APAKAH KITA HARUS MENAATI HUKUM ALKITAB?

Belajar Alkitab
Mari bagikan artikel ini

Oleh C.K. Lester

Anda tinggal di komunitas yang memiliki seperangkat hukum. Undang-undang ini baik, membantu menjaga perdamaian dan memastikan bahwa kebebasan Anda tidak dilanggar oleh orang lain (dan Anda tidak dapat melanggar kebebasan orang lain).

Apakah Anda harus mematuhi hukum-hukum itu? Anda lakukan jika Anda ingin tetap keluar dari penjara.

Sekarang, bayangkan seorang petugas polisi menarik Anda karena ngebut. Anda memberinya alasan yang bagus, dan mungkin dia tersentuh oleh air mata di mata Anda. Anda bersalah karena melanggar hukum, tetapi setelah percakapan singkat, dia memutuskan untuk berbelas kasih dan membiarkan Anda pergi dengan peringatan. Apakah Anda akan mencicit ban dan melaju kencang? Tentu saja tidak!

Tuhan juga memiliki komunitas. Ini sedikit lebih besar dari yang Anda tinggali sekarang, meliputi seluruh alam semesta. Hukum Tuhan juga baik (Roma 7:12), dirancang untuk menjaga perdamaian dan memastikan hak Anda yang diberikan Tuhan tidak dilanggar oleh orang lain (dan Anda tidak melanggar hak orang lain yang diberikan Tuhan).

Apakah Anda harus menaati hukum-hukum Allah? Anda lakukan jika Anda ingin tetap keluar dari neraka.

Sekarang, Anda telah ditarik. Kali ini bukan polisi yang menarikmu. Itu adalah Tuhan itu sendiri. Anda bersalah karena melanggar hukum Allah. Dan sebelum Anda dapat mengatakan apa pun, Dia berkata, “Aku telah memaafkanmu. Yesus telah membayar pelanggaran hukum Anda. Pergi, dan pertahankan hukum saya mulai sekarang. ” Apakah Anda sekarang akan memamerkan belas kasihan Tuhan?

Ini bukan legalisme. Legalisme mengatakan, “Jika Anda menaati hukum, Anda diselamatkan.” Tetapi Tuhan berkata, “Karena kamu diselamatkan, lakukanlah hukum itu.”

Apakah Anda melihat perbedaannya?

Perbuatanmu yang benar seperti kain kotor (Yesaya 64:6). Itu berarti Anda telah melanggar hukum dan tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan Anda dari kematian. Anda dapat mulai menjalankan hukum dengan benar saat ini juga dan selama sisa hidup Anda, tetapi Anda tetap tidak akan layak hidup karena dosa-dosa masa lalu Anda. Untuk menghindari kematian itu, Tuhan harus memberikannya kepada Anda sebagai hadiah. Dia dapat melakukan itu hanya karena Yesus membayar harga untuk dosa-dosa Anda.

Jadi, Anda tidak mematuhi hukum untuk menyelamatkan diri Anda sendiri; Anda menuruti hukum karena Anda sudah diselamatkan. Anda memelihara hukum sebagai tanggapan yang penuh kasih terhadap belas kasihan Tuhan.

Yesus berkata, “Jika kamu mengasihi Aku, menuruti perintah-Ku.” Artinya, menjaga hukum.

Tuhan meminta kita untuk menjaga hukum-Nya agar tidak ada yang terluka. Bayangkan, jika semua orang menaati hukum Allah yang sempurna (Yakobus 1:25), tidak akan ada perang, tidak ada kelaparan, tidak ada pelecehan anak.

Menurut Anda apakah mungkin untuk memelihara hukum Allah?


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.