Amazingfacts.id: Semua berawal di Oregon Caves National Monument pada tahun 1938. Harold Graves mengelola toko layanan fotografi di Portland dan merupakan seorang fotografer yang antusias. Selama kunjungannya ke taman nasional tersebut, ia bertemu dengan seorang penggemar kamera lainnya, William Gruber, yang membawa dua kamera yang diikat bersama. Gruber berusaha untuk meniru foto-foto stereoskop yang umum digunakan pada abad ke-19.
William Gruber ingin memproduksi slide warna tiga dimensi yang dapat dilihat melalui pemutar tangan baru. Graves menawarkan bantuannya, dan keesokan harinya, kedua teman itu mencapai kesepakatan untuk memproduksi View-Master. Produk mereka, yang diperkenalkan di Pameran Dunia New York 1939, menampilkan pemandangan atraksi wisata dari seluruh negeri. View-Master akhirnya fokus pada pasar anak-anak, dan kemudian dipilih oleh Time sebagai salah satu mainan terbaik abad ini.
Meskipun fotografi stereoskopik telah ada sejak 1838 dan film 3D pertama dirilis pada 1915, ada sesuatu yang jauh melampaui pengalaman realitas virtual terbaik yang tersedia saat ini. Itu adalah pandangan yang akurat tentang Sang Pemilik Semesta yang sejati. Namun, melihat Tuhan membutuhkan lebih dari sekadar headset. Hal itu harus melibatkan hati.
Teks hari ini menjelaskan bahwa orang-orang yang akan melihat Tuhan adalah “orang-orang yang bersih hatinya.” Artinya, kita harus terbuka terhadap Roh Kudus dan bersedia taat kepada Tuhan. Alkitab menjelaskan, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” (Yohanes 7:17). Jika kamu ingin mengenal Allah, kamu harus bersedia taat kepada-Nya.
Sebagian besar orang pada zaman Yesus di bumi gagal menyadari bahwa Dia adalah Anak Allah. “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.” (Yohanes 1:11). Mereka menolak untuk tunduk kepada Roh Kudus, yang berbicara melalui Kitab Suci. Mereka tidak membutuhkan teknologi yang lebih canggih untuk mempelajari hal-hal ilahi; mereka membutuhkan hati yang terbuka untuk melihat realitas kekal bukan realitas virtual.
Terapkan: Berdoalah dengan sungguh-sungguh agar Allah membersihkan hati Anda sehingga Anda dapat melihat-Nya dengan lebih jelas.
Pelajari Lebih Dalam: Matius 11:27; 1 Korintus 1:20, 21; Ibrani 12:14.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Matius 5:8).
– Doug Batchelor –






