APAKAH SEBABNYA KITA MASIH BERADA DI DUNIA INI? (1)

Featured Pendalaman Alkitab
Mari bagikan artikel ini

  1. Dua Macam Cawan

Banyak pada hari ini yang berada di dalam gereja menanyakan suatu pertanyaan, ”Mengapa Yesus belum datang kembali?” Mengapa kita masih berada di dunia ini?” Banyak yang menjawab bahwa hal itu dikarenakan terlalu banyak orang-orang berdosa di dalam gereja. Yang lain berkata bahwa gereja terlalu banyak membahasnya secara teori atau Tuhan telah menentukan kapan Ia akan datang, dan tak ada suatu apa pun  yang dapat mengubahnya. Mari kita lihat apa yang dikatakan oleh Alkitab.

Pada waktu Daniel berhasil membacakan arti tulisan-tulisan yang ditulis oleh jari-jari tangan misterius pada kapur dinding istana raja Beltsyazar, dia diberikan pakaian indah kebesaran kerajaan Babilon atau Babel, yaitu “kain ungu dengan hiasan kalung dari emas”, identik dengan perempuan yang digambarkan dalam Wahyu 17 : 4 – 5:

“Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.”

Sebelum kita lanjut, merepresentasikan siapakah perempuan yang dimaksud dalam ayat di atas? Pertama kita perlu tahu bahwa dalam nubuatan kitab Wahyu, perempuan selalu melambangkan gereja (Efesus 5:22-24). Dan jika kita melihat pada Wahyu 17:1, 4, 5 bahwa perempuan itu digambarkan sebagai seorang pelacur dan ibu dari para wanita pelacur, maka tentulah kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perempuan dalam Wahyu 17 ini bukanlah melambangkan gereja Tuhan, yang benar melainkan gereja yang murtad yang tidak mendasarkan ajarannya pada ajaran Alkitab (Anda bisa mempelajari lebih jauh tentang gereja yang murtad ini klik Gereja Murtad 1, Gereja Murtad 2 dan Gereja Murtad 3.

Wahyu 17:4, 5 menggambarkan bahwa perempuan yang mengenakan pakaian ungu itu dipanggil dengan nama “BABEL”. Perempuan itu memegang sebuah cawan emas di dalam tangannya dan cawannya itu terisi ‘penuh’Rupanya Yohanes diberi penglihatan oleh Tuhan pada saat kejahatan Babel telah mencapai pada puncaknya. Cawan emas yang dipegangnya yang penuh dengan kekejian dan kenajisan percabulannya itu melambangkan dengan segala pengajaran-pengajaran yang bertentangan dengan Firman Allah. Ia telah membuat semua bangsa-bangsa dan raja-raja di bumi minum dari kekejian dan kenajisan percabulannya. Ya… perempuan itu telah berhasil untuk memerintah atas semua raja-raja di bumi ini, Wahyu 17:18, “Dan perempuan yang telah kaulihat itu, adalah kota besar yang memerintah atas raja-raja di bumi.”

Semua para penguasa di bumi ini tunduk kepadanya, dan telah telah ikut serta dalam mengambil pelajaran-pelajarannya yang menyesatkan. Dan apa yang akan dilakukan oleh perempuan itu bersama-sama dengan para penguasa di bumi ini? “Mereka akan berperang melawan Anak Domba.” (Wahyu 17:14).

Itu adalah cawan emas pertama yang dipegang oleh perempuan cabul, yang berisikan pelajaran-pelajaran yang menyesatkan seluruh penduduk dan para penguasa di bumi ini, selanjutnya terdapat cawan emas yang kedua, yang terdapat di dalam Wahyu 15:7,  “Dan satu dari keempat makhluk itu memberikan kepada ketujuh malaikat itu tujuh cawan dari emas yang penuh berisi murka Allah, yaitu Allah yang hidup sampai selama-lamanya”

Cawan-cawan dari emas ini akan terisi penuh dengan murka Allah sebagai jawaban manakala cawan dari emas yang dipegang oleh perempuan Babel itu sudah penuh dengan kekejian dan kenajisannya. Murka Allah yang maha dahsyat akan ditimpakan kepada penduduk bumi ini pada saat mereka menggabungkan diri bersama perempuan Babel untuk berperang melawan DIA !

Puncak pemberontakan terhadap Anak Domba Allah haruslah dicapai terlebih dahulu sebelum Allah bertindak dan membersihkan pemberontakan dari permukaan bumi ini!  Barulah setelah itu, Yesus akan datang !

Saudara-saudara yang kekasih, waspadalah akan tanda-tanda nubuatan zaman yang telah diilhamkan oleh Roh Suci pada kita. Dan yang paling penting dan perlu untuk kita lakukan adalah seperti yang Daniel lakukan ketika raja Beltsyazar menjanjikan kepada Daniel bahwa kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas” (Daniel 5:16) jika dia sanggup untuk membaca tulisan kapur di dinding itu serta dapat mengartikannya. Apa yang Daniel katakan bahkan ketika hadiah itu ditunjukkan kepadanya? Daniel berkata: “Tahanlah hadiah tuanku” (Daniel 5:17). Saudara, kita perlu mengambil sikap untuk berkata tidak untuk setiap janji-janji dan segala kemudahan yang ditawarkan kepada kita jika syaratnya adalah berkompromi untuk menerima dan melakukan setiap pengajaran yang bertentangan dengan Alkitab. Percayailah akan tuntunanNya !

  1. Sebelum Penuaian, Gandum dan Lalang Harus Matang Dahulu
  • Setan

Setan, si ‘ular tua’ itu telah memberontak terhadap pemerintahan Allah di sorga. Dan setan tidak langsung dibinasakan oleh Allah saat itu, karena buah-buah pemberontakannya harus dibiarkan matang terlebih dahulu agar seluruh alam semesta dapat melihat akibat memberontak terhadap Allah (untuk topik pemberontakan pertama kali setan di surga Anda dapat mempelajari lebih lanjut klik).

Alam semesta yang sebelum pemberontakan setan, hanya mengenal hidup dalam kasih, damai dan sejahtera, sekarang harus melihat kekejian, kejahatan, kekejaman, kerusakan, kehancuran, dan pembunuhan. Alam semesta dibiarkan melihat langsung perbandingan antara hidup di bawah perintah Allah yang Maha Pengasih dan hidup di bawah kendali si ‘ular tua’ itu.

  • Nuh dan Dunia Mula Pertama

Mengapa Nuh harus berkhotbah selama 120 tahun sebelum air bah diturunkan untuk membinasakan dunia yang jahat? Alasannya sama saja! Agar perbuatan setan dibiarkan berkembang sampai pada titik puncak kejahatannya. Keadilan Allah sedang dipertaruhkan di hadapan segenap penghuni semesta alam!  Tetapi penundaan waktu sampai selama 120 tahun itu bukanlah berarti bahwa Tuhan berdiam diri dan tidak akan menindak kejahatan. Pada saatnya tiba, apabila cawan emas pemberontakan itu sudah terisi penuh atau pengajaran-pengajaran yang bertentangan dengan Firman Tuhan telah berhasil seluruh dunia memberontak kepada Allah, maka Allah akan bertindak!  Ini pula yang terjadi ketika Air Bah pun turun membinasakan mereka yang tidak mau mendengarkan amaran Allah yang penuh kasih itu!

  • Menara Babel

Dunia sudah bersih karena Air Bah telah menyapu habis semua orang-orang jahat. Tinggal 8 orang yang masih hidup di bumi ini, yaitu Nuh, Sem, Ham, dan Yafet beserta para isteri mereka masing-masing, dan memulai hidup baru di dunia yang telah diperbaharui. Tetapi mengapa setan dan para malaikat jahatnya, yang menjadi akar dari segala kejahatan, masih hidup dan belum dibinasakan?  Karena semesta alam diperkenankan oleh Allah untuk melihat dan membuktikan sendiri apa yang akan terjadi dengan dunia yang telah dibersihkan, tetapi dengan setan yang masih diperkenankan hidup. Tidak lama kemudian, terbukti bahwa manusia telah terhasut oleh godaan-godaan setan dan mulai memberontak lagi kepada Allah di sorga. Keturunan Ham memilih untuk memisahkan diri dari Tuhan dan mencari hidup di lembah-lembah yang kaya. Mereka dihasut oleh setan untuk tidak mempercayai apa yang telah difirmankan Tuhan, yaitu bahwa Tuhan tidak akan membinasakan bumi ini dengan Air Bah lagi (Kejadian 9:13-15). Mereka tidak percaya akan Firman Tuhan, walaupun tanda yang jelas telah dinyatakan oleh Tuhan pada mereka, yaitu busur ‘pelangi’, sebagai tanda perjanjian Tuhan dengan manusia. Maka mereka pun mendirikan menara Babel untuk berjaga-jaga sekiranya Allah berdusta (Kejadian 11:1-4).

Manusia tidak akan pernah mengerti betapa panjang sabarnya Allah kalau tidak melihat bagaimana perlakuan Tuhan terhadap setan dan manusia-manusia yang telah mengikuti hasutan-hasutannya itu. Allah telah dihina, direndahkan dan dianggap sebagai angin lalu. Tetapi sungguh besar dan betapa ajaibnya kasih Allah itu!  Ia sabar demi beberapa gelintir orang yang masih setia kepada-Nya, dan sabar demi merebut kembali bumi ini dari kekuasaan setan dengan jalan yang sah.

Nenek moyang kita, Adam yang pertama, telah menjual hak kesulungannya atas dunia ini untuk makanan yang telah dilarang oleh Tuhan. Dan Adam yang kedua harus datang ke dunia ini untuk menebus kegagalan Adam yang pertama itu. Yesus harus berjuang setapak demi setapak. Ia tidak dapat merebut dunia ini dengan memakai kekuasaan IlahiNya. Ia harus menjadi seperti Adam, mengambil tempatnya, dan mengalahkan setan dengan cara dan jalan yang tersedia bagi Adam. Yesus harus mengambil sifat kemanusiaan Adam pertama yang telah jatuh dalam dosa. Yesus tidak boleh mengalahkan setan dengan jalan dan cara yang lain (mengenai kemanusiaan Yesus).

  • Generasi Terakhir dan Laodikea

Kita telah memasuki periode sidang Allah yang ketujuh, yaitu Laodikea. Berarti bahwa generasi ini adalah generasi yang terakhir. Kita tahu bahwa Pekabaran Tiga Malaikat sudah dimulai sejak berakhirnya nubuatan 2300 tahun pada 1844 (Daniel 8:14) dan pekabaran ini telah dikumandangkan selama sekian ratus tahun sampai sekarang ini. Lebih lama dari jangka waktu pekabaran Nuh kepada dunia ini sebelumnya. Apakah ada sesuatu yang salah?  Tidak ada yang salah!  Lebih Alkitab dipelajari, lebih kita akan menjadi yakin dari hal ini!

Sekitar tahun 1964, mendekati 120 tahun dari pekabaran malaikat yang ketiga, ada beberapa anggota gereja yang membuat persiapan-persiapan yang lebih dari biasanya. Ada yang bangun pagi-pagi tiap hari untuk mengadakan persekutuan doa. Ada yang tidak berhasrat lagi untuk menyekolahkan anak-anak mereka lagi. Segala pekerjaan di dunia seolah-olah sia-sia saja!  Yesus sudah mau datang. Bukankah Yesus telah berkata bahwa kedatangan-Nya adalah seperti pada jaman Nuh?  Nuh berkhotbah selama 120 tahun. Pekabaran tiga malaikat telah berjalan hampir 120 tahun pada waktu itu. Ada yang hatinya berdebar-debar. Akankah Yesus datang pada tahun 1964?  Tetapi orang yang mempercayai tuntunan dan mempelajari Alkitab dan Roh Nubuat, hatinya tetap tinggal tenang. Tuntunan Alkitab dan Roh Nubuat sangat penting!  Mengerti nubuatan adalah sangat penting!

Alkitab dan Roh Nubuat yang benar akan memberikan pagar perlindungan pada kita, agar supaya kita tidak mudah terkecoh oleh apa pun yang akan dihadapkan pada kita masing-masing.

Lalu apa yang terjadi pada tahun 1964?  Yesus tidak datang!  Akhirnya mereka yang mengharapkan adanya kebenaran dalam menyamakan pekerjaan Nuh dan pekabaran malaikat ketiga menjadi tidak bersemangat lagi seperti sebelumnya dalam hal kerohanian. Inilah akibatnya kalau kita tidak berhati-hati dalam mempertimbangkan kebenaran firman Tuhan.

Jalan yang paling aman adalah mempercayai dengan teguh pimpinan Roh Suci melalui hamba-hamba-Nya yang telah  diberikan ilham oleh-Nya. Yang berpegang teguh pada pimpinan Alkitab dan Roh Nubuat, akhirnya akan didapati setia!

Apakah pekabaran malaikat yang ketiga selama ratusan tahun ini mengurangi keyakinan kita pada kabar kedatangan-Nya?  Kita boleh saja berkata ‘Tidak’, tetapi bila kita tidak mau berusaha mempelajari dan mendalami Alkitab dan Roh Nubuat, akhirnya akan bisa kehilangan keyakinannya! Ini pasti walau pun mungkin belum kita sadari sepenuhnya. Kita boleh menunggu sampai ‘Perempuan’ yang dilihat oleh Yohanes di pulau Patmos itu benar-benar sudah memenuhi cawan emasnya dengan segala kekejian dan kenajisan pengajaran palsunya, maka barulah kita akan tahu!

Kita tidak perlu meragukan kebenaran firman Tuhan walau pun kita masih harus berada di dunia ini untuk suatu jangka waktu yang tidak ditentukan. Ini tidak berarti bahwa kita akan lengah dan mengambil sikap yang tidak perduli. Siapa saja yang mengenal kebenaran firman Tuhan akan memastikan tujuannya di dalam hidup ini dengan tidak lagi menghitung-hitung waktunya. KEBENARAN sudah menjadi keyakinannya dan hidup di dunia ini adalah terbungkus di dalam KEBENARAN itu.

ORANG YANG PERCAYA TIDAK MENGHITUNG-HITUNG WAKTU

Ini sangat penting untuk didoakan supaya boleh menjadi kenyataan di dalam hidup kita. Orang yang mengaku percaya, tetapi sesungguhnya tidak percaya, hanya akan ingat kewajibannya kalau baru dikhotbahi. Sebaliknya, orang yang sungguh-sungguh percaya, akan mencari Juruselamatnya dengan tujuan yang tidak terbelokkan walau pun tidak ada khotbah. Orang yang hanya percaya dalam pengakuan saja, hanya akan ingat Tuhan kalau merasa dirinya takut atau membutuhkan sesuatu. Kalau alam goncang, ia akan mencari Tuhan karena pada sangkanya kedatangan Tuhan sudah dekat. Tetapi kalau segala sesuatu kembali menjadi tenang dan normal kembali, ia akan merasa santai lagi. Inilah kita semua yang berada di dalam sidang Laodikea! Tetapi kita semua harus bergumul dalam doa supaya boleh ditolong untuk keluar dari keadaan yang membahayakan ini!  Mempelajari kebenaran Firman Tuhan merupakan obat bagi keadaan kita yang belum stabil ini!

Orang yang mulai mau menerima pimpinan Roh Suci, akan mempercayai tulisan Rasul Petrus dalam 2 Petrus 3:8, “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.”

Yang hidup dalam alam kekekalan nanti bersama Allah, waktu tidak ada hitungannya lagi. Di dunia yang baru nanti, waktu juga tidak dihitung. Mengapa begitu?  Sebab hidup tidak lagi dibatasi oleh kematian. Kematian tidak akan ada lagi di sana!  1 hari = 1000 tahun, 1000 tahun = 1 hari. Apa yang mau dibuat untuk menghitung hari kalau tidak ada perputaran siang dan malam hari?

Lagipula kita sudah tidak perlu lagi pusing soal umur kita nantinya karena umur tohh tidak ada artinya lagi. Buat apa menghitung-hitung umur kita kalau kita tidak pernah akan mati lagi?  Kita pun nanti tidak akan pernah menjadi tua dan layu. Kita akan awet muda terus. Barangsiapa yang mencari obat awet muda, carilah Alkitab dan Kebenaran-Nya!  Inilah obat awet muda yang sejati itu!

Petrus mengajar kita untuk menyelami jalan pikiran Allah. Kita sering menjadi bimbang, sebab apa yang kita beritakan itu tidak juga tampak kegenapannya!  Apalagi kalau kita sudah diejek-ejek oleh orang dengan sindiran-sindiran bahwa sejak dahulu keadaan dunia tidak juga berubah. Bahkan dunia semakin maju dan berkembang dalam teknologi dan pengetahuan. Kejahatan makin banyak dan kejam, kehidupan makin makmur, gereja–gereja bertumbuh pesat, perpuluhan dan persembahan semakin meningkat. Mana janji kedatangan-Nya itu ?

Saudara-saudara yang terkasih, cawan emas yang dipegang oleh perempuan yang dilihat oleh Yohanes belum penuh saat sekarang ini!  Ia belum memabukkan seluruh penduduk bumi!  Ia belum berkuasa di atas semua raja-raja atau bangsa-bangsa sepenuhnya!  Tetapi cawan emas itu pasti akan penuh, dan sekarang dalam proses pemenuhannya. Pasti terjadi! Mengapa?  Karena apa  yang Allah katakan pasti akan terjadi. Percayailah akan nubuatan-Nya!  Percayailah akan firman-Nya!

Sebagai contoh, banyak saudara-saudara kita yang tidak percaya ketika diberitahu bahwa negara Uni Sovyet (komunis) akan runtuh oleh negara Amerika dan Vatikan. Wahh…itu tidak mungkin! Sovyet adalah negara yang sangat kuat!

Siapa yang bisa meruntuhkannya? Mustahil bisa runtuh!  Apa yang mustahil bagi penglihatan mata fisik kita, tidaklah mustahil bagi Allah yang telah berfirman dalam nubuatan-Nya dalam Daniel 11:40-45.  Apa yang dikatakan dalam nubuatan di ayat itu? Ayat 40 berkata: “Tetapi pada akhir zaman raja negeri Selatan akan berperang dengan dia, dan raja negeri Utara itu akan menyerbunya dengan kereta dan orang-orang berkuda dan dengan banyak kapal; dan ia akan memasuki negeri-negeri, dan menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah.”  Dalam ayat ini yang dimaksudkan dengan raja negeri Selatan adalah Mesir, karena memang berdasar letak geografis dalam peta Mesir berada di bagian Selatan (bawah). Sedangkan yang dimaksud dengan raja negeri Utara adalah melambangkan kepausan (Vatikan)

Namun apakah pernah Mesir di masa lalu menyerbu Vatikan namun Vatikan berhasil mengalahkannya? Tidak. Mesir dalam Alkitab adalah lambang dari negara yang berani menentang Tuhan atau tidak percaya Tuhan (ateis). Pada kenyataannya adalah Prancis yang pernah menangkap Paus pada tahun 1798 dan menghentikan kekuasaan kepausan yang telah menguasai Eropa sejak tahun 538 dan membunuh banyak orang Kristen. Dan Prancis pada masa itu (mungkin juga sekarang) dikenal dengan sebagian besar penduduknya sebagai orang-orang ateis.

Bahkan ketika Napoleon dalam usahanya menyatukan Eropa dan seorang pendeta Kristen berkata bahwa berdasar Daniel 2 dia  tidak akan berhasil, Napoleon dengan sombongnya berkata: “Tuhan tidak akan dapat menghalangi saya.”  Namun apa yang terjadi kemudian? Dalam pertempuran di Waterloo , Napoleon dan pasukannya mengalami kekalahan.

Lalu apa hubungannya antara Mesir dan Prancis yang ateis dengan kekalahan Uni Sovyet dari Amerika dan Vatikan? Uni Sovyet adalah pusat dari negara komunis. Dalam negara komunis (terutama di masa lalu) agama selalu tidak mendapatkan tempat. Jadi raja negeri Selatan itu tidak hanya melambangkan negara-negara ateis namun juga komunis.

Dan kekalahan Sovyet memanglah sepertinya adalah oleh Amerika dalam perang dingin selama puluhan tahun. Namun sesungguhnya Vatikanlah yang berperan besar dalam kekalahan Sovyet karena hasratnya untuk bisa memasuki semua negara di dunia. Dan apa yang terjadi pada tahun 1991-1992 adalah kegenapan dari nubuatan firman Tuhan tersebut. Dan akan terus terjadi sampai nubuatan itu digenapi seluruhnya.

Orang percaya tidak akan menghitung-hitung waktu. Ia akan serahkan waktu terjadinya kepada Tuhan. Buat tiap orang yang percaya bunyi Firman Tuhan dan kegenapan nubuatan adalah yang terpenting! Menjadi yakin akan Firman Kebenaran itu adalah harapan hatinya!  Allah berfirman dan ia percaya! Itulah ciri-ciri dari setiap orang yang akan bersuka cita dalam kemenangan Kristus.    

Bersambung….

Artikel selanjutnya : Apakah Sebabnya Kita Masih Ada di Dunia Ini? (2)

Editor: Setyo Kusuma A.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *