Wahyu: Gerbang kepada Hidup Baru! (2)

Featured Pendalaman Alkitab

Dalam pelajaran sebelumnya kita telah melihat arti sebuah baptisan. Dalam baptisan ketika untuk sesaat seseorang ditempatkan dibawah air, yang menggambarkan kematian dan penguburan secara rohani. Kemudian, selanjutnya orang tersebut diangkat keluar dari air yang menggambarkan kebangkitan dan memulai hidup baru bersama Yesus.

Namun berapa cara dan metodekah yang Alkitab katakan tentang baptisan, mengingat bahwa ada banyak cara dan metode yang banyak digunakan sekarang ini.

Mari kita baca dari Efesus 4:4, 5. Dikatakan, “Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu  baptisan…” Ada berapa metode atau cara? Hanya SATU!

Satu metode/cara baptisan yang manakah yang sesuai dengan Alkitab? Jangan lewatkan ini: Metode/cara baptisan ditentukan oleh arti dari baptisan itu sendiri.

Apa arti dari baptisan? Kematian dan Penguburan. Dalam baptisan kehidupan lama mati dan dikuburkan, dan itu dilambangkan oleh dibenamkan/diselamkan (buried) ke dalam air. Jadi baptisan menjadi penguburan/pemakaman secara rohani. Dan tempat kita dibaptis adalah kuburan rohani kita.

Pada setiap baptisan, seseorang mati, dan kita menghadiri penguburan/pemakaman rohani mereka.

Pertanyaan: Siapa yang mati? Kita akan kembali ke Roma untuk jawabannya. Roma 6:6, 7. “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.”

Apakah saudara ingin bisa terbebas dari dosa? Maka saudara harus mati terhadap dosa. Dan ketika sesuatu mati, apa yang harus kita lakukan dengan yang mati itu? Kita menguburnya.

Untuk memulai HIDUP BARU, KITA HARUS  MENGUBURKAN kehidupan lama.

Anda tidak pernah dapat memulai suatu  “HIDUP BARU” sampai Anda menguburkan hidup yang lama! Alasan mengapa beberapa orang Kristen tidak sanggup untuk memulai kehidupan baru adalah karena mereka tidak pernah menguburkan kehidupan lama mereka!

Jika Saudara ingin kehidupan baru itu datang, jadi apa yang harus kita lakukan dengan kehidupan lama? Menguburnya. Dan itu diawali melalui baptisan.

Jadi metode Alkitabiah dari baptisan melambangkan kematian, penguburan, dan kemudian kebangkitan.

Tapi mari kita renungkan pertanyaan berikut, apakah sebenarnya arti kata “baptisan”? Ini berasal dari kata Yunani baptizo yang berarti “dicelupkan”, untuk “dibenamkan,” masuk ke dalam bawah air.

Ide ini sama halnya dengan mencelupkan/mewarnai pakaian. Bagaimana untuk mengganti warna seluruh pakaian? Apakah warnanya itu dicipratkan saja di pakaian? Tidak. Pakaian itu harus kita celupkan semuanya ke dalam air.

Pertanyaan: Ketika sesuatu mati, apakah kita “memercikkan” nya? Kalau iya, jadi kita akan bisa untuk menciumnya!

Sebenarnya, alasan mengapa ada beberapa orang Kristen yang “berbau kurang enak”, adalah karena mereka belum pernah ‘dikuburkan!’ Jadi kita mengerti bahwa percikan bukan metode Alkitabiah untuk baptisan. Baptisan yang benar harus diselamkan/dibenamkan ke dalam air dan dikeluarkan lagi dari air. Baptisan melambangkan kematian, penguburan dan kebangkitan. Tetapi baptisan itu lebih dari sekedar penguburan. Baptisan adalah kebangkitan—permulaan yang baru.

Mari kita menuju Roma 6. Disini kita akan melihat symbol baptisan lebih jelas lagi digambarkan. Roma 6:4, 5, 8. “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati  oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya . . . Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.”

Jadi baptisan juga melambangkan permulaan yang baru—hidup baru.  Bisakah saudara lihat sekarang bahwa baptisan adalah benar-benar Gerbang kepada Hidup Baru?

Baptisan melambangkan kematian, penguburan dan kebangkitan (hidup baru). Ini adalah penguburan rohani dan kelahiran rohani! ,

1 Petrus 3:21. ”Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus.”  Ayat ini mengatakan bahwa baptisan menyelamatkan kita. Bukan seperti kita mandi tapi ayat ini mengatakan bahwa baptisan ini adalah sebuah jawaban dari suara hati nurani kita kepada Tuhan. Baptisan melambangkan pembersihan hati nurani kita, dari catatan dosa masa lalu kita. Semua rasa bersalah kita dicuci oleh air baptisan.

Sekarang kita akan melihat beberapa contoh Alkitab mengenai baptisan. Pertama adalah Yesus. Dia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Dan dimanakah Yohanes Pembaptis membaptiskan Yesus? Kita baca di Yohanes 3:23. “Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis.” Menurut Alkitab, harus ada banyak air untuk membaptiskan orang dengan benar. Ini tidak terdengar seperti hanya dipercikan saja. Dan tentu saja, suatu hari ketika Yohanes sedang membaptiskan orang-orang, Yesus datang juga untuk dibaptis.

Mari kita baca mengenai Yesus dibaptis. Yesus adalah menjadi teladan kita di dalam segala sesuatu. Kita baca Matius 3:13-17. “Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Alkitab mengatakan bahwa Yohanes tahu kalau Yesus tidak punya dosa masa lalu untuk dikubur, jadi dia berkata kepada Yesus, “Mengapa Engkau harus dibaptis?”

Tetapi dalam ayat 5: “Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.’ Dan Yohanespun menuruti-Nya.” Mengapa Yesus dibaptis? Untuk memenuhi kehendak Tuhan

Jadi alasan mengapa Yesus dibaptis salah satunya adalah untuk memberikan teladan kepada kita.

Sekarang kita baca ayat 16, 17. “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”  Ketika seorang yang tulus dibaptis, Tuhan melihat kepada mereka dan berkata, “ Inilah anak–Ku yang Kukasihi kepadanyalah Aku berkenan.”

Ayat 16 mengatakan bahwa Yesus keluar dari air. Markus 1:10 juga menuliskan yang sama. Pertanyaan, bisakah Saudara keluar dari dalam air kalau hanya terkena percikan air saja? Tentu saja tidak. Satu-satunya cara Saudara bisa keluar dari dalam air adalah kalau saudara sebelumnya sudah masuk ke dalam air dulu. Dan seperti inilah cara Yesus dibaptiskan. Yesus masuk ke dalam air. Dan Yesus adalah teladan kita di dalam segala hal.

Mari kita lihat contoh lain di dalam Alkitab mengenai Baptisan. Kita baca di Kisah Para Rasul 8. Ini adalah cerita mengenai seorang penginjil bernama Filipus. Tuhan menuntun dia kepada seorang pria yang sedang mencari kebenaran. Dan sesungguhnya Tuhan juga selalu menuntun setiap orang yang dengan tulus mencari kebenaran dan Tuhan mengajarkan mereka kebenaran. Kita akan mulai dengan ayat 35 ketika Filipus bertemu dengan laki-laki ini.Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.”  Apa yang Filipus lakukan? Dia meninggikan Yesus. Suatu kali Yesus pernah berkata, “Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” ( Yohanes 12:32).

Jadi orang Etiopia ini merasakan kasih yang diberikan oleh Yesus. Dan orang Etiopia ini merespon kasih Yesus. Mari kita baca ayat 36-38 yang menunjukkan kepada kita metode/cara baptisan yang Alkitabiah. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: ‘Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?’ [Sahut Filipus: ‘Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh.’ Jawabnya: ‘Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.’] Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.”

 

Perhatikan, keduanya turun kedalam air. Apakah kita perlu turun masuk ke dalam air kalau hanya dipercikan? TIDAK. Apakah kita perlu turun masuk ke dalam air kalau hanya dituangkan air saja? TIDAK.  Jadi disini kita lihat Filipus dan orang Etiopia itu masuk bersama-sama ke dalam air. Dan Filipus membaptiskan dia.

Kita bisa membayangkan Filipus mengangkat tangan-Nya ke atas arah sorga dan berkata seperti ini: “Karena imanmu kepada Yesus, dan kamu sudah menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi kamu, saya membaptis kamu sekarang di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.” Ingat, ini adalah yang Yesus katakan untuk dilakukan didalam Matius 28:19-20. Kemudian Filipus dengan lembut membenamkan orang Etiopia itu kedalam air yang melambangkan kematian dan penguburan dari kehidupan lama yang berdosa. Setelah membenamkan orang Etiopia itu, kemudian Filipus mengangkat dia keluar dari air, yang melambangkan kebangkitan kepada kehidupan baru.

Saudara tidak perlu takut ketika berada di bawah air. Sudah ribuan baptisan, dan sejauh ini tidak ada orang yang pernah tenggelam.  Cerita ini mengilustrasikan metode/cara baptisan yang benar menurut Alkitab. Baik orang yang membaptiskan dan orang yang dibaptis, keduanya masuk ke dalam air.

Jadi kita sudah mengerti kalau baptisan itu tidak dipercikan, atau dituangkan air, tapi baptisan dilakukan di kolam, tanki, bak penampungan, sungai, atau danau—dimanapun yang ada cukup banyak air supaya seseorang bisa dibenamkan ke dalam air kemudian dibangkitkan keluar lagi dari dalam air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *