Amazingfacts.id: Beberapa tahun yang lalu, pada suatu Minggu sore di Kota New York, sekelompok kecil umat Kristen berdiri di jalan yang ramai sambil menyanyikan lagu-lagu pujian dan membagikan kesaksian mereka kepada para pejalan kaki yang mau mendengarkan. Di tepi kerumunan itu berdiri seorang pria kurus berpenampilan kasar, yang dari penampilannya tampak bahwa masa-masa kejayaannya telah berlalu.
“Kita akan berdoa sekarang,” kata pria yang memimpin pertemuan di jalan itu. “Apakah Anda membutuhkan doa? Jika ya, angkat tangan Anda.”
Tom Lucas pun melakukannya. “Aku tak punya gigi di mulutku atau doa di hatiku. Aku butuh bantuan,” katanya kemudian.
Beberapa jemaat yang beribadah di luar ruangan itu berbicara dengan Tom dan membantunya menemukan program rehabilitasi, di mana ia menghadapi kecanduannya terhadap narkoba dan alkohol, mendapatkan sepasang gigi palsu, dan menemukan keselamatan. Selama bertahun-tahun setelah itu, ia bekerja sebagai konselor penyalahgunaan zat, membantu mereka yang pernah berada di jalan yang sama dengannya.
Kelompok itu adalah gambaran kecil dari Allah yang mengasihi kita, sebagaimana Yesus tunjukkan berulang kali. Kristus menjelaskan, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (Lukas 19:10). Demikian pula, “Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:28).
Perumpamaan tentang anak yang hilang, yang terdapat dalam Lukas 15, secara khusus mengungkapkan hati Bapa surgawi kita. Titik balik dalam cerita ini adalah ketika sang anak menyadari sifat ayahnya. “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.” (Lukas 15:20).
Pada masa itu, orang-orang kaya, seperti ayah dalam kisah ini, tidak akan berlari menghampiri anak-anak mereka. Hal itu dianggap terlalu tidak pantas terutama mengingat sang anak telah mencoreng nama baik keluarga. Namun, ayah ini berbeda. Bahkan ketika sang anak berusaha meminta maaf, sang ayah sudah menunjukkan kasih sayang kepada anak yang kembali itu. Demikianlah belas kasihan Bapa surgawi kita terhadap kita ketika kita berbalik kepada-Nya.
Terapkan: Siapa di komunitas Anda yang membutuhkan pengingat nyata akan kasih Allah? Ulurkan tangan kebaikan Anda minggu ini kepada orang tersebut.
Pelajari Lebih Dalam: Markus 5:35–43; Yohanes 11:1–45; Roma 2:4.
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. (Lukas 15:7).
– Doug Batchelor –






