Amazingfacts.id: Kontekstualisasi ayat ini berkaitan dengan kedatangan Yesus yang kedua kali. Pertama, kata “burung nasar” yang digunakan di sini lebih tepat diterjemahkan sebagai “burung pemakan bangkai” atau burung pemangsa bangkai. Kita semua pernah melihat burung-burung ini berputar-putar di langit dan tahu bahwa ada sesuatu yang telah mati.
Gambaran visual ini berkaitan dengan penghakiman. Yohanes menulis, “aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: ”Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda . . . dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar.” (Wahyu 19:17, 18).
Pada suatu masa, dianggap sebagai kutukan jika jenazah orang yang meninggal tidak dikuburkan dengan layak (1 Samuel 17:44, 46). Hal ini dapat disamakan dengan Banjir yang tercatat dalam Kitab Kejadian, karena itu juga merupakan hukuman bagi orang-orang jahat. Ketika Nuh mengirim seekor burung gagak, burung itu tidak kembali karena gagak adalah burung pemakan bangkai, tetapi burung merpati yang dikirim kemudian kembali karena tidak ada yang dimakannya. Burung itu kembali dengan daun zaitun, kini menjadi simbol perdamaian.
Jadi, Yesus di sini merujuk pada penghakiman akhir yang akan menimpa orang-orang jahat di dunia. Dalam 1 Tesalonika 4, orang-orang kudus diangkat untuk bertemu Tuhan di udara, dan orang-orang yang mati dalam Kristus bangkit. Namun, orang-orang jahat dihancurkan oleh kemuliaan kedatangan-Nya. Setelah kedatangan Tuhan, mayat-mayat orang jahat akan tersebar dari ujung bumi yang satu ke ujung yang lain.
Jadi, apabila orang berkata kepadamu: Lihat, Ia ada di padang gurun, janganlah kamu pergi ke situ; atau: Lihat, Ia ada di dalam bilik, janganlah kamu percaya. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia. Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun.” (Matius 24:26-28).
– Doug Batchelor –




