Apakah Peradaban Hanya Kita Saja?

Blog AFI
Mari bagikan artikel ini

 

Lima puluh tahun yang lalu, Dr. Frank Drake menciptakan sebuah Teori Peluang (Matematika: atau Probabilitas) guna memperkirakan angka keaktifan dari peradaban ekstraterestrial (Peradaban di luar Bumi) secara komunikatif pada Galaksi Milky Way. Itu pun membuktikan baru segelintir orang, dengan cara dibaca melalui rumus …

N = R* • Fp • Ne • F1 • Fi • Fc • L
(Untuk mengetahui rumus diatas klik disini)

Apakah Anda Memahaminya? Begitu pun saya.

Akan tetapi Drake tidak bermaksud mengukur angka peradaban sesungguhnya yang ada; ia hanya ingin menstimulasi dialog ilmiah pada pencarian untuk intelijen ekstraterestrial.

Baru-baru ini para ilmuwan telah mencari secara khusus pada eksoplanet (Planet luar surya). Planet yang sama dengan Bumi ini mengorbit pada matahari lain dimana merupakan, yang menurut astronom, kesempatan terbaik dalam menemukan tanda-tanda kehidupan alien. Jurnal Nature memberitakan penemuan tiga dunia dekat dengan (40 tahun cahaya di rasi Aquarius) yang dikategorikan dalam sebuah “zona layak huni” berjarak dari mataharinya — tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Air sangat penting bagi kehidupan dan planet yang terlalu dekat dengan bintang akan terbakar sedangkan planet yang terlalu jauh akan tak bergerak di dalam es. Tentu saja, tidak ada yang tahu pasti apakah air ada di planet ini.

Dengan teknologi yang canggih, beberapa yang tidak diketahui pada persamaan Drake ini nampaknya telah diselesaikan, sehingga para peneliti telah mengupdate formula barunya untuk memberikan perkiraan yang lebih akurat dari kemungkinan peradaban-peradaban lain yang ada di dalam galaksi kita. Kesimpulannya? “Mereka mendapati bahwa kesempatan-kesempatan yang sebuah peradaban manusia kaitkan di Bumi dan dimanapun di alam semesta ini yaitu kurang dari sekitar 10 milyar trilyun.”

Kepada setiap orang percaya di dalam Alkitab, barangkali kita tidak perlu menduga. Di dalam buku Ayub mengatakan, “Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis” (1:6). Siapa tepatnya Anak – anak Allah ini belum pasti—tapi mereka jelas makhluk hidup di alam semesta.

Sayangnya, banyak spekulasi ilmiah tentang kehidupan ekstraterestrial menghilangkan unsur paling terpenting di dalam persamaan—Tuhan, Sang Pencipta segalanya. Tanpa campur tangan Perancang Handal planet kita, sistem tenaga surya kita, dan segala diluar galaksi, kita akan berakhir dengan banyak kemungkinan.

Mari kita mengakui kesalahan dari hikmat manusia yang bisa keliru. Dengan melalui kerendahan hati kita dapat menemukan kebenaran yang terbaik tentang kehidupan di luar planet kita. “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1:7).


Mari bagikan artikel ini

1 thought on “Apakah Peradaban Hanya Kita Saja?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *