LIDAH: MENGKHOTBAHKAN INJIL

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Disanggupkan melalui Roh

Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara! Ada banyak—entah berapa banyak macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 1 Kor 14:9-11.

Para pendeta yang bekerja dengan perkataan dan pengajaran haruslah pekerja yang lengkap sempurna, dan harus menyatakan kebenaran itu di dalam kesucian, namun dengan kesederhanaannya. Mereka haruslah memberi makan gembalaannya dengan makanan yang bersih yang sudah diirik baik-baik. Ada bintang-bintang yang mengembara yang menyatakan dirinya pendeta yang dikirim oleh Allah, yang mengkhotbahkan mengenai Sabat dari satu tempat ke tempat yang lain. Tetapi yang mempunyai kebenaran bercampur dengan kesalahan, dan sedang melemparkan pandangan tidak sesuai mereka kepada orang-orang. Setan telah mendorong mereka ke dalam pemikiran-pemikiran kotor dan ketidakpercayaan.

Beberapa dan antara mereka ini banyak berbicara mengenai karunia-karunia dan sering mempraktekkannya. Mereka berbuat seakan mengalami perasaan yang sangat terangsang dan liar dan menimbulkan suara yang tidak bisa dimengerti, yang mereka katakan karunia lidah, dan kelompok tertentu ini sangat senang dengan manifestasi seperti ini. Roh yang aneh menguasai kelompok ini, yang akan menentang dan melawan siapa saja yang mencela mereka. Roh Allah tidak  berada pada pekerjaan dan tidak menolong seseorang pekerja yang seperti itu. Mereka itu mempunyai roh yang lain. Pengkhotbah-pengkhotbah seperti itu masih bisa berhasil di antara kelas atau kelompok tertentu. Akan tetapi hal ini akan menambah pekerjaan hamba-hamba yang akan disuruh Allah, yang cakap menyajikan di hadapan orang-orang mengenai hari Sabat dan karunia-karunia dalam terangnya yang benar. Dan pengarunya dan teladannya patut untuk ditiru.

Kebenaran haruslah dinyatakan dengan cara yang menarik kepada pikiran dan pengertian. Kita tidak boleh dimengerti sebagai suatu umat, tetapi dipandang sebagai orang yang miskin, berpikiran lemah, buruk, rendah dan hina. Kemudian adalah sangat perlu menyadari betapa penting bagi semua yang mengajar, dan semua yang percaya pada kebenaran, untuk dikuasai oleh pengaruh penyucian yang konsisten dan peningkatan hidup, untuk ditunjukkan kepada yang tidak percaya bahwa mereka sudah tertipu. Betapa pentingnya agar kebenaran itu dibersihkan dari segala sesuatu seperti kegembiraan dan kefanatikan palsu, agar kebenaran itu berdiri atas kehormatannya sendiri, menyatakan kesuciannya dan meninggikan budi pekerti. — Testimonies, jld. 1, hlm. 414, 415

Kamu akan Menerima Kuasa, hlm. 200


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *