KEHIDUPAN TIMOTIUS ADALAH HASIL IBADAH KELUARGA

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Kebaktian Keluarga dalam Hidupku

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat mamberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. 2 Tim 3:14, 15

Mereka yang mengaku nama Kristus janganlah lalai mendirikan mezbah keluarga, dimana mereka dapat mencari Allah tiap-tiap hari dengan hati yang sungguh-sungguh dan dengan demikian mereka akan mencari Dia di dalam suatu perhimpunan ibadah.

Kita dapat mempelajari pelajaran-pelajaran penting dalam hal ini dari kehidupan dan tabiat Timotius. Sejak masa anak-anak, Timotius telah mengenal Kitab Suci. Agama memenuhi suasana rumah tangganya. Hidup yang saleh dalam rumahnya adalah . . . suci, berakal sehat, dan tidak dapat dicemarkan oleh perasaan-perasaan yang salah. . . . Firman Allah menjadi peraturan yang menuntun Timotius. la menerima petunjuknya, hukum bertambah hukum, syarat bertambah syarat, di sini sedikit, di sana sedlkit. Dan kuasa rohani dari pelbagai pelajaran ini memelihara dia tetap suci dalam percakapan dan lepas dari perasaan yang cemar. Guru-guru di dalam rumahnya bekerja sama dengan Allah dalam mendidik anak muda ini memikul beban yang ditimpakan kepadanya pada masa muda. . . .

Pelajaran Alkitab berisi akhlak dan pengaruh lbadah ke atas tabiat sementara hal itu dikerjakan dalam kehidupan yang praktis. Timotius mempelajari dan mempraktekkan pelajaran ini. la tidak memiliki talenta khusus yang menonjol, akan tetapi pekerjaannya berguna sebab ia menggunakan kesanggupan yang dikaruniakan Allah kepadanya sebagai karunia yang dipersembahkan dalam pekerjaan Tuhan. Pengetahuannya yang cerdas tentang kebenaran dan tentang kesalehan berdasarkan praktek memberikan kepadanya kehormatan dan pengaruh. Roh Kudus menemukan dalam diri Timotius pikiran yang dapat ditempa dan dibentuk menjadi bait suci untuk tempat tinggal Roh Kudus. . . .

Orang-orang muda haruslah menempatkan diri di bawah pengajaran Kitab Suci dan menganyamnya ke dalam pikiran dan kehidupan yang praktis setiap hari. Kemudian mereka akan memiliki sifat yang digolongkan sebagai yang tertinggi di dalam istana sorga. Mereka akan menyembunyikan diri dalam Allah, dan kehidupan mereka akan menceritakan kemuliaanNya.

 

Hidupku Kini, Hal. 36

 

 


Mari bagikan artikel ini

1 thought on “KEHIDUPAN TIMOTIUS ADALAH HASIL IBADAH KELUARGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *