MENUJU KE TAMAN GETSEMANI

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Amazingfacts.id: Ketika Kristus meninggalkan murid-muridNya hendak menuju ke taman Getsemani, meminta mereka berdoa untuk diri mereka sendiri dan bagiNya, Ia memilih tiga orang, Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dan pergi lebih jauh ke dalam taman untuk menyendiri.

tamu surgawi

Ketiga murid ini telah bersama Dia sewaktu Dia dipermuliakan; mereka telah melihat tiga tamu surgawi, Musa dan Elia, berbincang-bincang dengan Yesus, dan Kristus menginginkan kehadiran mereka pada kesempatan ini juga.

Kristus mengekspresikan keinginanNya terhadap simpati manusia dan kemudian mengasingkan DiriNya dari mereka sekitar sejauh lemparan batu. Setelah jatuh bertelut, Ia berdoa, “Ya, Bapa, jika mungkin biarlah cawan ini berlalu daripadaKu: tetapi biarlah kehendakMu yang jadi, bukan kehendakKu.”

Di akhir jam itu, Yesus, yang merasa memerlukan simpati manusia, bangkit dari tanah dan berjalan sempoyongan ke tempat di mana Ia meninggalkan ketiga muridNya.  Ia rindu mendengar kata-kata dari mereka yang akan membawa kelegaan bagiNya dalam penderitaanNya.

jaminan paling kuat

Tetapi Ia kecewa. Mereka tidak memberikan bantuan yang Ia perlukan dari mereka. Gantinya, Ia “mendapati mereka tertidur.” Tepat sebelum Ia melangkahkan kaki ke taman, Yesus berkata kepada para muridNya, “Kamu semua akan tergoncang imannya karena Aku malam ini”.

Mereka telah memberikan jaminan paling kuat kepada Kristus bahwa mereka tidak akan pernah meninggalkan Tuhan mereka, bahwa mereka akan pergi ke penjara bersama Dia, dan jika perlu akan menderita dan mati bersama Dia.

Dan Petrus yang malang yang merasa diri puas menambahkan, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” Tetapi para murid percaya pada kekuatan mereka sendiri’ mereka tidak memandang pada Penolong ajaib, sebagaimana yang dinasihatkan Kristus untuk dilakukan.

tercekam oleh penderitaan

Sekalipun Petrus yang bersemangat tinggi itu, yang baru beberapa jam sebelumnya telah menyatakan mau mati bersama Tuhannya dengan begitu percaya diirinya, tetapi yang terjadi ketika dia diminta untuk menunggu dan berjaga, justru ia sedang tertidur.

Sekali lagi Anak Allah tercekam oleh penderitaan yang teramat sangat berat, Ia terhuyung-huyung kembali ke tempat pergumulan sebelumNya. Sekarang suaraNya terdengar kepada mereka di tengah udara malam yang tenang, tidak dalam nada kemenangan tetapi penuh dengan penderitaan manusia. 

Meskipun dosa merupakan hal mengerikan yang telah membuka pintu air bah kesengsaraan dunia, Ia akan menjadi pendamai satu umat yang telah berdosa. Yesus adalah Sumber dari pengharapan besar itu.

Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-muridNya: ”Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” Markus 14:32.

-Suara Hati Nurani Hlm. 250-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *