APA YANG DIMAKSUD YESUS DENGAN BERKATA “ULAT BANGKAI TIDAK AKAN MATI” BAGI MEREKA YANG MASUK NERAKA?

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Dalam Markus 9:48 ini, kata “neraka” diterjemahkan dari kata Yunani “gehenna”, yang merupakan nama lain untuk lembah Hinom, yang terletak tepat di luar tembok Yerusalem. Di sana sampah dan tubuh binatang dibuang ke dalam api yang terus menyala untuk melalapnya. Apa yang mungkin lolos dari api, akan dihancurkan oleh belatung, yang memakan mayat. Gehenna melambangkan tempat kehancuran total.

Yesus mengajarkan di sini bahwa api neraka tidak dapat dipadamkan oleh siapa pun. Yesaya berkata, “Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang!” (Yesaya 47:14). Jadi api yang tidak terpadamkan akan padam setelah memakan orang fasik seperti jerami. Yerusalem dibakar dengan “api yang tak terpadamkan” menurut Yeremia 17:27. “Itu akan melahap istana Yerusalem.”

Api dan cacing gehenna melambangkan pembersihan total akan dosa dan orang berdosa. Kemurtadan dan penyembahan berhala di lembah Hinom (Yeremia 32:35) dan penghakiman Allah atas Israel sebagai akibatnya, adalah simbol hukuman dan penghakiman. Tuhan memperingatkan tentang penghukumanan kepada orang Israel akibat penyembahan berhala dalam Yeremia 7:31-33 dimana ada “Lembah Pembantaian,” dan “mayat orang-orang ini akan menjadi makanan bagi burung-burung di langit.” Dengan api “gehenna” yang menyala di depan mata mereka, Yesus tidak dapat mengucapkan kata yang lebih gamblang kepada orang-orang Farisi untuk menggambarkan kehancuran total orang-orang jahat.

Ayat ini tidak dapat mendukung gagasan tentang jiwa yang tidak dapat mati karena “cacing” tidak bekerja pada “jiwa tanpa tubuh”. Menurut Yesus, mereka yang dilemparkan ke dalam lautan api akan pergi dalam bentuk tubuh. Dalam Matius 5:30, Kristus berkata, “Lebih menguntungkan bagimu, jika salah satu anggotamu binasa, daripada seluruh tubuhmu dibuang ke dalam neraka”.

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Markus 9:47,48.

-Doug Batchelor-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *