Amazingfacts.id: Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa musuh besar kita, Iblis, sedang marah kepada sisa umat Allah. Keinginannya adalah untuk menyakiti mereka, membuat mereka putus asa, dan pada akhirnya menghancurkan mereka. Berbicara tentang Setan dan gereja, Alkitab berkata, “Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.” (Wahyu 12:17).
Ada banyak pernyataan tentang ujian dan penderitaan dalam Kitab Suci. Tuhan tidak menjanjikan kepada umat-Nya bahwa mereka akan kebal terhadap kesulitan. “Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya.” (2 Timotius 3:12). Raja Daud menulis, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.” (Mazmur 34:20). Umat Allah di setiap zaman telah menderita karena iman mereka kepada-Nya.
Namun, kita tidak ditinggalkan tanpa harapan di tengah-tengah cobaan kita. “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.” (Yakobus 1:12). “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33).
Setan dipenuhi kebencian terhadap anak-anak Tuhan. Ia bertekad untuk menjauhkanmu dari Allah. Namun, meskipun hal-hal seperti itu akan terjadi, Tuhan tidak meninggalkan kita sendirian. Layaknya Yosua sang pemimpin yang memimpin umat Allah, Tuhan berkata kepadamu, “ Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Yosua 1:5). Semakin erat kita memegang tangan Allah selama masa-masa pencobaan ini, semakin aman kita (Yohanes 10:28, 29).
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat. (Wahyu 12:12).
– Doug Batchelor –






