SIAPAKAH YANG MENERIMA METERAI?

Renungan Harian

image222“Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela”. Wahyu 14:5

Hanya mereka yang menerima meterai dari Allah yang hidup yang akan memiliki paspor memasuki gerbang kota suci. … Meterai Allah yang hidup hanya dikenakan kepada mereka yang tabiatnya sama dengan Kristus. Sebagaimana lilin mengambil pengaruh meterai, begitulah jiw harus mengambil pengaruh Roh Allah dan menahan citra Kristus. Banyak orang tidak akan menerima meterai Allah sebab mereka tidak memelihara perintah-perintahNya atau membawa buah-buah kebenaran.

Massa orang banyak yang mengaku Kristen akan menemui kekecewaan pahit pada hari  Allah. Di dahi mereka tidak ada meterai Allah yang hidup. Suam dan tidak sepenuh hati, mereka tidak menghormati Allah jauh lebih buruk daripada orang-orang yang nyata-nyata tidak percaya. Mereka meraba-raba dalam kegelapan, ketika seharusnya mereka berjalan dalam terang siang Firman itu, di bawah bimbingan Oknum yang tidak pernah salah itu. …

Mereka yang akan diantar oleh Anak Domba ke mata air yang hidup, dan dari siapa  Ia akan menghapuskan airmatanya, ialah yang sekarang akan menerima pengetahuan dan pengertian yang diungkapkan dalam Alkitab, Firman Allah itu. …

Kita tidak boleh meniru sesama manusia. Tidak ada manusia yang cukup bijaksana yang harus menjadi teladan kita. Kita harus memandang kepada manusia Yesus Kristus, yang lengkap dalam kesempurnaan kebenaran dan kesucian. Ialah yang mengubah dan merampungkan iman. Ialah manusia teladan. PengalamanNya merupakan ukuran pengalam yang harus kita capai. TabiatNya adalah model kita. Jadi, marilah kita menghilangkan segala kebingungan dalam pikiran kita dan segala kesulitan dalam hidup ini, dan menghadapkan semua hal itu kepadaNya, supaya oleh memandang kita berubah menjadi serupa dengan Dia. Kita boleh memandang Kristus  untuk maksud yang baik. Kita boleh memandang kepadaNya dengan aman; karena dalam segala hal Ia bijaksana. Sementara kita memandang padaNya dan memikirkan tentang Dia, maka Ia akan membentuk dalam hati, pengharapan kemuliaan.

Marilah kita berjuang dengan segenap kuasa yang dikaruniakan Allah pada kita supaya berada di antara seratus empat puluh empat ribu itu.

 

Maranata Hal. 241

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *