Bila Allah Memenuhi Kekurangan

Renungan Harian

maxresdefault

Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat  menjadi sia-sia kasih karunia Allah. II Korintus 6:1.

Kita harus menjadi sekutu dalam pekerjaan Allah di seluruh dunia; di mana saja ada jiwa yang akan diselamatkan, kita harus menyodorkan pertolongan kita, supaya banyak anak laki-laki dan perempuan dapat dibawa kepada Allah. Kesudahan sudah  dekat, dan untuk maksud inilah kita harus memanfaatkan setiap kesanggupan yang dipercayakan dan setiap tindakan yang menawarkan pertolongan untuk bekerja. …

Bagaimanakah perasaan malaikat bila mereka melihat waktu kesudahan semakin mendekat, dan melihat begitu banyak orang yang telah dipercayakan dengan pekabaran terakhir mengenai kemurahan hanya berkerumun, mengunjungi perkumpulan-perkumpulan demi keselamatan jiwa mereka sendiri, dan merasa tidak puas jikalau tidak ada banyak khotbah, sedangkan mereka hanya mempunyai sedikit  tanggung-jawab dan hanya mengerjakan sedikit demi keselamatan orang lain. Semua  orang yang betul-betul bersatu dengan Kristus oleh iman yang hidup akan ikut mengambil bagian dalam sifat ilahi. Mereka akan terus-menerus menerima kehidupan rohani dari Dia, dan mereka tidak dapat berdiam diri.

Hidup selalu menunjukkan dirinya sendiri dalam perbuatan. Jikalau hati itu hidup, maka ia akan mengirim darah hidup kepada setiap bagian tubuh. Mereka yang hatinya diisi dengan kehidupan rohani tidak perlu dipaksakan untuk menyatakannya. Kehidupan ilahi akan mengalir dari mereka dengan aliran karunia yang limpah. Sementara mereka berdoa, sementara mereka berbicara, sementara mereka bekerja, Allah dipermuliakan. . . .

Bukanlah yang paling pintar dan paling banyak talenta yang pekerjaannya menghasilkan yang terbesar dan paling tahan lama. Siapakah pekerja-pekerja yang  paling berhasil? Mereka yang menyambut undangan itu: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu; karena Aku lemah lembut dan rendah hati.”

Jikalau orang-orang kepada siapa Allah telah mempercayakan talenta kepandaian tidak mau menggunakan karunia-karunia ini untuk kemuliaanNya, sesudah ujian dan  cobaan Ia akan membiarkan mereka berpikir-pikir sendiri dan akan mengambil orang-orang yang tampaknya tidak terlalu pandai, yang tidak mengandalkan diri sendiri, dan Ia akan menjadikan yang lemah itu kuat sebab mereka berharap pada Allah yang akan melakukan perkara-perkara yang mereka tidak dapat lakukan sendiri. Allah akan menerima pelayanan yang dengan segenap hati, dan Ia sendiri  akan memenuhi kekurangan­kekurangannya.

Malaikat-malaikat sedang mendengarkan laporan apa yang engkau bawakan kepada dunia mengenai Tuhanmu yang di sorga.

 

Maranata Hal.115

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *