Amazingfacts.id: Tanda-tanda kiamat atau bisa dibilang juga akhir zaman dalam Kristen, yaitu sesuai yang diajarkan oleh Yesus yang tertulis di dalam firman-Nya. Hal ini dimulai ketika Yesus bercakap-cakap dengan muridnya di Matius 24:3 “Katakanlah kepada kami, bilamana itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Dari sini kita akan melihat secara ringkas mengenai firman Tuhan yang berhubungan dengan “Tanda-tanda Akhir Zaman.”
A. Malapetaka
“Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.” Lukas 21:11.
Bencana Alam
Sebuah gempa bumi atau erupsi gunung berapi besar dapat mendatangkan malapetaka hanya dalam beberapa menit. Penduduk San Francisco di area pesisir tertegun pada tahun 1989 ketika sebuah gempa bumi menghantam sebuah malam pada bulan Oktober, membunuh 67 orang, meruntuhkan sebuah jembatan utama, dan menyebabkan kerugian miliaran dolar. Enam tahun setelah itu, area Osaka-Kobe di Jepang diguncangkan oleh gempa bumi dengan skala 6,9 SR yang membunuh ribuan orang.
Salah satu bencana mengerikan terjadi dan tercatat dalam sejarah terjadi pada akhir tahun 2004. Gempa bumi dan tsunami dengan titik pusat di Lautan India menewaskan hampir 280.000 jiwa.
Dan pada tahun 2011, gempa bumi Fukushima di Jepang utara memicu kepada insiden nuklir yang menyebarkan radiasi yang mematikan dan mengakibatkan 1.000 kematian. Beberapa pengamat mencatat, gempa bumi ini meningkat frekuensi dan intensitasnya. Dan seperti yang telah tampak di Fukushima, kerusakan dari gempa bumi itu sendiri tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerusakan susulan akibat tsunami atau bencana lain yang dilepaskan oleh pergeseran tektonik.
Michael Synder, , dalam blognya yang terkenal “Kejatuhan Ekonomi,” pada tahun 2016 mencatat bahwa kerak bumi menjadi “semakin tidak stabil,” dengan empat puluh gunung berapi aktif yang erupsi pada saat itu dan lebih dari 3.000 gempa bumi dalam kurun waktu beberapa bulan. Ia menulis, “Seluruh pantai barat Amerika Serikat ada di sepanjang [zona seismik yang dikenal dengan] “Lingkaran Api,” dan hampir setiap bagian Lingkaran Api Pasifik (deretan gunung berapi) ini sedang berkecamuk.”
Penyakit Sampar
Penyakit sampar atau biasa kita sebut sebagai wabah penyakit, salah satunya adalah covid-19 yang terdeteksi di bulan Desember 2019 di Wuhan, Hubei, Cina. Penularannya begitu cepat dan terjadi hampir di seluruh penjuru dunia mengakibatkan negara-negara harus melakukan tindakan lockdown.
Selain Covid 19 ada beberapa wabah penyakit lainnya seperti:
1. Maut Hitam (Black Death)
Pandemi mematikan pertama yang dicatat dalam sejarah yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis (dibawa oleh kutu pada tikus).Pertama kali terdeteksi berasal dari Asia Tengah atau Asia Timur, lalu menyebar melalui Jalur Sutra menuju Eropa via Krimea pada tahun 1347. Penyakit ini setidaknya menyebabkan kematian sekitar 75 hingga 200 juta orang. Di Eropa saja, diperkirakan 30%–60% populasi musnah.
2. Flu Spanyol (1918)
Penyakit ini terjadi tepat saat Perang Dunia I akan berakhir, membuat situasi dunia yang sudah hancur menjadi semakin kacau. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Influenza A subtipe H1N1. Meskipun namanya “Spanyol” tapi kasus pertama yang tercatat justru di Fort Riley, Kansas, Amerika Serikat.
Flu Spanyol berbeda dengan flu biasa, flu ini justru menyerang orang dewasa muda yang sehat (usia 20-40 tahun) karena memicu reaksi imun berlebih yang disebut badai sitokin. Diperkirakan 50 juta orang tewas (lebih banyak dari korban perang itu sendiri). Hal ini mengakibatkan di kota-kota besar kekurangan peti mati; mayat-mayat ditumpuk di jalanan karena penggali kubur pun ikut jatuh sakit.
3. Ebola (1976)
Dikategorikan sebagai salah satu penyakit yang paling mematikan karena tingkat kematiannya (fatality rate) yang sangat tinggi, bisa mencapai 90% pada kasus tertentu.Ilmuwan meyakini virus ini berasal dari hewan liar, kemungkinan besar kelelawar buah, yang kemudian menular ke manusia melalui perburuan atau konsumsi daging hewan liar (bushmeat). Meskipun jumlah total kematian akibat Ebola tidak sebanyak Black Death, tingkat kekacauan yang ditimbulkannya sangat luar biasa karena sifat penyakitnya.
Wabah Ebola sering menyebabkan karantina wilayah (lockdown) yang ketat, penutupan perbatasan, dan penghentian perdagangan. Hal ini mengakibatkan kelaparan di wilayah-wilayah terpencil karena rantai pasokan makanan terputus.
Kemiskinan Dan Kelaparan
Dengan banyaknya peperangan yang terjadi maka cepat atau lambat akan mempengaruhi perekonomian dunia yang bisa kita lihat langsung dengan bertambah mahalnya kebutuhan-kebutuhan hidup dan diperparah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu maka jika ini terjadi dalam waktu yang panjang akan dapat mengakibatkan kemiskinan dan kelaparan.
Setelah peperangan, umumnya kelaparan mengikuti. Sebagai contoh, jutaan pengungsi dari Irak dan Siria sering kali ditemukan kurang gizi di dalam tenda-tenda pengungsian atau dalam perjalanan mereka ke Eropa dan negara-negara lain. Program Pangan Dunia PBB mengatakan, “795 juta orang di dunia tidak memiliki cukup makanan. … Itu sekitar satu dari sembilan orang di dunia.” Sebuah kekacauan yang tiba-tiba dalam persediaan makanan dapat berubah dengan cepat menjadi sebuah kelaparan massal.
B. Kemerosotan Moral
Ketika Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa tidak ada seorang pun yang tahu hari atau waktu kedatangan-Nya, Ia menambahkan, “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia” (Matius 24:37). Seperti apa hari-hari pada zaman Nuh? Di dalam Kejadian pasal 6, Alkitab mengatakan, “Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, … Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi” (ayat 5, 11, 12).
Anda tidak perlu memandang terlalu jauh untuk melihat hal-hal itu terjadi sekarang ini. Hanya dalam beberapa tahun, hal-hal yang tak terduga di dalam masyarakat telah terjadi. Pemerintahan di seluruh dunia telah melegalkan pernikahan yang jauh dari rancangan Tuhan yang mula-mula.
Seks Bebas
Kebejatan moral di dalam seksual dilakukan secara terbuka, menuntut dan menerima pengakuan di dalam masyarakat secara meluas. Angka perceraian telah meroket, dan kebanyakan pasangan hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Bahkan disahkannya pernikahan sesama jenis di beberapa negara besar.
- Cinta Uang, tidak dapat mengekang diri serta pembual yang mengakibatkan pada penganiayaan.
Banyak berita di sosial media di mana beberapa negara-negara berkembang terjadi penembakan masal yang pelakunya anak dibawah umur, yang dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati ataupun faktor ekonomi.
Peperangan
Peperangan yang setiap hari bisa kita lihat di berbagai media yang kondisinya makin memanas yang mengakibatkan banyak korban jiwa, bukan hanya di Palestina tapi telah merambat di beberapa negara lain seperti Iran.
C. Tanda Di Langit
“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang.” Lukas 21:25.

Fenomena Hari Gelap New England (New England’s Dark Day). Peristiwa ini terjadi pada 19 Mei 1780, dimana langit di sebagian besar wilayah New England (Amerika Serikat) dan sebagian Kanada menjadi gelap gulita di siang bolong. Kegelapan mulai muncul sekitar pukul 10:00 pagi dan mencapai puncaknya pada tengah hari.
Fenomena ini terjadi diduga karena kebakaran hutan masif di wilayah Ontario, Kanada. Sedangkan pada malam harinya, bulan dilaporkan tampak berwarna merah darah sebelum akhirnya menghilang sepenuhnya dari pandangan karena ketebalan partikel di atmosfer.
D. Kerohanian
“Tidak Mempedulikan Agama” 2 Timotius 3:2.

- Penyesatan
“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan.” 1 timotius 4:1.
Beberapa tahun terakhir minat terhadap ilmu gaib begitu pesat dan pesona kepercayaan pada spiritisme makin meningkat, bahkan ini tunjukkan dengan sangat jelas melalui film-film.
- Pemberitaan Injil Dan Kebangunan Rohani besar-besaran
Ditengah begitu banyaknya kabar buruk, Tuhan berikan kabar baik yaitu: “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” Matius 24:14.
pekabaran injil dilakukan secara luas bukan hanya melalui pertemuan secara langsung tapi juga dapat melalui berbagai media sosial.
- Waspada Dan Berjaga-jaga
Tuhan tahu apa yang menjadi kelemahan bagi setiap umat manusia terlebih di akhir zaman setan akan gunakan berbagai macam kesenangan untuk menjerat manusia, untuk itu Tuhan mengingatkan kepada kita “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8.
Walaupun Akhir Zaman sudah semakin dekat, biarlah ini tidak membawa kita kepada ketakutan tetapi semakin memperteguh iman kita kepada Tuhan kita Yesus Kristus, karena hanya melalui Dia saja, janji jaminan kedamaian dan kehidupan kekal di Surga diberikan kepada kita.
Tidak diperlukan banyak imajinasi untuk melihat bahwa tanda-tanda akhir zaman sedang digenapi dengan sangat cepat. Kita dapat mengetahui bahwa Tuhan siap untuk bertindak dengan segera atas dunia ini untuk menyelamatkan mereka yang telah Ia ciptakan, kasihi, dan selamatkan dengan mengirimkan Putra tunggal-Nya.
Tetapi saat ini tidak akan ada air bah seperti pada zaman Nuh, melainkan saat itu adalah kembalinya Kristus untuk menetapkan sesuatu yang baru bagi mereka yang percaya di dalam Dia. Tidak akan ada lagi kelaparan, penyakit, atau bencana alam yang menghantui masyarakat. “Mereka tidak akan lagi belajar perang” (Mikha 4:3).
Betapa sebuah hari yang sangat mulia dan indah!
“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.” Yohanes 14:1,3.






