Dan perbandingan tentang Yesus sebagai seorang Malaikat dalam pelajaran ini hanya dalam pengertian klasik sebagai seorang utusan bagi keselamatan dan tidak sama sekali bermaksud mengurangi Keilahian-Nya yang kekal.

Kuncinya Ada Dalam Nama

Pertama, mari pertimbangkan arti dari beberapa kata dan nama. Dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani, kata “malaikat” berarti “utusan”, dan “penghulu” berarti “pemimpin, yang terbesar, atau tertinggi.” Jadi “Penghulu Malaikat” berarti “utusan yang tertinggi dan terbesar.” Nama Ibrani “Mikhael,” yang ditemukan di Perjanjian Lama, berarti “yang seperti Tuhan” atau kadang berbentuk pertanyaan: “Siapa yang seperti Tuhan?” Jadi gelar Mikhael Penghulu Malaikat dapat diterjemahkan sebagai “Utusan Terbesar yang adalah Tuhan.” Apakah nama ini adalah sebuah pertanyaan, pernyataan, atau sebuah tantangan akan menjadi jelas dengan mempelajari lebih lanjut. Seorang malaikat menyatakan diri seperti Tuhan. Kerub yang menjalar yang jatuh dari pelataran surga adalah Lusifer, yang menjadi iblis atau setan, dengan mengaku “hendak menyamai Yang Mahatinggi! ” Yesaya 14:14. Dalam Wahyu 12:7, setan ditentang oleh “Mikhael dan Malaikat-Nya” dan dilempar keluar dari Surga.

Malaikat Tuhan

Frasa “Malaikat Tuhan” ditemukan 68 kali dalam Kitab Suci. Kadangkala kata malaikat merujuk kepada Gabriel yang menampakkan diri kepada Daniel, Zakharia, dan Maria. Namun Gabriel disebut sebagai “seorang” Malaikat Tuhan (Lukas 1:11). Dia tidak disebut sebagai Malaikat Tuhan. Tidak pernah juga disebut penghulu malaikat. (Dan sementara kita mempelajari subyek ini, malaikat Rafael yang popular tidak muncul dimana pun dalam Kitab Suci.) Kemungkinan Gabriel adalah salah satu dari dua kerub berjaga yang mengapit takhta Tuhan. Ingatlah saat dia berkata pada Zakharia , “Aku inilah Jibrail, yang berdiri di hadapan Allah” (Lukas 1:19 ITL). Lusifer pernah memegang posisi ini sebelum kejatuhannya (Yehezkiel 28;14). Jika kedudukan tertinggi malaikat adalah kerub yang menjaga Takhta Tuhan, lalu siapa dan apakah penghulu malaikat itu? Dan siapakah individu hebat yang dikenal sebagai “Malaikat Tuhan” yang melakukan peran penting dalam penebusan manusia?

Allah Bapa menciptakan segala sesuatu melalui Yesus (Ibrani 1:2, Efesus 3:9). Bukanlah tidak masuk akal untuk menganggap bahwa jika Kristus datang ke bumi dan menjadi manusia dalam peperangan-Nya melawan setan untuk menyelamatkan umat manusia, Dia juga mungkin dalam beberapa cara dikenal sebagai malaikat untuk melindungi mereka dari pengaruh jahat Setan di surga. Nyatanya, ada beberapa referensi dalam Kitab Suci yang merujuk kepada satu sosok misterius yang dikenal sebagai “Malaikat Tuhan” sebelum Yesus menjelma menjadi manusia di bumi. Tiapkali Dia disebut, ada petunjuk tentang identitas-Nya. Mari tinjau dengan singkat secara berurutan munculnya petunjuk-petunjuk ini.

Hagar

Setelah Hagar hamba perempuan Abraham mengandung Ismael, dia dan Sarah yang mandul tidak dapat lagi hidup bersama dengan damai. Sarah menindas hamba perempuannya yang sekarang menjadi angkuh, hingga akhirnya Hagar lari ke padang gurun.” Lalu Malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun,” (Kejadian 16:7). Malaikat menyuruh Hagar untuk kembali dan tunduk kepada Sarah dan berjanji bahwa anaknya Ismael akan menjadi bapak dari sebuah bangsa yang besar. Ketika “Malaikat” menghilang, “Maka dipanggil Hagar akan nama Tuhan yang telah berfirman kepadanya itu: Allah Penilik” (ayat 13 ITL). Nampak bahwa Hagar mengenal “Malaikat TUHAN” yang telah berbicara kepadanya sesungguhnya adalah Tuhan sendiri. Namun tetaplah membaca; ini akan menjadi lebih jelas!

Abraham

Tuhan meminta Abraham untuk mengorbankan puteranya Ishak di gunung Moria. Sesaat ketika dia akan menancapkan pisau kepada anak perjanjiannya ini, Malaikat Tuhan menghentikannya. “Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.” Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” (Kejadian 22:11,12).

Disini jelas bahwa Abraham mempersembahkan puteranya kepada Tuhan bukan kepada seorang malaikat belaka. “Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman TUHAN–:Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah … karena engkau mendengarkan firman-Ku.” (Kejadian 22:15-18). Ketika mencertitakan pengalaman Abraham ini dalam Kisah 3:25, Petrus juga memperkenalkan “Malaikat Tuhan” yang membuat perjanjian dengan Bapa bangsa-bangsa ini sebagai Tuhan.

Yakub

Sementara lari dari Esau saudaranya yang marah, Yakub mendapat mimpi yang didalamnya Tuhan menegaskan perjanjian-Nya dengan Abraham kepada Yakub. Setelah mendapat jaminan bahwa Tuhan akan besertanya dan membawanya kembali dengan aman ke rumahnya di Kanaan, Yakub bernazar untuk mengembalikan kepada Tuhan persepuluhan dari segala penghasilannya. Yakub menyusun batu yang dia gunakan sebagai bantal dan menuang minyak keatasnya sebagai peringatan atas nazarnya. Lalu dia menamai tempat itu Betel, atau Rumah Tuhan, karena Tuhan menampakkan diri kepadanya disana.

Dua puluh tahun kemudian, Yakub dalam berada perjalanan pulang ke rumah, bukan sebagai buronan yang melarat, namun sebagai seorang kaya. Tuhan bermaksud untuk mengingatkan Yakub apa yang membuat dia menjadi berhasil. Disini Yakub menceritakan kisah itu: “Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan! ” (Kejadian 31:11). Dalam ayat 13, “Malaikat Tuhan” ini memperkenalkan diri: “Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku.”

Lalu, ketika Yakub bergulat dengan makhluk surgawi (Kejadian 32:22-32), dia menerima sebuah nama baru dan diberkati. Yakub menamai tempat itu Pniel, “”Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!” (ayat 30). Dalam Perjanjian Baru, Yesus adalah Seseorang yang memberkati umat-Nya dan memberi mereka nama yang baru (Matius 5:3-12; Wahyu 2:17). Seperti yang Anda lihat, disini menjadi sangat jelas bahwa Malaikat TUHAN adalah Yesus sendiri.

Ketika Yakub di akhir hidupnya memberkati kedua anak Yusuf, Efraim dan Manasye, dia menggunakan kata “Malaikat” dan “Tuhan” untuk maksud yang sama. “”Nenekku dan ayahku, Abraham dan Ishak, telah hidup di hadapan Allah; Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang, dan sebagai Malaikat yang telah melepaskan aku dari segala bahaya, Dialah kiranya yang memberkati orang-orang muda ini,” (Kejadian 48:15,16).

Kitab Suci dengan jelas menyatakan bahwa tidak ada penebus dan juruselamat selain Tuhan. “Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Beginilah firman TUHAN, Penebusmu” (Yesaya 43:11,14). Sekali lagi kita melihat bahwa malaikat yang menebus Yakub adalah nama lain dari Penebus kita, Yesus!

Musa

Musa menyaksikan semak duri yang menyala namun tidak terbakar. “Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri” (keluaran 3;2). Di ayat 4 Malaikat ini diperkenalkan: “berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya.” Di ayat 6 Dia memperkenalkan dirinya lagi. “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Malaikat TUHAN memperkenalkan dirinya sebagai Tuhan!

Dalam khotbah terakhir sebelum dia dilempari batu hingga meninggal, Stefanus setuju dengan catatan di Kitab Keluaran. “Dan sesudah empat puluh tahun tampaklah kepadanya seorang malaikat di padang gurun gunung Sinai di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Musa heran tentang penglihatan itu, dan ketika ia pergi ke situ untuk melihatnya dari dekat, datanglah suara Tuhan kepadanya: Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub” (Kisah 7:30-32).

Israel

Contoh lain, bangsa Israel dipimpin melewati padang gurun oleh Tuhan. “TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam ” (Keluaran 13:21). Musa kemudian menjelaskan Sosok yang memimpin mereka demikian: “Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.” (Keluaran 14:19). Sekali lagi, “Malaikat Tuhan” diperkenalkan sebagai Tuhan.

Bileam

Malaikat Tuhan digambarkan dengan menyolok lagi dalam kisah Bileam dan keledainya yang berbicara. Malaikatlah yang menyelamatkan keledai dari tuannya yang tidak memiliki belas kasihan dan Malaikat ini juga yang hampir membunuh nabi yang tamak, yang berada dalam perjalanan untuk mengutuk umat Tuhan (Bilangan 22:21-35). Setelah Bileam hampir bersentuhan dekat dengan maut, “Malaikat TUHAN berfirman kepada Bileam: “Pergilah bersama-sama dengan orang-orang itu, tetapi hanyalah perkataan yang akan Kukatakan kepadamu harus kaukatakan” (ayat 35).Pasal berikutnya mengungkapkan siapa yang menaruh perkataan dalam mulut sang nabi: “Maka Allah menemui Bileam…. Kemudian TUHAN menaruh perkataan ke dalam mulut Bileam dan berfirman: “Kembalilah kepada Balak dan katakanlah demikian” (Bilangan 23:4,5). Disini juga, “Malaikat Tuhan” ternyata adalah Tuhan sendiri.

Hakim-Hakim

Sekarang mari berpindah ke kitab Hakim-Hakim, disana kita membaca “Lalu Malaikat TUHAN pergi dari Gilgal ke Bokhim dan berfirman: “Telah Kutuntun kamu keluar dari Mesir dan Kubawa ke negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangmu, dan Aku telah berfirman: Aku tidak akan membatalkan perjanjian-Ku dengan kamu” (2:1). Sekarang kita dapat mengenali sebuah pola. Siapakah yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir dan membuat perjanjian dengan Israel yang tidak akan pernah Dia batalkan—Malaikat Tuhan atau Putera Tuhan yang belum menjelma menjadi manusia? Ya! Jawabannya ialah keduanya, satu dan sama.

Gideon

Gideon bertemu dengan Malaikat Tuhan di kitab Hakim-hakim. Sang Malaikat memberitahu Gideon bahwa Tuhan menyertainya. Gideon menunjuk kepada bangsa Israel yang ditindas oleh bangsa Midian sebagai bukti kebalikannya. “Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!” (Hakim-hakim 6:14). Sepanjang cerita ini, Orang yang berbicara dengan Gideon sama-sama dikenali sebagai Tuhan, Malaikat Tuhan, dan Malaikat Allah.

Manoah

Ibu Simson, isteri Manoah, adalah seorang yang mandul. “Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu” (Hakim-hakim 13:3). Malaikat ini memberitahunya bahwa dia akan mengandung seorang putera yang akan melepaskan Israel yang murtad dari penindas mereka yang kafir. Dia segera memanggil Manoah, yang berdoa supaya “Abdi Tuhan” itu datang lagi. Ketika Malaikat datang untuk kedua kalinya, Manoah menanyakan namanya. Dalam Alkitab versi King James, Malaikat memberitahu Manoah bahwa nama-Nya adalah “Rahasia”, dengan sebuah catatan pinggir yang menerjemahkannya sebagai “Ajaib”. Hal ini segera membuat kita teringat akan nubuatan Yesaya yang terkenal bahwa Yesus akan dipanggil “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. ” (Yesaya 9:6). Nama “Ajaib” dari Malaikat Tuhan yang menampakkan diri kepada Manoah menghubungkan “malaikat” ini dengan Mesias yang akan datang yang akan dipanggil “Ajaib”.

Sekali lagi, setelah melihat “Utusan Ajaib” ini, Manoah menyatakan bahwa mereka telah melihat Tuhan. Dan Manoah berkata kepada isterinya, “Kita pasti mati, sebab kita telah melihat Allah.” (Hakim-Hakim 13:22).

Tidak Seorangpun Melihat Bapa

Segera kita memiliki lebih banyak hal dari yang kita bias ikuti! Kita dapat melihat dengan jelas bahwa “Malaikat Tuhan” sering dikenal dengan Tuhan sendiri. Tetapi Alkitab menyatakan, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” (Yohanes 1:18). Yohanes 6:46 juga memberitahu kita “bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. ” Sungguh jelas, karena tidak ada seorang pun yang melihat Bapa, seluruh penglihatan di Perjanjian Lama akan Tuhan sebagai “Malaikat Tuhan” haruslah Yesus, Putera Tuhan, yang menyelubungi kemuliaan-Nya supaya mereka tahan akan hadirat-Nya tanpa menjadi binasa.

Malaikat Perjanjian

Salah satu Nubuatan tentang Mesias yang terkenal ditemukan dalam Maleakhi 3:1: “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.”

Utusan Perjanjian yang dibicarakan di Kitab Maleakhi dengan jelas merujuk kepada kedatangan Yesus Kristus. Kata yang diterjemahkan sebagai utusan (ma’lak) adalah kata yang sama yang digunakan sebelumnya di Perjanjian Lama sebagai Malaikat Tuhan. Jadi ini juga akan menjadi terjemahan yang tepat: “Lihat, Aku menyuruh Malaikat-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.” Apa lagi yang lebih jelas dari ini?

Menghardik Sang Penuduh

Ada satu lagi rujukan penting dimana Malaikat Tuhan muncul dalam Perjanjian Lama. Nabi Zakharia diberikan penglihatan tentang Imam Besar Yosua berdiri dihadapan Malaikat Tuhan. Iblis berdiri disebelah kanan Yosua hendak mendakwa dia. Disini kita melihat dua pihak yang berlawanan berselisih tentang umat manusia yang berdosa. Pakaian kotor Yosua menggambarkan dosanya. (Zakharia 3:3).

Dalam cerita ini, nama tokoh berubah dengan cepat dari “Malaikat Tuhan” (Ayat 1) menjadi “Tuhan” (Ayat 2), menunjukkan bahwa kedua nama ini adalah tokoh yang sama. Lalu Tuhan membuat pernyataan yang menarik. “Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis!” (Zakharia 3:2). Hanya ada satu tempat lain dalam kitab suci, Yudas 9, dimana kalimat ini ditemukan—dan Mikhael Sang Penghulu Malaikat yang mengucapkannya.

Dalam surat Yudas yang singkat, kita menyaksikan sebuah gambaran yang mirip dengan Yosua dan Malaikat di Kitab Zakharia. “Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: “Kiranya Tuhan menghardik engkau!” (Yudas 1:9). Dengan mengagumkan kedua situasi ini serupa: Kristus dan Setan berselisih tentang nasib dua pemimpin besar dari Tuhan (yang hidup dalam perkara Yosua, dan yang meninggal dalam perkara Musa). Debat ini tiba-tiba berakhir ketika Yesus berkata, “Tuhan menghardik engkau.”

Bagian ini menimbulkan pertanyaan lain yang sah. Beberapa orang menjadi bingung dengan Yudas 1:9 pada bagian dimana Mikhael menghardik Iblis. Mereka heran: jika Mikhael benar-benar nama lain untuk Yesus, lalu mengapa Dia melibatkan nama Tuhan ketika menghardik Setan? Mengapa tidak melakukan itu sendiri seperti saat dicobai setan di padang gurun. “Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis!” (Matius 4:10).

Dalam mempelajari Kitab Suci dan kata-kata yang digunakan Yesus, kita akan segera menyadari adalah hal biasa bagi Yesus untuk berbicara tentang dirinya sendiri sebagai orang ketiga, seperti dalam Lukas 18:8: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Dan jika tetap ada pertanyaan yang menggantung, kita memiliki ayat lain yang menjelaskan dalam Zakharia 3:2, ketika Tuhan melakukan hal yang sama dengan Mikhael lakukan dalam kitab Yudas. Dia menggunakan nama-Nya sendiri ketika menghardik Iblis. “Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis!” Boleh jadi ayat-ayat ini adalah contoh ketika Allah Anak, menyerukan nama Bapa-Nya ketika menghardik Setan.

Mikhael Pemimpin Besar

Mikhael dikutip lebih banyak dalam kitab Daniel dibandingkan kitab-kitab lainnya dalam Kitab Suci. (Lihat Daniel 10:13; 10:21; 12:1). Di ketiga referensi tersebut, Dia disebut sebagai Pemimpin Besar (Pangeran dalam KJV),– pemimpin terkemuka, pemimpinmu, dan pemimpin besar. Nubuatan Yesaya tentang Mesias (Yesaya 6:9) mengungkapkan salah satu nama kunci yang akan digunakan untuk Sang Mesias adalah “Raja Damai” (Pangeran Damai dalam KJV).

Ada juga ayat lain dalam Daniel 8;25 yang menyebutkan “Raja segala raja”. Sekali lagi, pertentangan kosmik dipertunjukkan dengan Kristus di satu pihak dan Iblis di pihak lainnya, dan umat manusia adalah medan pertempurannya. “Raja segala raja” adalah istilah yang sama yang diterjemahkan sebagai “Panglima bala tentara” di ayat 11. Ini serupa dengan “Tuhan segala tuhan” (Mazmur 136:3), “Tuhan segala allah” (Ulangan 10:17), dan “Raja segala raja” (Wahyu 19:16). Semua ini adalah gelar Ketuhanan. Dia bahkan ditunjuk sebagai “Seorang yang diurapi, seorang raja” (Mesias sang Raja dalam KJV) (Daniel 9:25).

Siapakah sosok yang dipanggil oleh para malaikat sebagai Pemimpin Besar? Biarlah alkitab yang memberitahu kita:
Yesaya 9:6: “namanya disebutkan orang: … Raja Damai.Kisah 3:14,15: “Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta … Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, Kisah 5:30,31:“Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat.” Wahyu 1:5: “dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.”

Ayat-ayat ini dengan jelas menggemakan ketiga ayat di kitab Daniel yang menyebut Mikhael seorang “Pemimpin”.

Apakah Mikhael hanya Satu atau Banyak?

Daniel 10:13 mungkin adalah ayat yang paling sulit berkenaan dengan Mikhael: “ Pemimpin kerajaan orang Persia berdiri dua puluh satu hari lamanya menentang aku; tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku.” Sekilas nampak bahwa Mikhael hanyalah “seorang” dari pemimpin terkemuka. Ini adalah terjemahan yang patut disayangkan dalam Terjemahan Baru. Kata “seorang”berasal dari kata Ibrani ëchad”, yang juga sering diterjemahkan menjadi “pertama”, seperti istri presiden yang disebut “Wanita Pertama.” (Lihat Kejadia 1:5; 8:13). Hal ini mengubah keseluruhan pengertian ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah yang pertama, yang terbesar atau yang tertinggi. Raja dari segala raja—sekali lagi merujuk kepada Yesus. Pemimpin kerajaan Persia yang menahan malaikat tidak diragukan adalah iblis yang sering tampak bekerja dalam bayang-bayang kerajaan dunia, seperti raja Babel, raja Tirus, dan kekuasaan Roma (Yesaya 14:4; Yehezkiel 28:2; Wahyu 12:4). Dan ingatlah Yesus menyebut Setan “penguasa dunia” (Yohanes 12:31).

Daniel 10:21 berkata, “Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran. Tidak ada satupun yang berdiri di pihakku dengan tetap hati melawan mereka, kecuali Mikhael, pemimpinmu itu.” Perhatikan bahwa disini sang malaikat merujuk kepada Mikhael sebagai pemimpinmu. Siapakah pemimpin Daniel? Dalam pasal sebelumnya, kita menemukan jawabannya. Di Daniel 9:25, Mesias Daniel atau seorang yang diurapi disebut sebagai raja, ini menunjukan dengan jelas tentang identitas Mikhael! Jadi Gabriel mengatakan bahwa Mikhael Sang Penghulu Malaikat adalah Yesus, yang mengetahui seluruh kebenaran Kitab Suci. Mikhael Bangkit Berdiri

Referensi tentang Mikhael yang terakhir dalam Kitab Daniel ada di pasal 12: “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu.” Perhatikan disini, Mikhael tidak disebut seorang pemimpin besar namun “pemimpin besar itu.” Adakah pemimpin lain yang lebih besar dari Yesus? Dia juga dikenaal sebagai seseorang yang berdiri “mendampingi anak-anak bangsamu.” Ini berarti bahwa Dia mengantarai, membela dan bahkan berdiri sebagai seorang pengganti. Siapa lagi yang dapat melakukan ini selain Yesus?

Mengomentari ayat ini, Matthew Henry menyatakan: “Mikhael berarti “Siapakah yang seperti Tuhan” dan nama-Nya, dengan gelar “Pemimpin Besar, menunjukkan Juruselamat yang hebat. Kristus berdiri bagi anak-anak bangsa kita sebagai sebuah korban, menanggung kutuk bagi mereka, memikul itu semua dari mereka. Dia berdiri membela mereka di takhta kasih karunia.” Jelas sekali bahwa Yesuslah yang selalu berdiri bagi kita dan membela kita.

Mikhael bangkit berdiri juga adalah sebuah rujukan tentang persiapan kedatangan Tuhan. Perhatikan bahwa Mikhael sangat ditinggikan dan berkuasa, ketika Dia berdiri maka akan muncul masa kesukaran besar. Selanjutnya adalah Kedatangan Yesus kedua kali dan kebangkitan (Daniel 12:2).

Suara Mikhael

Jika kita memisahkan dan memeriksa kata “penghulu malaikat”, kita akan melihat kesesuaian yang menarik. Satu-satunya bagian lain di Alkitab yang menggunakan kata “penghulu malaikat” ada dalam 1 Tesalonika 4:16. Perhatikan konteks ayat ini: “yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit.” Suara penghulu malaikatlah yang membangkitkan orang yang meninggal dalam Kristus, dan Tuhan sendirilah yang berseru. Ini menunjukkan bahwa Dia adalah satu dan sama. Yesuslah yang berseru dengan suara Penghulu Malaikat, atau “Utusan terbesar” untuk membangkitkan orang meninggal!

Sungguh nyata bahwa malaikat tidak memiliki kuasa untuk membangkitkan orang meninggal. Hanya Tuhan yang memberi kehidupan dan berkuasa untuk memulihkan kehidupan. “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. .. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, akan keluar dan bangkit.” (Yohanes 5:26, 28, 29)

Dalam kitab Yudas, kita melihat bahwa penghulu malaikat berselisih dengan iblis tentang mayat Musa, yang kebetulan dibangkitkan dan diangkat ke surga, tempat dia berasal ketika muncul di bukit transfigurasi untuk menguatkan Kristus (Markus 9). Dalam 1 Tesalonika, Rasul Paulus menjelaskan bahwa kebangkitan terjadi sebagai respons dari suara penghulu malaikat. Sekali lagi kita melihat kesejajaran dua ayat ini; keduanya menjelaskan tindakan penghulu malaikat dalam kebangkitan.
Menyembah sang Panglima

Dalam kitab Wahyu, Mikhael digambarkan memimpin bala tentara atau pasukan surga, dalam peperangan yang terjadi melawan Lusifer yang memberontak. “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya” (Wahyu 12:7). Disini kata “”naga” adalah nama simbolis untuk Setan, pemimpin kejahatan (ayat 9), jadi adalah aman untuk mengasumsikan bahwa Mikhael adalah nama simbolis lain Yesus, penjelmaan dan pemimpin kebaikan. Namun disana ada bukti lagi.

Ketika bangsa Israel mempersiapkan diri bagi pertempuran pertama setelah menyeberang ke Tanah Perjanjian, Yosua bertemu dengan seorang pasukan yang tidak biasa. “Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: “Kawankah engkau atau lawan?” Jawabnya: “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: “Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?” Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua berbuat demikian. ” (Yosua 5:13-15). Yosua bukan saja menyembah malaikat ini, namun Panglima Surga ini menerima penyembahan ini. Jika Dia hanyalah seorang malaikat biasa, Dia akan menghardik Yosua seperti malaikat yang menghardik Yohanes yang mencoba menyembahnya (Lihat Wahyu 19:10; 22:8,9).

Setiap kali Malaikat Tuhan menerima penyembahan, jelas sekali bahwa Dia adalah putera Tuhan. Namun ketika malaikat biasa yang diciptakan disembah, mereka menolaknya! Bahkan Yesus mengingatkan Setan di padang belantara, “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Lukas 4:8).

Nyatanya, semua malaikat yang diciptakan diperintahkan untuk menyembah Yesus, seperti yang telah mereka lakukan dalam kedatangan-Nya yang pertama. “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” (Ibrani 1:6). Iblis marah karena dia tahu bahwa suatu hari dia akan terpaksa untuk mengakui Yesus sebagai raja dan menyembah-Nya. “supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! ” (Filipi 2:10,11).

Perhatikan hubungan yang menarik yang dibuat Paulus antara seorang Malaikat Tuhan dan Yesus. “kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri. ” (Galatia 4:14). Frasa “TUHAN semesta alam”muncul 245 kali dalam Alkitab, dan ini merujuk pada “Panglima Bala Tentara Malaikat.” Jadi “Panglima Balatentara Tuhan”yang Yosua lihat bukanlah seorang malaikat, namun Yesus sendiri. Ini menjelaskan kenapa Dia meminta Yosua untuk melepaskan kasutnya. Tempat ini kudus karena Yesus ada disana, sama seperti Yesus yang hadir di semak yang menyala yang membuat tempat itu menjadi tanah yang kudus. Jadi Mikhael, Panglima Balatentara Tuhan, adalah gelar lain untuk Yesus.
Siapa yang seperti Tuhan!

Ketika Filipus meminta Yesus untuk menunjukkan Bapa kepada para murid, Yesus menjawab: Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Beberapa orang berpikir bahwa Putera Tuhan menanti 4000 tahun untuk secara langsung campur tangan dalam perkara manusia. Tidak demikian! Meskipun benar bahwa penjelmaan menjadi manusia terjadi 4000 tahun setelah kejatuhan manusa, Allah Anak secara langsung terlibat dalam sejarah dan perkara-perkara umat-Nya. Inilah mengapa Yesus berkata, “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita” (Yohanes 8:56). Yesus secara langsung menampakkan diri kepada Abraham ketika dia memohon mengantarai Lot (Kejadian 18:26).

Sungguh kebenaran yang ajaib, Yesus Putera Tuhan yang kekal, selalu sibuk memperhatikan, menyediakan kebutuhan, dan melindungi anak-anak-Nya! Dia telah berbicara muka dengan muka dengan Abraham dan Musa, serta bergulat dengan Yakub. Dia memimpin bangsa Israel melalui padang belantara, menyediakan makanan dan air serta kemenangan atas musuh-musuh mereka.

Ingatlah bahwa gelar “Mikhael penghulu Malaikat” berarti “Utusan besar yaitu Tuhan,” Dialah Yesus “gambar Allah yang tidak kelihatan” (Kolose 1:15), yang membawa pekabaran pengharapan terbesar, injil, kepada bumi yang akan binasa!

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, kita melihat sosok yang agung dan misterius, seringkali disebut Mikhael, kadang disebut Malaikat Tuhan, kadang Panglima Balatentara Tuhan, yang menudungi keilahian-Nya dan nampak dalam rupa seorang malaikat yang sederhana. Dan sosok yang penuh teka-teki ini memiliki kuasa, otoritas dan sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Dia mengusir iblis dari surga, Dia membangkitkan orang mati, Dia mengantarai orang-orang kudus, Dia menghakimi lalu bangkit berdiri, meluncurkan masa kesukaran besar. Dia menebus orang-orang kudus serta menerima penyembahan mereka. Dia menawarkan nama baru bagi kita.

Sekarang Anda mungkin mengetahui siapa Mikhael itu, Iblis juga mengetahui hal ini, dan ini tidak akan menyelamatkan dia. Pertanyaan besarnya ialah: Apakah Anda mengenal Dia sebagai Yesus, Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda?

1 thought on “Siapakah Mikhael Si Penghulu Malaikat Itu?

  1. sdh pasti Michael adalah sama dgn Jesus Kristus, Kepala penguhulu dari seluruh malaikat,
    oleh sebab itu, pdwaktu Maria mendapat kabar dr malaikat Lain, Jibrael, krn Malaikat Michael ada didlm kandungan Maria..Sayangterjemahan2 Injilnya tidak betul terjemahan, hrs pakai injil yg lebih authetik..
    thnx

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *