Polusi Membunuh Kita

Blog AFI
Mari bagikan artikel ini


9.000.000. Itulah jumlah jiwa yang terbunuh di tahun 2015 oleh polusi.

Beijing dan New Delhi adalah kota-kota yang terkenal karena udara yang sangat tercemar, tetapi mereka bahkan tidak termasuk sepuluh besar yang terburuk. Malahan kota seperti Onitsha, Nigeria, dan Zabol, Iran, memiliki udara paling tercemar di dunia. Pencemaran udara tidak hanya menetap di sebuah tempat juga; ini menyebar. Contohnya, dua puluh persen polusi udara di China diakibatkan pabrik manufaktur di Amerika Serikat.

Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 80 persen populasi dunia tinggal di area yang melewati batas kualitas udara yang sehat. Tetapi udara bukanlah menjadi satu-satunya masalah—pencemaran air membawa penyakit dan kematian bagi jutaan orang. Dan bukan hanya di negara berkembang. Flint, Michigan, telah menjadi pemberitaan baru-baru ini karena sistem pengairan yang tercemar racun. Penelitian memperlihatkan bahwa meningkatnya pencemaran seringnya ditemukan di kota dan negara dengan status ekonomi yang lebih rendah.

Udara dan air adalah dua hal penting yang kita butuhkan untuk bertahan hidup, tetapi saat ini, air dan udara yang tercemar menyebabkan jutaan orang meninggal.

Dengan cara yang sama, kita telah diberikan kebenaran dalam firman Tuhan untuk menuntun kita kepada hidup yang kekal. Betapa sering kebenaran ini dicampur dengan ide palsu dan disebarkan seperti benih kematian bagi jutaan orang?

Saat ini, masyarakat mencari solusi untuk membersihkan udara dan air kita. Tetapi orang-orang juga mencari kebenaran murni yang terdapat dalam firman Tuhan. Yesus berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yohanes 6:63). Yesus menawarkan kepada kita Air Kehidupan dengan gratis (Yohanes 4:14). Kita memiliki kesempatan untuk membagikan kemurnian kebenaran dengan jutaan mereka yang telah minum dari sumber yang tercemar.


Mari bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.