
“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Matius 24:12.
Akhir-akhir ini dunia disuguhkan dengan berbagai pemandangan yang sangat menakutkan, kekacauan moral yang luar biasa dan hubungan sesama manusia menjadi rusak. Apakah sebenarnya yang terjadi?
Hari ini kita akan belajar tentang pentingnya hukum Allah bagi peradaban hidup manusia.
1. Apa Itu Hukum
Hukum dalam Alkitab adalah peraturan yang berasal dari Penguasa (Tuhan Allah) mengatur hubungan manusia kepada Tuhan dan sesama, yang mencerminkan karakter Allah.
Ada beberapa jenis hukum dalam Alkitab:
Hukum Moral
Hukum Moral ini berisikan mengenai peraturan yang berhubungan dengan standar benar atau salah menurut karakter Allah, dengan kata lain menjadikan sifat Allah sebagai cerminan atau teladan hidup bagi umat manusia untuk bisa diikuti atau diteladani.
“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” Markus 12:30.
Hukum Sipil (Kemasyarakatan)
Hukum yang mengatur kehidupan yang berbangsa dan bernegara. Biasanya ini berhubungan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawab sebagai warga negara seperti membayar pajak, menjaga ketertiban dll.
”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Matius 22:21.
Hukum Upacara
Hukum yang mengatur jalannya ibadah (Israel), seperti contohnya mengatur ibadah, korban, imam, hari raya, makanan, dan tata cara pentahiran.
2. Dampak Hukum Yang Tidak Dihormati
“Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianati, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.” 2 Timotius 3:2-5.

Kalau kita baca ayat di atas adalah ayat yang menyatakan tentang kondisi manusia di akhir zaman, dan kalau hal itu sudah terjadi saat ini berarti saat ini adalah masuk dalam akhir zaman. Dimana hukum Tuhan itu diabaikan oleh manusia.
Kekacauan Sosial
Orang akan menggunakan standar kebenarannya sendiri untuk mengukur orang lain benar atau salah, dan itu akan sangat membahayakan, kenapa? Karena kecenderungan hikmat manusia adalah terbatas sesuai dengan situasi, kepentingan diri dan suasana hati yang terjadi disekitarnya.
Kemerosotan Moral
Banyak yang bergerak sesuai dengan kepentingan dan keuntungan pribadi tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain. Sebagai contoh: Pelanggaran hukum pernikahan, penindasan, penyimpangan jadi diri, penyembahan berhala dll.
Disiplin Dan Hukum
Ketika pelanggaran dilakukan terus menerus maka akibatnya akan dirasakan yaitu dengan tindakan disiplin dan juga hukuman, Tuhan melakukan pendisiplinan dan hukuman bagi orang-orang yang tetap setia hidup dalam ketidakbenaran meskipun kasih dan teguran Tuhan sudah dinyatakan-Nya berulang kali kepada mereka.
3. Cara Memulihkan
Karakter jahat biasanya terjadi oleh karena adanya hubungan yang tidak sehat dengan sesama dan terlebih dengan Tuhan, mungkin oleh karena didikan, lingkungan atau pun memiliki akar-akar kepahitan dalam diri mereka, maka untuk dapat memulihkan hubungan yang baik, mulailah dari diri sendiri dengan mengakui kelemahan kita, lepaskan segala bentuk akar-akar kepahitan dalam hidupmu, dan libatkan Tuhan dalam setiap detik hidupmu. Dengan Memiliki keinginan kuat untuk berjalan bersama Tuhan maka langkahmu akan terasa lebih ringan sekalipun hambatan-hambatan datang.
Jalin hubungan kembali dengan Tuhan kita, karena Dia adalah satu-satunya sumber yang dapat memantulkan karakter yang benar dalam diri kita.

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Yohanes 15:4.
“Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Galatia 5:22-24.



