BAGAIMANA PEMULIHAN PETRUS?

Renungan Harian
Mari bagikan artikel ini

Amazingfacts.id: Bagaimana pemulihan Petrus? Dia tidak pernah melupakan penyangkalannya terhadap Kristus dan berpikir bahwa itu bukan suatu dosa yang sangat besar.

pengaruh roh kudus

Tidak ada pemulihan bisa lengkap kecuali sampai kepada kedalaman jiwa dengan kuasa Roh Kudus yang mengubahkan. Di bawah pengaruh Roh Kudus, Petrus berdiri di hadapan jemaat berjumlah ribuan dan dalam keberanian yang suci menyerang imam-imam dan para penguasa jahat dengan dosa yang ia sendiri pernah lakukan.

Setelah kebangkitanNya, tiga kali Kristus menguji Petrus. “Simon, anak Yohanes,” kataNya, “apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-dombaKu.”

Ketika ketiga kalinya Kristus berkata kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” penyelidikan itu sampai kepada pusat jiwa. Sambil menilai diri, Petrus jatuh ke atas Batu itu, dengan berkata, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”

terang dan berkat

Beberapa orang menegaskan bahwa jika satu jiwa tersandung dan jatuh, ia tidak akan pernah memperoleh kembali kedudukannya; tetapi contoh di hadapan kita bertentangan dengan ini. Sebelum penyangkalannya, Kristus berkata kepada Petrus, “Jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.”

Kristus memberikan bukti terkuat kepada Petrus tentang keyakinanNya akan pemulihannya. Sekarang Petrus cukup rendah hati untuk memahami perkataan Kristus, dan tanpa mempertanyakan lebih jauh, murid yang tadinya gelisah, angkuh, percaya diri menjadi lunak dan sangat menyesal.

Ia memang mengikuti Tuhannya, Tuhan yang telah disangkalnya. Pemikiran bahwa Kristus tidak menyangkal dan menolaknya, bagi Petrus merupakan satu terang dan hiburan dan berkat. Ia merasa bahwa ia bisa saja disalibkan karena pilihan, tetapi harus dengan kepala mengarah ke bawah.

menara kekuatan

Kristus adalah menara kekuatan kita, dan Setan tidak akan memiliki kuasa atas jiwa yang berjalan bersama Allah dalam kerendahan pikiran.  Jika kita bersandar pada hikmat kita sendiri, maka hikmat kita itu terbukti merupakan kebodohan.

Ketika hati yang bersalah itu diakui dan diserahkan seutuhnya kepada Tuhan, maka kerendahan hati akan mengikuti orang tersebut dan ini mempermudah kerjasama dengan Roh Kudus dalam memperbaiki segala kesalahan yang telah dilakukan.

Jika kita mau memberikan diri kita sendiri tanpa mementingkan diri kepada pekerjaan itu, tidak pernah membelok sedikit pun dari prinsip, maka Tuhan akan mengulurkan tangan-tangan kekal ke sekeliling kita dan kelak terbukti menjadi penolong yang kuat.

Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini? Yohanes 21:15.

-Suara Hati Nurani Hlm. 282-


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *